
Ara dan Ney sedang duduk di taman kampus seperti biasa jika ada waktu luang mereka habiskan duduk bersantai di sana
Ney sedang asik dengan ponselnya sedangkan Ara
" Ney.... "
" mmm..... "
" Ney.... "
" ia..... "
" Ney...... "
" ia ada apa si... kenapa.... ? " ujar Ney sewot karena sedari tadi arabelle hanya memangil namanya tanpa melanjutkan ucapannya
Ara kembali terdiam... Ney menatap sahabatnya yang murung merasa heran
" kenapa cerita.... ada apa ? " Ney menatap ke arah Ara
" aku ijin cuti untuk pergi berlibur.... " ujar Ara sedih
" hah.... ko mendadak.... berlibur kemana ? " tanya Ney berturut turut
" Amsterdam.... kamu ikut ya.... "
" hah.... kapan kau pergi... ? "
" besok.... "
" GX bisa , kenapa mendadak gini mau pergi liburan... ? "
" pergi sama siapa ? " lanjut Ney
" berdua sami pak suami... "
" hah.... kalau gitu si ogah gue ikut ... " ujar ney
" Ney.... aku tak ingin pergi... tapi aku merasa kasihan pada ibu mertuaku... " Ara menceritakan semuanya pada Ney
" apa sudah saatnya ya Ney aku menjadi seorang istri seutuhnya... " ujar Ara
" hah.... " Ney membuang nafas kasar
" kamu kan sudah menjadi istrinya dan itu sudah menjadi hak suamimu juga Ra... jika kau menunda-nunda nya terus itu akan menjadi dosa bagi mu Arabelle sayang ... kau kan lebih ngerti dari ku tapi kenapa kau mendadak bego... " ujar Ney
" tapi .... "
" tapi apa.... ? jadi lebih baik kau persiapkan diri untuk malam pertama mu yang tertunda itu... " bisik Ney tepat di telinga Ara sambil tersenyum
" astaghfirullah Ney... " Ara cepat-cepat mendorong tubuh Ara dengan wajahnya yang berubah merah merona
Ney ketawa melihat Ara yang menjadi malu-malu
" aish.... " Ara memalingkan wajahnya
" ku kira kau akan membantuku menjaga kesucianku... " timpal Ara
" wkwkw.... maaf anda ke kecewa tapi aku lebih memilih menjadi aunty..."
* *
hasby pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya mungkin karena dia harus mempersiapkan keperluan untuk berangkat besok
dilihatnya ara sedang berbaring di atas tempat tidur saat dirinya masuk ke dalam kamar
" sudah pulang ... " ujar Ara saat melihat suaminya masuk dan langsung mengambil tangan milik suaminya
" sebentar... " ujar hasby pada Ara saat ingin menyimpan tas kerja milik hasby
" mmm.... " Ara kembali membalikan badannya dan hasby mendekatkan tubuhnya ke arah Ara dan
" cup... " satu kecupan mendarat tepat di kening Ara
Ara yang mendapatkan perlakuan manis itu mendadak jadi patung
" seharusnya seperti itu kan kau mencium tanganku dan aku membalas mencium kening mu... " jelas hasby dengan senyuman devil nya
" hah... " Ara merasa deg deg gan dan memegang jidat nya
hasby tersenyum menang...
" apa kau sudah menyiapkan keperluan mu yang akan mau kau bawa.. " tanya hasby
" ah.... belum... " ujar Ara gugup
" hah.... kenapa aku seperti ini... " batin Ara memegang dadanya
bawa seperlunya saja karena disana pasti mamah sudah menyiapkan semuanya... "
" mmm.... "
hasby melepaskan bajunya di depan Ara memperlihatkan dada bidangnya yang bagus
" hah padahal aku sudah mulai terbiasa dengan itu tapi kenapa akau merasa risih ya kali ini .. " batin Ara
Ara pun langsung pergi meninggalkan kamar padahal ia baru saja menaruh koper nya di atas tempat tidur...
" aku mikir apa si...... astaghfirullah.... " Ara pun tak henti-hentinya beristighfar saat menuruni anak tangga
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan kome