
sebenarnya Hasby dan Ara belum tau akan diadakannya lamaran secepat ini yang mereka tau hanya akan ada obrolan biasa antara kedua belah keluarga dari keluarga ayah Bayu ya tentang soal perjodohan mereka
sehingga membuat mereka sedikit kaget...
" Sama seperti air yang bisa mengikis batu yang paling keras, keikhlasan juga bisa melembutkan atau meluluhkan hati yang paling dingin. ” batin Ara
" Ara apakah kamu bersedia menerima lamaran ini.... " ucap ayah Dicky
semua orang tertuju pada Arabelle
Roy yang melihat itu kaget dan langsung menutup mulutnya
'' aishhh... bisa-bisanya gue di kerjain.. " langsung melirik hasby
Haris yang melihat itu tersenyum kecut
" gimana nak ... " tanya mamah yuli
" arabelle... '' kali ini paman tedi
" sayang ... " ucap mommy sela dan dapat usapkan lembut di kedua belah tangannya dari mommy dan ney
" bismillahirrahmanirrahim.... Ara bersedia menerima lamaran ini.... " dengan penuh hati-hati
hasby yang mendengar itu langsung menatap ke arah Ara begitu pun ara
" sudah ku duga ini bukan omongan perjodohan biasa tapi lebih tepatnya langsung ngelamar ... " batin hasby
" Alhamdulillah....." ucap semua orang
hasby menghampiri Ara dan memasangkan cincin di jari manis milik Ara
itupun dapat paksaan dari orang tua Hasby
setelah acara itu semua orang asik berfoto-foto dan berbincang-bincang
" aishhh.... kau tega banget bilang dong kalau dia orang yang mau di jodohkan dengan mu... " protes roy
" makanya jadi laki jangan kaya kucing garong " ucap Haris sambil ketawa
" aishhh..... kau samakan aku dengan kucing garong " GX terima dan memukul lengan milik Haris
hasby tidak menggubris omongan Roy dia sedang memikirkan nasib rumah tangga nya kelak
Ara sedang mengambil air di dapur hasby yang melihat itu langsung berdiri dan menghampiri nya
" ekhmmm.... " hasby
" kenapa.... " jawab Ara cuek tanpa melihat
" apa kau sudah tau semua ini....."
" tidak... " jawab Ara tegas
" seandainya kau memiliki seorang kekasih mungkin hidup ku tidak akan seperti ini.... " lanjut Ara
hasby merasa kaget dengan ucapan yang keluar dari mulut Ara
" maksud mu apa.... " memberikan tatapan tajam
" tidak ada maksud.... aku sudah tau semua nya....'' berlalu
" aishhh bisa-bisanya menyuruhku menikah dengan anak ABG yang bau ingusan ... " gerutu Hasby sambil mengusap kasar wajahnya
**
sekolah tinggal menghitung Minggu UN di depan mata dengan setatus tunangan orang cincin yang melingkar di jari manis pertanda pengikat.. entah hidup ku seperti apa kedepannya impian cita-cita mungkin akan terkubur ikut dengan kepergian semua keluarga ku..
tin....tin....
suara telakson motor yang begitu nyaring sehingga membuat dua remaja yang berjalan di pinggir trotoar berhenti
" maaf kang lagi pengen naik bus.... '' ucap Ara dikiranya akang ojeg dan memilih melanjutkan berjalan
" arabelle..... " teriak seseorang dari arah belakang
Ara yang merasa namanya di panggil kembali menengok ke arah sumber suara begitu pun dengan Ney
" astaga.... " ucap Ney kaget
" sebaiknya kau menemuinya... biar aku saja yang mencari keperluan peraktek " lanjut Ney pada Ara
" apa kau tidak apa-apa... " ucap Ara
" ya .... sudah lah cepat sana pergi ... " Ucap Ney
" baiklah... kau hati-hatilah... "
dengan sedikit merasa kaget dan tidak percaya Ara menghampiri motor itu...
" sudah lama semenjak kejadian itu baru ketemu kembali dengan penampilan berbeda semoga dengan sikap sifat yang berbeda juga.... '' batin Ara
setibanya di depan Hasby Ara hanya berdiam tidak berani memulai obrolan
" naiklah... " ucap hasby sambil memberikan sebuah helem kepada Ara
" naik...??.. " menerima helem
☘️☘️☘️