
Para tentara wanita itu semakin semangat mereka terus terusan menargetkan Cai cai, bahkan sebagian dari mereka juga ada yang menarik anak panah sekali tiga membidikkan ke Cai cai sekaligus.
Cai cai akhirnya sangat puas dengan pencapaian ini, ia menerima serangan itu dengan semangat juga.
Tentara, tetua dan jendral yang melihat pasukan pemanah wanita yang betarung dengan Cai cai membuat mereka merasa tak menyangka pelayan pelayan lemah yang pandainya hanya memasak dan bersih bersih kini menjadi sangat kuat dan hebat.
Mereka tidak mau menganggap remeh lagi pada pelayan wanita ini.
"Aku juga ingin di latih langsung oleh nona Cai cai" ucap para tentara yang bergosip gosip di belakang. Mereka sangat iri pada para wanita itu.
"Aku semakin menyukai nona cai cai.. dia adalah idolaku"
"Bukan hanya sangat cantik, tetapi juga sangat hebat"
Lan yizhan mendengar gosippan dari depannya membuat kupingnya panas.
Lan Ziyan juga mendengar gosipan itu ia bukan makin panas malah semakin bangga pada mamanya.
Tentara wanita itu menyerang Cai cai hingga anak panah yang tersedia di punggung mereka habis. Nafas mereka juga tersenggal senggal kelelahan.
Lan yizhan yang masih menggedong putranya berseru memerintahkan untuk berhenti latihannya.
Para tentara wanita itu bersyukur Lan yizhan menghentikan latihan ini, jika tidak mereka mungkin akan mati di tempat sekarang juga di buat Cai cai.
Cai cai turun dari atas ia menghela nafasnya melihat Lan yizhan, padahal hari ini Cai cai sangat terniat sekali melatih mereka sampai benar benar hebat.
"Mama.. " panggil putranya.
Cai cai menoleh ia berjalan menghampiri anaknya.
"Benarkah? sepertinya aku hanya mengeluarkan kekuatan ku 25% tadi" jawab Cai cai melihat ke arah pedangnya tanpa merasa bersalah ia malah menganggap itu hanya pemanasan saja.
Lan Ziyan mendengar itu menelan ludahnya "Mama.. sangat mengerikan" gumannya tanpa sadar, Cai cai belum menyarungkan pedangnya ia tidak melihat situasi dan kondisi berucap seperti itu.
Lan yizhan yang mendengar itu menepuk dahinya, seharusnya mengatakan seperti itu tidak tepat langsung di depan orangnya. Lagi pula Cai cai masih memegang pedang, suasa hatinya juga belum kembali stabil masih terbawa suasana latihan. Itu membuat Lan yizhan pasrah dengan keadaan selanjutnya apa yang akan terjadi.
Melihat wajah ayahnya yang aneh Lan Ziyan bingung "Yah tadi mama sangat mengerikan kan? " tanyanya sekali lagi tanpa tau muka ayahnya yang sangat sulit di artikan sudah.
Lan yizhan siap mati sekarang!
Cai cai membesarkan matanya dengan sempurna melihat tajam ke Lan yizhan. Lan yizhan yang pasrah ia hanya tersenyum getir.
"Cai-jie.." panggil Rounan dari belakang.
Lan yizhan menghembuskan nafasnya dengan legah, Akhirnya Lan yizhan terselamatkan dari amukan Cai cai.
"Nan'er.." sapa Cai cai berbalik badan.
"Cai-jie sangat hebat" ucap Rounan mengacungkan jempolnya kepada Cai cai.
"Ini semua juga berkat bantuan obatan yang kau racik sendiri Nan'er" Sahut Cai cai yang merasa sangat berterima kasih pada adik perempuannya ini. Karena obat yang ia buat, semua orang sekarang memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Di bandingkan dengan sebelum sebelumnya ini adalah pencapaian yang sangat sempurna.
"Cai-jie berjanjilah setelah si kecil ini terlahir di dunia ini, kau harus melatihku secara langsung" minta Rounan dengan tatapan serius. Rounan benar benar sangat mengidolakan kakaknya ini.
Cai cai menyarungkan pedangnya. Setelah pedangnya terasa aman di rumahnya Cai cai mengusap usap dengan lembut perut buncit Rounan " Bayi kecil, lihatlah ibumu yang manis ini, baik baiklah di dalam sana dan cepat lah segera keluar" guman Cai cai merasa lucu dengan kalimat terakhirnya. Cai cai bukan tak tau kapan waktunya keluar tetapi ia memang sangat menantikan bayi Rounan.
Cai cai penasaran bagaimana wajahnya, jika kali ini juga mirip dengan Lan yizhan hmm.. Cai cai pasti akan sedikit kesal pada suaminya itu mengapa ia sangat serakah tentang masalah wajah. Ibunya yang mengandung sembilan bulan lebih malah wajahnya tidak mirip dengan ibunya sedikit pun.