
dret..... dret....dret....
suara getar ponsel milik Ara
" sayang ponselmu terus bergetar dari tadi kenapa kau tidak mengangkat nya.... " tanya mamah Yuli
Ara melihat layar di ponselnya... " paling nomor nyasar mah... biarkan saja.... " ujar Ara
mamah Yuli dan bibi Kitty saling tatap
" aku perhatikan semenjak ia kuliah telpon nya sering kali bergetar " ujar mamah Yuli pelan pada bibi Kitty
" sungguh.... " ujar bibi Kitty
" iya, tapi ia hanya melihat layar ponselnya dan sering ia abaikan " tutur mamah Yuli
" ternyata masih sama, ia pilih-pilih saat berhubungan dengan orang mba... " ujar Kitty
" maksudnya.... "
" maksudnya dengan orang yang ingin mendekat dengan nya , maksudnya seorang pria mba... " ujar Kitty
" ooohh.... " ujar mamah Yuli lega....
Ara sedang asik mengajak main baby Rafa ia sangat senang saat bermain dengan adiknya itu dan ia juga bisa tertawa bahagia dan tenang saat ia memeluk erat tubuh adiknya itu
" kakak sangat merindukan mu ... gembul.... " Ara mencubit gemas kedua pipi Rafa
" aaaa..... aaaoooong.....aaa... " suara ocehan baby Rafa
" aahhh anak pintar..... "
" laaaaallaaaaa..... ooooooo " baby Rafa tersenyum riang seolah-olah ia sedang mengekspresikan kesenangan nya dalam dekapan kakaknya
" gemes-gemes..... cepatlah besar.... " ujar Ara
" Ra.... arabelle..... " panggil paman tedi
Ara pun menghampiri pamannya
" paman ingin menanyakan sesuatu tapi Rafa kasih dulu ke bibi mu ya Ra... dan nanti kau susul paman ke teras " ujar tedi
sebelumnya
tadi siang tedi sedang memimpin rapat di kantornya tapi ia sedikit terganggu dengan isi pesan tentang pemberitahuan pengeluaran Ara yang ia pakai hari ini karena tidak biasanya ponakannya itu mengunakan kartu ATM yang ia berikan ,
" ada apa paman... ? " tanya Ara penasaran karena tedi mengajaknya menjauh dari keluarga nya
" duduk Ra.... " ujar tedi menyuruh Ara duduk di bangku teras depan
" apa paman mengetahuinya kalau aku mengunakan kartu ATM itu ya... pasti ia sudah tahu dan ingin menanyakan nya... " batin Ara
" Ra.... " ujar tedi
tapi belum sempat tedi melanjutkan omongannya Ara sudah memotong nya dengan cepat
" paman Ara mengunakan kartu yang berikan pada Ara , pasti paman ingin ngomongin itu kan " ujar Ara dengan pandangan tertunduk
" mmmm...... paman senang kau mengunakan kartu itu Ra, karena itu hak mu Ra, cuman yang ingin paman tanyakan, kau gunakan uang itu untuk apa Ra ?... karena itu cukup besar... " ujar tedi
" apa uang jajan mu sudah habis... " lanjut tedi
" paman sebenarnya Ara mengunakan uang itu untuk Menganti kerusakan motor yang Ara tabrak tadi pagi... " ujar Ara pelan
" maksudnya kau menabrak orang, terus orang nya gimana ? apa orang nya tidak kenapa-kenapa ? kenapa kau hanya Menganti rugi motor nya saja ?.... terus kau tidak kenapa-kenapa ? apa ada yang sakit ? " runtutan pertanyaan yang diberikan oleh tedi karena merasa kuatir dengan ponakannya
" paman Ara tidak kenapa-kenapa... ? Ara hanya menabrak motor nya saja paman, motor yang sedang terparkir di parkiran kampus ... " ujar Ara
" syukurlah kau tak kenapa-kenapa... terus gimana... "
" Ara bertanggung jawab Menganti semua kerusakan motor tersebut paman dan tak mungkin Ara mengunakan kartu yang diberikan mamah Yuli sedangkan kartu ATM Ara tak sebanyak itu paman... jadi Ara gunakan kartu yang paman berikan ke Ara... "
" tidak apa-apa , paman senang kau mengunakan kartu itu... jika kau membutuhkan sesuatu kau gunakan saja kartu itu... paman hanya merasa kaget saja sekalinya kau gunakan langsung sebanyak itu, dan paman merasa cemas denganmu .... " ujar tedi
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️