ARABELLE

ARABELLE
part 77



" Bu mau kentang 1kg, cabe campur 1kg sekalian teman-temannya a 5rb an saja... " ujar Ara pada si ibu penjual


" ok neng.... bentar ya neng... "


hasby mengikuti Ara dari belakang dengan sekali-kali hasby merasa risih dengan pandangan ibu-ibu yang melihatnya


" apa ada yang aneh dengan penampilan ku " batin hasby sambil sekali-kali merapikan baju dan rambutnya


" aduh maning kasep pisan nya si akang teh.." ujar ibu-ibu


" ia ya Bu kasep pisan , teu kaya salaki urang buleuheuk hhhaaaa " ujar ibu-ibu yang satunya


" kira-kira nikah jeng anak urang daekkeun teu nya , kan lumayan boga minantu NU kasep kaya jiga artis kitu... " saut ibu-ibu yang lainnya


" Ra.... sudah belum... udah banyak nih... " hasby memperlihatkan barang bawaan belanjaannya kepada Ara


" iya sabar sebentar lagi aku mau beli buah dulu... " saut Ara sambil menahan tawanya


karena Ara tau kalau suaminya sudah merasa risih dengan pandangan ibu-ibu yang melihatnya bahkan ada yang menginginkannya menjadi mantu nya dan Ara yang mendengar itu hanya bisa menahan tawanya


" neng Ara...... " teriak seseorang dari arah belakang...


dilihatnya ada seorang pemuda yang sedang tersenyum manis ke arah Ara


" neng arabella, nih akang anaknya pak Yusuf .... Ahmad... " ujar pemuda itu lagi


Ara lama berpikir...


" Ahmad.... syukur lah bisa ketemu lagi dengan mu.... " Ara menjabat tangan milik Ahmad


hasby yang memperlihatkan itu tersenyum kecut


" sudah lama aku tidak melihat neng, apa neng baik-baik saja... "


" aku baik-baik saja , gimana dengan sekolah nya apa berhasil masuk jurusan yang diinginkan... " tanya Ara


" Alhamdulillah aku masuk neng dan mendapatkan beasiswa penuh itu.... dan bahkan sekarang lagi berkunjung di sini karena tau bapak libur kerja nya.... makasih ya neng buat liburnya .... " ujar Ahmad


" ekhmmmmm...... " deheman hasby membuat dua orang yang berada di depan nya menengok ke arahnya


" oohh ia kang aku pamit dulu ya... udah sore... salam buat pak Yusuf ... assalamualaikum.... " Ara pun berpamitan pada Ahmad karena Ara tau pak suaminya sudah merasa jengkel dengan melihat wajahnya saja


" ayo....." ajak Ara


tapi hasby masih saja melihat sosok pemuda yang barusan mengobrol dengan istrinya itu


pemuda itu masih saja melihat ke arah Ara dengan pandangan yang mengagumi


" kau belanja untuk 1 bulan kenapa banyak sekali.... " ujar hasby


" sudah lah pak suami jangan banyak bicara kau goes saja nih sepeda, kenapa lambat sekali ... bisa-bisa kita nyampe rumah adzan magrib... " ujar Ara


" kau berat tau.... "


" kenapa pak suami baru mengeluh sekarang , bukan nya sama saja hanya yang membedakan sekarang kita membawa begitu banyak belanjaan ... " omel Ara


" suruh siapa kau belanja begitu banyaknya... mana berat lagi .... kapan kita nyampe nya " keluh hasby


" berhenti..... " teriak Ara


hasby pun menghentikan goesannya


" kenapa ??? "


" aku mau jalan kaki saja ... kau mengeluh saja dari tadi , kau yang memaksa ikut untuk pergi ke pasar kau juga yang selalu mengeluh sedari tadi.... "


" siapa yang mengeluh... emang benar kau begitu banyak sekali belanja dan emang benar sekarang goesannya tambah berat karena jalan nya yang menanjak... " hasby mengendus kesal


mereka pun berdebat untuk yang pertama kali nya sebagai pasangan suami istri di pinggir jalan karena hal yang sepele


☘️☘️☘️