
" mah ...." ujar hasby menghampiri mamanya yang semalam memilih tak pulang ke rumah dan sekarang ia masih betah bergulat dengan selimutnya
" mmm.... " ujar mamah yuli tanpa beranjak dari tempat nya
" Kenapa tak pulang ke rumah.... kenapa tidur di butik... " ujar hasby
" mamah merasa tak punya muka untuk bertemu dengan Zahra maupun menantu ku... " ujar mamah Yuli sedih
" mah... jangan seperti ini , jika mamah seperti ini tambah membuat Ara jadi kuatir maupun curiga... Zahra juga saat ini pasti sangat membutuhkan dukungan dari mamah setidaknya mamah ada di samping nya MH.. jika mamah seperti ini siapa yang menguatkan Zahra.. " ujar hasby seraya mengusap lembut ujung kepala ibunya
mamah Yuli mendengar itu langsung menyembunyikan kepada di balik selimut dan mengeluarkan isi hatinya dengan tangisan
hasby yang mendengar itu langsung memeluk erat tubuh ibunya itu
" mamah GX tau harus berbuat apa, mamah tak sekuat yang kalian kira mamah terlalu takut jika Ara meninggalkan mamah dan Zahra menderita dengan pernikahan nya nanti .... mamah terlalu rapuh jika berhubungan dengan anak mamah.. " ujar mamah Yuli dengan air mata yang terus mengalir di pipinya
" mah , jika mamah seperti ini aku juga ikut sedih MH dan aku juga jadi takut untuk menghadapi Ara MH, mamah harus kuat demi aku dan Zahra mah... "
mamah Yuli bangun dari tidur nya dan langsung menghadapkan wajahnya pada anaknya dengan penampilan yang sudah tak karuan air mata masih mengalir di kedua pipinya ingus yang mengalir diantara kedua lubang hidungnya
" berhentilah menangis .. " ujar hasby seraya menghapus sisa air mata mamah nya
" mamah juga tak tahu kenapa air mata ini tak bisa berhenti juga .. " ujar mamah Yuli
Hasby yang melihat keadaan ibunya seperti itu rasanya hati nya sakit dan pikiran pun menjadi kacau
*
" semalam mamah tak pulang , sebenarnya ada apa dengan mamah akhir-akhir ini aku sering melihat mamah sedih dan mengurung diri di dalam kamar... sebenarnya ada apa ? bukannya harus bahagia karena Persiapan pernikahan Zahra sudah selesai bahkan tinggal menghitung hari ke acara akad... " ujar Ara ambigu
" kenapa hati ini tiba-tiba saja merasa sesak... ? " batin Ara seraya memegang dadanya
Willy pun menghampiri Ara yang sedang bengong
" Ra... " ujar Willy
" aahh.... Will... mau bertemu Zahra ? " ujar Ara
Willy menganggukkan kepalanya sambil menatap raut Ara yang cemas.
" ada apa ? " tanya Willy
" mmm kenapa ? " tanya Ara kembali
" kau yang kenapa ? kelihatan nya sedang cemas... " ujar Willy
" tidak hanya saja .... tidak .. tidak aku tidak apa-apa ko.. " ujar Ara berhenti untuk mengeluarkan unek-unek nya pada Willy
" sebaiknya kau cepat temui Zahra, Zahra ada di dalam kamar nya.. " ujar Ara dan langsung berlalu pergi meninggalkan Willy
" sebenarnya apa yang Ara pikirkan ,apa Ara sudah mulai curiga.... " batin Willy
*
membuka luka lama memang sulit untuk menghadapi nya kadang rasa sedih yang sudah terkubur lama kembali menyeruak ke dalam hati dan mungkin akan menjadi luka baru yang susah untuk dihadapi...
" sayang... " hasby menghampiri Ara yang sedang membaca Alquran..
" shodaqollahul'azim " ara pun menutup Al-Qur'an dan langsung mencium nya
" udah pulang ? "seraya mengambil tangan milik suaminya dan langsung mencium nya dan hasby pun langsung menyambutnya dengan sebuah kecupan manis di kening Nya dan mengusap lembut bagian perut istrinya
diambilnya jas dan tas milik suaminya " mas mau minum... ? " tanya Ara pada suaminya
" tidak... " hasby menghampiri ara dan langsung memeluk nya dari arah belakang
" ada apa ? " tanya Ara kembali
" tidak, aku hanya merindukan mu " ujar hasby dengan perasaan yang tak karuan
" kalau begitu cepat lah mandi dulu... "
" sebentar tetap lah seperti ini sebentar saja... " ujar hasby
ara yang mendengar keinginan suaminya itu pun hanya bisa pasrah
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen
terima kasih banyak sudah mau mampir 🙏🙏