Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Keluargaku Semangatku



Lan yizhan berjalan dilorong ruangan mendengar suara canda tawa seorang ibu dan anaknya di dalam kamar. Lan yizhan membuka kenop pintu kamar itu dengan lembut, senyuman bahagia terpancar dari bibirnya melihat kedua orang tersayangnya ini.


"Bolehkah aku ikut bermain?" ucap Lan yizhan dari balik pintu berjalan masuk mendekati anak dan istri tersayangnya yang tak menyadari Lan yizhan masuk ke dalam kamar.


Cai cai dan Lan Ziyan menoleh ke sumber suara "Ayah... " panggil Lan Ziyan yang berdiri semangat menghadap ayahnya.


Lan yizhan mengulurkan tangannya mengacak rambut Lan Ziyan dengan lembut " Putraku.. " jawabnya.


"Ayah? aku belum mengantuk, bagaimana jika kita berjalan jalan diluar?" minta Lan Ziyan dengan puppy eyesnya menatap mata Lan yizhan.


Lan yizhan tak tahan melihat gemasnya Lan Ziyan memasang wajah seperti itu, ia melirik ke Cai cai. Cai cai berdiri, juga ikut menghadap Lan yizhan ia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, tetapi hanya sampai pukul 10. Oke. " jawab Lan yizhan yang tak bisa menolak keinginan dari anak istrinya.


Mereka pun pergi keluar untuk berjalan jalan, Lan yizhan melihat ekspresi wajah Lan Ziyan yang sangat bahagia " Er'Zi.." panggil Lan yizhan.


Lan Ziyan menoleh kebelakang, "Ayah akan menggendong mu" ucap Lan yizhan yang mengangkat Lan Ziyan agar duduk di punggung nya.



Tangan kiri Lan yizhan memegang kaki kecil Lan Ziyan agar tidak jatuh dan tangan kanan Lan yizhan meraih tangan Cai cai. Menghabiskan malam terakhir di kota ini dan menikmati malam yang indah ini, Lan Ziyan tersenyum sangat bahagia.


Orang orang yang berada di jalan kota ini melihat satu keluarga yang sangat bahagia ini juga ikut turut bahagia, entah mengapa mereka melihat ke harmonisan dan kebahagiaan ini membuat mereka sedikit iri didalam hatinya.


Lan yizhan melihat di depan mereka ada yang berjualan mainan seusia Lan Ziyan " er'Zi apakah kau ingin itu? " tanya Lan yizhan menunjukan ke arah toko mainan.


"Ayah aku lebih suka itu.. " jawab Lan Ziyan tangannya menunjuk ke arah toko senjata. Cai cai melihat ke arah tunjuk Lan Ziyan "Senjata? " guman Cai cai.


Lan yizhan melirik ke atas arah tunjuk tangan Lan Ziyan, "Hmm.. Senjata ya?" ucap Lan yizhan terdiam sebentar. "hmm.. baiklah ayo kita kesana.. " lanjutnya dan pergi kesana. Cai cai melihat ini hanya menghelah nafasnya dan menggelengkan kepalanya.


Mereka pun masuk ditoko senjata, mata Lan Ziyan berbinar binar melihat pedang dan busur indah di sana.


"Pilihlah yang kau suka" ucap Lan yizhan.


"Tidak, ayah dan mama saja yang pilihkan untuk Ziyan" jawab Lan Ziyan yang tau jika pilihan orang tuanya pasti itu yang terbaik.


"Baiklah, mama akan memilihkan untuk er'Zi" sahut Cai cai memilih milihkan pedang dan busur yang terbaik untuk Lan Ziyan.


Pedang dan busur sudah kebeli dan mereka pun pergi dari toko itu, "Tunggu sebentar." ucap Cai cai kembali ke toko senjata itu.


Lan yizhan dan Lan Ziyan melihat ke arah perginya Cai cai "Kenapa mamamu kembali ke toko itu lagi?" gumannya.


"Mungkin ada yang tertinggal ayah.. " jawab asal Lan Ziyan. "Mama sudah kembali ayah.. " tunjuk Lan Ziyan ke Cai cai yang berjalan menuju mereka.


Lan yizhan melihat bungkusan pedang orang dewasa di tangan Cai cai "Itu? " tanya Lan yizhan melihat ke tangan Cai cai.


"Aaa.. ini pedang untuk Nan'er, pedang ini terlihat sangat cocok untuknya" jawab Cai cai tersenyum melihat ke arah pedang yang ia baru beli.


"Siapa bibi Nan'er itu ma? " tanya Lan Ziyan penasaran.


Sambil berjalan arah pulang Cai cai menjelaskan siapa Rounan " Itu adalah ibu muda kamu er'Zi, nama Ibu mudamu Rounan ia sangat cantik dan sangat baik, nanti jika er'Zi jumpa dengannya pasti er'Zi menyukainya." ucapnya.


Lan Ziyan menaikan alisnya sebelah ia menunduk melihat wajah Lan yizhan " Cantik mama atau ibu muda ayah? " tanya jahil Lan Ziyan untuk ayahnya.


Lan yizhan spontan menjawab tanpa ragu ragu "Mamamu Ziyan" ucap Lan yizhan melirik ke Cai cai menyeringai.


Cai cai mencubit lengan Lan yizhan dengan geram. Lan yizhan meringis menahan sakit cubitan di lengannya.


Gerbang Klan Zhang sudah didepan Lan yizhan mengalihkan pembicaraan "Hmm.. akhirnya sudah sampai, ayo kita segera masuk dan istirahat." ucap Lan yizhan berjalan mendahului Cai cai.


Kedua tangan Lan yizhan memegang kaki Lan Ziyan yang masih berada di atas bahunya "Terbang... ayo kita segera tidur.. " ucapnya dengan langkah yang cepat masuk ke Klan.


Cai cai melipat kedua tangannya di atas dada, ia melihat tingkah ayah dan anak itu dari belakang hanya menggelengkan kepalanya tersenyum manis. Lan yizhan melupakan status dirinya sebagai Raja, didepan Lan Ziyan dan Cai cai ia adalah hanya seorang ayah dan suami yang sangat mencintai dan menyayangi anak istrinya ini.


Cai cai membuka pintu lalu masuk kedalam kamar, perlahan ia berjalan melihat anak dan ayah ini yang sudah terbaring nyaman diatas kasur, Cai cai mencuci mukanya setelah itu naik ke atas kasur dengan hati hati tanpa suara apapun takut akan membangunkan Lan yizhan dan Lan Ziyan ia pun membaringkan tubuhnya. Posisi mereka saat ini Lan yizhan dan Cai cai di samping kanan dan kiri sedangkan Lan Ziyan berada ditengah tengah kedua orang tuanya.


Cai cai menyampingkan tubuhnya menghadap ke anak dan suaminya, Cai cai memperhatikan wajah tidur Lan yizhan dan Lan Ziyan yang sama persis. Sudut bibir Cai cai tertarik melukiskan senyuman "Kalian adalah harta yang paling berharga untukku, kejadian di masa lalu tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan. Siapa pun orang yang ingin memisahkan kita, aku adalah orang pertama yang akan menghadapinya! siapa pun itu, baik dari keluarga ku mau pun orang lain. Kebahagiaan dan kebersamaan ini akan menjadi selama lamanya." ucap Cai cai di dalam hatinya.


Ia masih sedikit trauma oleh ayahnya yang memisahkan Cai cai bukan dengan Lan yizhan saja namun juga dengan anaknya, darah dagingnya sendiri sampai bertahun tahun lamanya. Itu adalah kejadian yang sangat menyakitkan baginya seumur hidup itu akan tetap ada di ingatannya.


Cai cai sudah siap dengan apapun yang terjadi di masa depan, ia akan menjadi lebih kuat dan tidak lemah dari sebelum sebelumnya. Demi keluarganya Lan yizhan dan Lan Ziyan.