
terkadang memang menghindar bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah
" mah..... " ujar Ara
" sayang... ke marilah...." ujar mamah Yuli
ara pun mendekat ke arah mertuanya yang sedang duduk di atas kasur
" cucu Nene sehat-sehat ya tumbuh berkembang lah dengan baik... Nene sungguh ingin cepat-cepat untuk mengendong mu... " ujar mamah Yuli seraya mengusap bagian perut milik Ara dengan lembut...
ara yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu pun langsung tersenyum senang
" mah... " ara meletakkan tangan miliknya di atas pangkuan mamah Yuli
" iya sayang... " pandangan mereka pun bertemu
" bagaimana kabar mamah, ara perhatikan akhir-akhir ini mamah selalu sibuk dan terlihat murung , apa sedang ada masalah di pekerjaan mamah dan bahkan kemarin malam mamah sampai tak pulang... ara takut mamah sampai Jatuh sakit.... " ujar Ara
mamah Yuli langsung membuang pandangannya sebentar sekedar untuk menenangkan hatinya
di ambilnya tangan milik Ara dan langsung di genggaman nya tangan milik Ara
" mamah tidak apa-apa sayang , mamah hanya ada sedikit masalah di butik tapi sekarang semuanya sudah beres ... mulai hari ini mamah akan ada di rumah tidak pergi ke butik sampai pernikahan Zahra, dan karena persiapan sudah selesai mamah hanya ingin menghabiskan waktu berharga ini untuk bersama Zahra dan kamu sayang... " berusaha berbicara senormal mungkin menyembunyikan perasaan takut di hati nya
" syukurlah... " ara kembali tersenyum
" apa malam ini mau tidur dengan mamah..." ujar mamah Yuli
ara yang mendengar itu langsung menatap ke arah mertuanya merasa tak percaya karena ini pertama kalinya mamah Yuli menyatakan keinginan nya untuk tidur bersamanya
" mamah ingin menghabiskan malam bersama mu dan cucu mamah... " ujar mamah Yuli memohon
" tapi gimana dengan ayah ? ayah akan tidur di mana ? " ujar Ara
" ayahmu bisa tidur dengan anaknya " ujar mamah Yuli tersenyum mengembang
" mmm " mamah Yuli pun menganggukkan kepalanya
" malam ini aku akan tidur dengan menantu ku menghabiskan malam bersamanya dan besok akau akan meminta Zahra untuk menghasilkan malam bersamaku juga sebelum hari itu akan terjadi .. " batin mamah Yuli
-
dua laki-laki ganteng yang sudah beda generasi sedang berbaring di atas kasur satu kamar dengan pandangan mata masing-masing tertuju pada langit-langit kamar
" aish.... " hasby mendesis
hasby mengarahkan pandangannya ke arah ayahnya dan kembali lagi melihat langit-langit
" aish ... ayah kenapa mau ajah disuruh mamah tidur dengan ku... aish... " ujar hasby kesal seraya meletakan tangannya di jidat
" aish.... kenapa kau marah pada ayah , salahkan tuh ibu mu yang mempunyai ide konyol itu .. " ujar ayah Dicky tak mau kalah juga
" aish.... " lagi-lagi hasby mendesis karena merasa tak bisa tidur walaupun tau orang yang di sebelah nya itu adalah orang tua nya sendiri tepatnya sang ayah tapi hasby merasa tak nyaman dan susah untuk memejamkan matanya
" tidurlah... kenapa kamu tak bisa diam " ujar ayah
" aku tak bisa tidur , aku sudah terbiasa tidur sambil memeluk istri ku .. " ujar hasby jujur
" aish ... " ayah Dicky pun langsung memiringkan tubuhnya menghadap ke arah anaknya
" terus ayah bisa apa ? bahkan ayah sudah dua malam tak memeluk ibu mu... jadi kau jangan lebay dan cepat lah tidur..." ujar ayah
" aish ... "
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen