ARABELLE

ARABELLE
bibi Kitty merasa bersalah



segerombolan anak remaja baru keluar dari arah pintu keluar bioskop...


" maaf ya kita harus pulang sekarang soalnya abis Dzuhur ada acara di rumah bibiku... " ucap Ara


" GX makan dulu Ra baru pulang... " ucap Nino dengan tatapan terus menuju ke arah Ara


" maaf Nino ini udah mepet... kapan-kapan ya.... " tolak Ara menghindari tatapan mata milik Nino


semenjak kejadian di taman tadi Ara tidak berani menatap ke arah Nino lama-lama


" yasudah kalau gitu kalian hati-hati... " ucap Nino


" Bayu.... thanks untuk traktirannya.... " ucap Ney pada Bayu karena taruhan memancing ikan di menangkan oleh Ney alhasil tiket ma cemilan Ney yang bayarin Bayu


" mmm... " jawab singkat Bayu karena merasa tidak terima dengan kekalahan nya


" woy... terima kenyataan saja kalau kau udah kalah kelak dari Ney ... " ujar Riky sambil menepuk pundak bayu


" berisik loe.... " ujar Bayu kesal


" cihh.... dasar .... " ujar Ney geli melihat tingkah Bayu yang masih tidak terima dengan kekalahan nya


" yasudah kita duluan ya.... assalamualaikum... " ucap Ara sembari memberikan lambaian tangan nya


" walaikumsalam... " Jawab Nino dengan tatapan mata yang terus tertuju ke arah Ara


" sakit.... tapi tidak berdarah.... " ucap lirih Nino sembari meremas baju di bagian dadanya


Ara day Ney pun menuju rumah bibi Kitty dan tidak lupa memberikan kabar pada mommy Ney supaya ikut nyusul kerumah bibi Kitty


* *


" mas... sungguh aku merasa bersalah.... bahkan Ara menghindar dari kita.... " ujar Kitty


" Ara itu keluarga satu-satunya yang aku miliki begitupun Ara... aku sudah berjanji akan menjaganya ... aku hanya ingin melihat Ara tersenyum bahagia... seandainya dia menolak juga akan aku dukung apa pun keputusannya... tapi aku GX bisa jika Ara menghindari aku mas.... sesak mas.... " air mata bibi Kitty sudah tidak bisa di tahan lagi...


" sudah lah sayang.. jangan menangis hari ini acara anak kita... Ara pasti akan mengerti...'' memeluk tubuh istrinya


GX disangka Ara mendengar obrolan bibi dan paman nya di balik pintu


flashback...


setibanya di rumah Ara sudah menduga persiapan acara syukuran dan akekahan Raffa udah beres semua ... tinggal menunggu tamu pada datang


" wah... makanan a banyak banget Ra... " ujar Ney karena melihat berbagai macam makanan sudah tersaji di atas meja


" jika kau mau kau bisa mengambil nya di meja belakang jangan ambil di situ itu buat para tamu... " ujar Ara pada Ney


" aishh... emang nya aku bukan tamu.... '' gerutu Ney berlalu berjalan ke arah meja makan


" kau memang tamu tapi tamu tak di undang " ucap Ara pelan sambil cekikikan sendiri karena merasa lucu dengan tingkah Ney


" arabelle sudah pulang... " ujar om Dicky yang sedang duduk santai di ruang tv


" eehh iya om... om kapan datang... " ucap Ara mendekat dan langsung mencium tangan milik om Dicky


" om nyampe sini jam 10 ... " jelas om Dicky


" oohh... om ko sendirian saja yang lain pada kemana ?.. Tante... ?? " tanya Ara


" bibi dan paman mu ada di dalam kamarnya... trus istri om ada di dalam kamar juga mungkin mereka sedang siap-siap. " jelas om Dicky


" ooohh.. kalau begitu om Ara tinggal ke atas dulu ya mau bersih-bersih " pamit ara


Ara pun berlalu meninggalkan om Dicky sendiri di ruang tv belum sempat Ara menaiki tangga dia merasa sangat merindukan Beby boy Raffa akhirnya Ara menyempatkan untuk melihat Dede Raffa tapi belum sempat Ara masuk ke dalam kamar Ara langsung kembali ke kamarnya dengan keadaan menahan tangisnya..