ARABELLE

ARABELLE
part 202



suara adzan subuh sudah berkumandang tapi Ara masih betah dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya...


" sayang bangun nak, sholat subuh dulu nanti di lanjut lagi tidur nya .. " ujar mamah Yuli seraya mengusap lembut bagian pelipis Ara


" mmm .... " ara mengucek kedua matanya dan mengusap lembut bagian perut nya. rasanya berat sekali untuk beranjak dari tempat tidur entah mungkin akibat bergadang Ara merasa tidur nya berkurang , mungkin itu pasti...


" bangun ya nanti tidur nya di lanjut lagi... " ujar kembali mamah Yuli dengan menuntun Ara masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu


setelah melaksanakan kewajibannya Ara pun kembali lagi masuk dalam selimut nya untuk melanjutkan tidur nya yang kurang cukup tapi beda dengan mamah Yuli yang langsung keluar untuk melihat suaminya...


" astaghfirullah... kenapa dia malah tidur disini... ? " ujar mamah Yuli yang melihat anaknya tidur di atas sopa di luar kamar nya


" sayang , bangun sudah subuh... bangun... " seraya menggoyangkan bagian tubuh anaknya


tak berlangsung lama hasby pun langsung membuka kan sebagian matanya


" mah, Ara mana ?... " pertanyaan pertama yang keluar dari mulut hasby setelah bangun tidur saat yang membangunnya bukan sang istri


" bangunlah dan cepat lah ambil air wudhu lalu susul Ara di kamar mamah .. " ujar mamah Yuli


" mmm..... " seraya mengusap lembut bagian wajah nya untuk mecari kesadarannya...


" yasudah mamah mau bangunin ayah dulu......" ujar mamah Yuli


" mmm ... baguslah mah suruh ayah keluar dari kamar ku sekarang juga ...... " ujar hasby seraya berjalan meninggalkan mamah Yuli


hasby membopong Ara pindah dari kamar tidur orang tuanya menuju kamar milik mereka dengan keadaan Ara yang masih tertidur pulas


" sebenarnya apa yang kalian lakukan semalam sampai-sampai kau masih tertidur pulas... " ujar hasby ambigu


" cih.... " ujar ayah Dicky yang melihat hasby membopong tubuh istrinya yang tidur saat berpapasan di depan kamar hasby


" baru juga di tinggal pergi semalam , sudah tak tahan untuk berduaan dengan istri nya dulu saja sok jual mahal ... aish sekarang lihatlah ... " ujar ayah Dicky pada istrinya


" cih.... berisik.... sebaiknya ayah cepat keluar dari kamar ku... " ujar hasby


" ayah... sudah ahh... ayah dulu juga seperti itu... " ujar mamah Yuli


" pagi.... " ujar Zahra


" pagi sayang... " jawab mamah Yuli


" hari ini kau mau pergi kemana ? " ujar mamah Yuli


" fitting baju pengantin... " ujar Zahra singkat


" huh.... " mamah Yuli mengontrol suasana hati nya


" sayang boleh mama ikut dengan mu... " ujar mamah Yuli terpotong karena langkah kaki Zahra tiba-tiba berhenti


" ijinkan mamah ikut dengan mu... " ujar mamah Yuli kembali


Zahra menatap pandangan ke depan dengan tatapan kosong


" mmmm.... " Zahra hanya mengangguk kepalanya


" grep.... " tangan mamah Yuli berhasil memegang tangan milik Zahra anak nya


" maafkan mamah , mamah bukan ibu yang baik untuk mu na mamah tak bisa berbuat apa-apa pada mu saat pernikahan mu menjadi taruhannya mamah hanya bisa melihat mu menikah dengan laki-laki yang tak kau suka dan mamah hanya berdiam saja melihat itu semua... " ujar mamah Yuli sendu dengan tatapan berkaca-kaca


" mah hentikan ini masih di lantai atas aku takut Ara mendengar nya... " ujar Zahra


" Zahra.... " ujar mamah Yuli lirih


" mamah boleh ikut dengan ku... dan sebaiknya mamah bersiap lah..." ujar Zahra cuek


" mmmm .... " ujar mamah Yuli seraya menghapus sisa air mata yang mengalir di kedua pipinya


" kenapa hati ku sakit, aku akui aku bukan lah seorang ibu yang baik untuk anak-anak ku tak ada satu pun dari anak-anak ku yang dekat dengan ku .. tapi dari dulu aku selalu berusaha untuk menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anak ku di sela-sela pekerjaanku .. melihat nya tumbuh dewasa dan satu persatu pergi meninggalkan ku untuk mencapai impiannya aku terima itu aku sadar karena dari awal aku tak terlalu dekat dengan mereka dan saat mereka memutuskan untuk sekolah di luar negeri jauh dari orang tuanya pun aku sadar itu adalah pilihan mereka tapi saat mereka memutuskan untuk berumah tangga menjalani hidup yang sesungguhnya apa aku terlalu egois untuk ikut campur di dalamnya.... " batin mamah Yuli


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen