ARABELLE

ARABELLE
part 183



" arabelle.... " geram Ney


" jawab mommy siapa itu Alvin ... ? "


" mommy sebaiknya mommy jangan dengarkan Ara mom, Ney GX tau siapa itu Alvin " ujar Ney gugup


" ok , kalau kamu GX mau ngasih tau mommy , mommy akan mencari tahu sendiri... " ujar mommy percaya diri


" apaan si mom, lebih baik mommy turun lagian mommy kan kesini bawa mobil sendiri kenapa Naik mobil Ney si.. " ujar Ney


" aish... iya mommy turun... tapi ingat-ingat ucapan mommy cepat atau lambat mommy pasti akan tahu semuanya " ujar mommy dengan serius


" iya-iya terserah mommy... Ney mau pergi ... dah assalamualaikum... " ujar Ney


" hah... gawat kalau mommy sampai tahu.. bisa-bisa aku langsung dinikahin lagi... kalau aku si tak masalah gimana dengan kak Alvin kan GX mungkin " ujar Ney ambigu


*


" sayang... sudah dong jangan merajuk , maafkan suami mu ini " ujar hasby pada Ara


" mmm.... " Ara hanya menjawab dengan singkat setiap kali suaminya memohon..


" sayang... Hoek... Hoek... " hasby langsung berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi dari dalam perutnya


" sayang.... " hasby langsung kembali ke hadapan Ara dengan tampang yang sudah lemah


" hah... " Ara membuang nafas panjang dan langsung mengelus lembut pipi suaminya


" aku yang harusnya minta maaf.. pasti ini sangat menyiksa bagi mu kan... " Ara mengelap wajah suaminya dengan kerudung yang ia kenakan


" tidak apa-apa sayang... " hasby tersenyum pada Ara dan dapat balasan dari Ara


" sudah GX marah ... " goda hasby


Ara pun menggelengkan kepalanya


" syukurlah, sini peluk .. aku sangat merindukanmu terima kasih ya sayang... " Hasby langsung menarik istrinya ke dalam dekapannya dan langsung mengusap-usap perut milik Ara yang masih rata


" buat Dede sehat-sehat ya... Daddy sayang kalian " hasby langsung mencium wajah ara bertubi-tubi


" Abi stop... geli... " ujar Ara pada suaminya


" Abi ?? Daddy sayang... " ujar hasby


" tapi sayang aku kan bukan seorang ustadz... ilmu ibadah ku juga pas-pasan... terasa tak cocok dengan ku sayang... " protes hasby


" emang harus jadi ustadz dulu baru bisa di bilang Abi oleh anaknya ? "


" ya GX juga si sayang... tapi GX cocok saja sama aku... " gunam Hasby


" pokonya Abi sama umma titik... " ujar Ara


" ia umma sayang, " hasby kembali menarik Ara kedalam pelukannya


" Abi... tapi tak buruk juga ...apa aku harus mulai memanjakan janggut ku atau bulu-bulu halus di wajahku agar dapat nilai plus lagi dan biar mendukung dengan sebutan Abi... " batin hasby tersenyum


" mmm ide bagus juga... tapi geli juga membayangkan nya " hasby langsung memegang wajahnya sambil membayangkan penampilan tokoh ulama yang berjenggot ala-ala orang Arab...


* *


di Amsterdam


entah bagaimana awal mulanya tapi sungguh diluar jangkauan mereka tapi kini Willy sudah berbaring di atas tempat tidur bersama Zahra dengan tanpa pakaian disebuah hotel


ko bisa... ???


Willy mulai bangun dari kesadarannya dengan sedikit pusing di bagian belakang kepala nya


" astaga kenapa kepala ku pusing sekali... " keluhnya dengan memegang bagian kepalanya ia masih belum sadar seutuhnya


" shetttt.... " Willy mulai membuka penglihatannya dengan sepenuhnya tapi karena merasa ada tak beres dengan situasi tempatnya Willy pun menengok ke arah samping karena merasa ada kehidupan di sampingnya


" astaga... apa sudah yang gue lakukan kenapa cewek gila ini bisa ada disini . " ujar Willy ambigu


Willy pun langsung berpikir keras kenapa kita bisa tidur dalam satu kamar


karena merasa terganggu dengan tidurnya Zahra pun langsung membukakan mata nya


betapa kagetnya saat pertama kali membuka mata ternyata ada sosok pria di depannya zahra pun langsung membulatkan matanya dengan sempurna


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen


terima kasih banyak 🤗🙏