
" pak suami.... apa kau sudah tidur " tanya Ara
" mmm..... " jawab hasby
" apa aku boleh menanyakan sesuatu...? "
" apa...?? " hasby membalikan badannya ke arah Ara dengan tangan yang memangku kepalanya
" aahhhh... " Ara yang ditatap seperti itu merasa deg degan
" apa yang mau kau tanyakan.. hemmm. ? " hasby kali ini menaik turunkan halisnya
" sebenarnya tadi apa yang kalian obrolkan kenapa mommy kembali dengan mata yang membengkak " ujar Ara
hasby kembali merebahkan tubuhnya dengan tangan yang masih tertumpu pada kepala nya
" apa selama aku pergi kau pernah merindukanku... ?? "
Ara yang mendengar itu langsung menatap ke arah Hasby
" ko malah balik bertanya... dan kenapa aku harus merindukanmu ''
" apa kau yakin tidak merindukan ku... padahal aku sebaliknya... " ujar hasby pelan
" apa aku tidak salah dengar.. berarti dia merindukan ku... " batin Ara
" apa kau tidak mau jujur dengan perasaan mu... " lanjut hasby kini menatap lekat kedua mata milik Ara
" kau belum menjawab pertanyaan ku pak suami.... " ujar Ara mengalihkan pembicaraan
" jawabanmu tergantung dengan pertanyaan ku ... "
Ara terdiam mencerna jawaban dan pertanyaan nya terhubung...
" akhh.... sakit " hasby menyentil jidat Ara karena merasa gemas dengan isterinya
Ara mengusap-usap jidat nya
" untuk apa aku merindukanmu tak guna... " Ara membalikkan badannya menghindari tatapan hasby dengan pipi yang sudah berubah merah
" terus siapa yang sering murung , sering menyendiri dan yang betah main gitar di balkon dengan menyanyikan lagu-lagu galau saat aku pergi... " ujar hasby tersenyum
" apa si gaje banget... " batin Ara menahan malu
" GX baik loh nungging Ngin suami... " ujar hasby dengan menahan senyum
ara pun langsung membalikkan badannya dengan selimut yang menutupi sebagian wajahnya
" apa... " ujar Ara malu
" maaf.... " ujar hasby sambil menatap tajam ke arah Ara
" untuk apa..."
" untuk semuanya...."
" di maafpin GX ?? " hasby mencolek pinggang ara
" iiihhh.... apa si.... geli.... "
" di maafpin GX... ? "
" iya... di maafkan .... tapi aku harap jangan pernah pak suami lakukan lagi untuk kesalahan yang pak suami sadari... "
" mmmm..... terimakasih... " hasby tersenyum dengan manis banget sehingga Ara yang melihat terpesona dengan ketampanan suaminya di tambah senyuman nya juga
" mmm..... " Ara menganggukkan kepalanya dengan separuh wajah nya yang masih tertutup selimut
hasby melihat itu merasa gemas dan tak sadar ia mendekatkan wajahnya ke arah Ara dan
cup
satu kecupan manis mendarat tepat di kening Ara
Ara yang mendapatkan serangan dadakan dari suaminya langsung membulatkan matanya
" tidurlah.... " ujar hasby berusaha menutupi ke kegugupan nya atas kelakuannya
" mmm..... " Ara memegang bekas kecupan yang ada di keningnya
" astaghfirullah..... " batin Ara tak karuan
* *
" hari ini aku tidak ada kelas tapi aku harus pergi bersama Ney " ujar Ara meminta ijin pada suaminya yang sedang menata rambut nya
" pergi kemana... ? " tanpa melihat ke arah Ara
" yayasan .... aku sudah janji dengan anak-anak "
" pergilah ... tapi hati-hatilah jangan pulang telat ... "
" mmmm makasih... "ujar Ara tersenyum
" bersiap lah aku akan mengantarmu ke rumah Ney... " ujar hasby sambil mendekat ke arah Ara
" makasih.. pak suami... " ujar Ara sambil tersenyum malu
" kenapa pipi mu berubah menjadi merah... " goda hasby
" aahhh... masa " Ara langsung memegang kedua pipi nya
" ia coba kau tengok saja... " Ara pun langsung berlari menuju kaca
" gemes .... " hasby tersenyum senang sambil keluar dari dalam kamar nya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen