
Zahra langsung membulatkan matanya dengan sempurna
" apa yang sedang kau lakukan disini... " teriak Zahra.
Willy langsung membekam mulut Zahra
" berisik banget si loe... " ujar Willy
" lepasin gue ... " Zahra langsung menarik tangan Willy dari mulutnya
" hah... " Zahra membuang nafas dengan mata terus menatap tajam ke arah Willy
" dengerin gue dulu , tapi sebaiknya loe pake dulu baju loe.. " Willy melempar baju milik Zahra yang tergeletak dekat Willy sehingga membuat Willy tersipu malu
otomatis Zahra yang mendengar itu langsung menatap tubuh nya
" aaaahhhhh.... " teriak Zahra sekencang-kencangnya
" apa yang loe lakuin pada gue... " Zahra langsung menarik selimut miliknya agar menutupi semua tubuhnya
Zahra tak seperti cewek lainnya yang langsung saja nangis ataupun dramatis ia memilih dibicarakan terlebih dahulu... walaupun hatinya terluka
" maaf tapi sumpah gue tidak ingat... terakhir gue ada di parkiran apartemen gue... tapi kenapa gue bangun-bangun sudah ada di sini bersama loe " ujar Willy
" loe jelaskan nanti sebaiknya loe tutup mata loe gue mau pake baju gue dulu... " teriak Zahra
" hah.... ia cepetan.. " ujar Willy pasrah karena merasa masih bingung
Zahra pun langsung memakai baju nya kembali yang berserakan di lantai
" sebenarnya apa yang terjadi dengan ku, perasaan terakhir kali gue juga baru nyampe rumah... tapi kenapa sekarang gue ada di sini dengan cowok rese itu dan tidur bareng dengannya... " batin Zahra
" sumpah kepala ku juga pusing... " Zahra memegang sebelah kepalanya
" sudah... " ujar Zahra cuek dan Zahra pun duduk kembali ketempat tidur
" loe harus tanggung jawab... " ujar Zahra To do points saat Willy baru saja menghadap ke arah Zahra
" hah... tapi sumpah gue GX sadar gue lupa ... " ujar Willy
" gue tidak mau tahu... " ujar Zahra
" jujur gue masih merasa aneh.. kenapa gue tiba-tiba ada di sini sama loe... padahal kemaren kita tidak bertemu sama sekali.. " ujar Willy
" hah.... gue juga sama seperti itu.. "
" kita lupakan saja... "
" apa yang kau bilang barusan lupakan... " teriak Zahra dengan tatapan membunuhnya
" terus ... "
" tanggung jawab... gue bukan cewe murahan ya... jika kau kabur gue laporkan loe ke polisi... " ujar Zahra tegas..
" hah ... kita bahas ini lagi nanti , gue tidak akan kabur... gue sekarang ingin pulang kepalaku sakit... " ujar Willy
" mmmm.... " dan dapat anggukan kepala dari Willy
* *
di tanah air
pink...
suara pesan masuk ke dalam ponsel ayah Dicky
" astaghfirullah... Zahra.... " geram ayah Dicky saat melihat foto yang masuk kedalam pesannya
" ada apa yah... " tanya mamah Yuli
" tidak ada apa-apa mah, tapi kayanya ayah harus berangkat ke Amsterdam yah ada sesuatu yang harus ayah urus di kantor cabang.. " ujar ayah Dicky bohong
" kenapa mendadak seperti itu.. " ujar mamah Yuli
" ia mah maafin ayah yah padahal lagi senang-senangnya mu dapat cucu..." gurau ayah
" iya yah... "
" mah sebaiknya mamah bantu ayah untuk berkemas ayah ingin bertemu dulu dengan hasby ada hal yang arus Ayah bahas bersama nya .. " ujar ayah Dicky dan langsung dapat anggukan kepala dari mamah Yuli
_
" yah aku tahu siapa laki-laki ini .. dia adalah sahabatnya Ara dan Ney yah..." ujar hasby
" sungguh... apa dia berpacaran dengan adik mu.. "
" setau hasby saat di sana justru mereka malah seperti kucing dan anjing yah..."
" hah... ada yang tidak beres.. " ayah Dicky mulai panik
" ayah besok pagi langsung pergi.. " lanjut ayah
" aku akan bersiap juga... " ujar hasby
" tidak... ayah saja kau temani istri mu dan jangan sampai istri mu dan mamah tahu tentang ini... " ujar ayah
" ya sudah ayah hati-hatilah jika ada sesuatu hubungi aku... " ujar hasby
ayah pun pergi meninggalkan hasby yang masih berpikir..
" ada yang tidak beres... " ujar hasby
hasby pun langsung menelpon Roy sahabatnya untuk menyelidiki latar belakang Willy
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih banyak 🙏🤗