
" bangunlah... jangan buat ayah Tambah sedih, ayo bangun... " ayah Dicky membantu Zahra untuk bangun dan langsung menuntunnya untuk kembali duduk di samping ayah nya
" pertemukan ayah sama anak laki-laki itu... " ujar ayah dan Zahra pun langsung menganggukkan kepalanya
Zahra pun langsung mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi Willy untuk segera datang ke rumah nya
*
" sayang kenapa kau terlihat cemas.. " Ujar Ara
" tidak apa-apa sayang , hanya saja aku merasa lemas ... " hasby duduk di balkon
Ara mengusap keringat yang bercucuran di jidat hasby dengan mengunakan kerudungnya
" maaf ya mas... " seraya mengusap keringat hasby
" berhenti mengucapkan itu .. mas tidak apa-apa sayang... " hasby langsung menarik Ara kedalam dekapannya
" mas boleh menanyakan sesuatu tidak.. " ujar hasby
" apa itu ? "
" sudah berapa lama kamu mengenal Willy... "
Ara langsung menengok ke arah Hasby
" kenapa mas menanyakannya.. ? "
" jawab dulu pertanyaan mas " hasby langsung mencubit gemas hidung Ara
" oke...oke... sejak masuk sekolah menengah kami mulai dekat, dia teman pertama cowo ku yang ku anggap seperti sahabat dan saudara.. kalau diingat-ingat lagi kenapa aku bisa dekat dengan nya ya ... ? " Ara tersenyum dan mengingat-ingat nya kembali " dia dulu anak yang sangat nakal di sekolah hal-hal yang dilarang oleh sekolah dia lakukan semua seperti bolos,sering telat, berantem, tugas tak pernah di kerjakan, ikut tawuran , ngerokok dan yang lainnya sampai-sampai satu sekolah sudah tahu wataknya seperti apa bahkan guru saja sudah males berhubungan dengan nya karena hampir setiap hari keluar masuk ruang BK. "
hasby yang melihat Ara menceritakan orang lain sampai begitu panjang lebar jadi sedikit timbul rasa cemburunya
" mas tahu GX dia itu korban broken home .. dia melakukan kenakalan itu semata-mata ia mengeluarkan pemberontakannya terhadap orang tua yang selalu sibuk dengan dunia kerjanya dan tak ada waktu untuk nya .. dan mas harus tahu dia sadar karena mendengar ucapan ku loh dia mau jujur dan terbuka padaku... dan setelah lulus ia memilih meninggalkan tanah air untuk bisa hidup dengan lebih baik di sana dan dia sudah membuktikan itu semua .. "
" stop... aku tak meminta kau menceritakan semuanya kenapa kau jadi semangat banget untuk mengulas nya.. " hasby pun langsung menyubit hidung Ara kembali
" aku kan hanya ingin menceritakan nya padamu.. barusan mas bertanya tentangnya. "
" hah... agar aku bisa tahu kau lah yang berjasa atas kesuksesan sahabatmu itu gitu hah.. aish... "
" tidak ko, abis nya tumben nanya-nanya segala.. bahkan Ney saja tak pernah kau tanya .. "
" kalau Ney tak perlu ku tanya sudah tahu sedekat apa kau dengan nya " batin hasby
" hah... " hasby membuang nafas panjang
" tidak ... tapi apa menurutmu dia dan Zahra mungkin bisa bersama ? " ujar hasby
" ya bisa saja... jodohkan tidak ada yang tau.. mungkin sekarang dia selalu berantem mungkin nanti tidak " ujar Ara
" seperti kita " ujar hasby dengan senyuman mengembang nya
" mmm " Ara menganggukkan kepalanya
"bahkan aku tak menyangka bisa jatuh cinta dengan mu begitu cepatnya... " ujar hasby
Ara yang mendengar itu langsung tersenyum bahagia
" ayo kita masuk , udara nya makin dingin tak baik untuk kesehatan mu.. " ujar hasby dan hasby pun langsung mengangkat Ara kedalam ..
*
kini Willy sudah duduk berhadapan dengan ayah Dicky dan Zahra suasana sudah sangat dingin saat pertama Willy menginjak kan kakinya di rumah itu
" hah kenapa masalah nya menjadi rumit gini... sebenarnya Siapa yang menjebak kami.. " batin Willy
" om , sumpah aku juga tak tahu-tahu apa-apa , aku juga merasa kaget saat bangun-bangun sudah bersama nya... " ujar Willy
"mmm... siapa nama mu.. ? " ujar ayah Dicky menghiraukan ucapan dari Willy
" Willy om... " ujar Willy
" kalian berdua besok ikut aku pulang... kita bereskan masalah ini di rumah kita " ujar ayah
" maksud om ? "
" kau akan bertanggung jawab kan, ?" ujar ayah tegas
" hah, iya om... " Willy melirik Zahra sebentar
" nikahin anak saya segera... ! "
" ayah... " ujar Zahra
" aku tak peduli dengan urusan mu disini pokonya kalian besok ikut aku pulang, dan kalian akan melangsungkan pernikahan di sana dan sebaiknya hubungi pihak keluarga mu segera... '' ujar ayah tegas
dan itu berhasil membuat Zahra dan Willy tercengang dan saling melempar tatapan dengan mata sudah membulat sempurna
☘️☘️☘️