
" aku penasaran seperti apa kakak ipar ku , dia seumuran dengan ku , kasihan sekali nasibnya diusianya yang sekarang dia sudah harus menikah dan yang lebih-lebih kasian lagi kenapa harus menikah dengan kak hasby.... " ujar Zahra sambil mengotak-atik motor nya
" aku dengar dari cerita mamah dia anaknya baik dan asik semoga saja aku bisa berteman baik dengan nya.... " lanjut Zahra
* *
Ara baru saja mendapatkan telepon dari mertuanya untuk datang berkunjung ke rumah karena saudara perempuan nya hasby sudah kembali dari luar negeri dan memintanya untuk makan malam bersama
" Ney aku harus pulang sekarang.... " ujar Ara
" kenapa ?? ini masih siang.... " jawab Ney
" tidak apa-apa aku harus bersiap-siap untuk berkunjung ke rumah ibu mertuaku.... " bisik Ara pada Ney karena tidak mungkin ngomong langsung karena ada Willy di sampingnya
" kau ingin pergi.... ? " tanya Willy
" iya nih Will... maaf ya kita lanjutkan lagi nanti ya.... aku harus pergi sekarang.... " jelas Ara
" dah cepat kau pergi dan hati-hati ya.... " ujar Ney
" ooohhh..... " Willy hanya ber oh ria
" dah..... assalamualaikum... " pamit Ara pada Ney dan Willy
di apartemen
hasby sedang tiduran di ruang tengah tepatnya di sopa dengan ke adaan belum berganti baju
klek.....
suara pintu terbuka
Ara masuk dan langsung menuju kamarnya untuk Menganti pakaiannya
" aku harus membawa apa ya..... GX mungkin aku ke sana dengan tangan kosong " batin Ara
Ara pun mau menuju ke arah dapur untuk membuat kan ibu mertua nya puding... tapi merasa kaget karena menemukan sosok suami nya berada di atas sopa sedang tidur dengan sepatu yang masih belum ia lepas
Ara pun berusaha melepaskan sepatu suaminya
" kenapa jam segini dia sudah berada di rumah... " ujar Ara
" apa dia sakit... " Ara langsung menyingkirkan rambut suaminya dan langsung mengecek dahinya
" tidak panas.... " ujar Ara pada dirinya
" mungkin dia lelah karena semalaman marah dengan ku.... "
sekepergian Ara hasby langsung membuka matanya dan langsung menegang dahinya dengan pandangan mata menuju ke atas
Ara sedang sibuk di dapur ia tidak sadar dengan kehadiran hasby di sana yang ingin mengambil air
" astaghfirullah.... kau mengagetkan saja .... " Ara memukul kecil lengan milik hasby
hasby yang mendapatkan pukulan kecil itu langsung menatap lekat mata Ara
Ara yang sadar mendapatkan tatapan tajam dari suaminya lebih memilih menghindar
" tunggu.... " hasby menarik lengan milik Ara
" kenapa.... " Ara membalikkan badannya karena tangan nya di tahan oleh hasby
hasby yang tak sadar dengan tingkahnya langsung melepaskan tangan milik Ara dan memilih kembali ke ruang kerjanya
" apa yang aku lakukan.... " ujar hasby sambil menggaruk-garuk kepalanya
" kenapa dia..... ? aneh .... " ujar Ara
Ara sudah menyiapkan puding buah untuk dibawa nya ke rumah mertuanya dan sekarang Ara sedang bingung apa hasby sudah tau dengan undangan makan malam dari keluarga nya
" apa dia sudah tau..... sekarang aku harus apa " Ara duduk sopa yang menghadap ke ruang kerjanya hasby
hasby yang merasa lapar keluar dari dalam kamar dan melihat Ara sedang melamun
hasby melihat di kulkas ada puding 3 tempat dengan ukuran yang berbeda
Ara yang sedang melamun tersadar karena mendengar suara bising di arah dapur
" apa yang sedang kau lakukan ... " ujar Ara
karena Ara melihat hasby sedang berjongkok di depan perabotan dapur
" aku ingin ini tapi aku tidak bisa menemukan alat potong nya " hasby menunjukkan puding buah di kap ukuran kecil
Ara berjalan mendekat ke arah Hasby dan ikut berjongkok di dekatnya
" berikan puding nya pada ku .... "
Ara pun berhasil memotongnya dan menyerahkan sepiring puding buah ke arah Hasby
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️