Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Kebimbangan Cai Cai



"Putramu?" ucap ulang Xiao Shunxi.


Xiao Shunxi menghelah nafasnya santai " Jadi dia juga masih hidup ya.. " gumannya dengan tersenyum mengejek.


"Cai cai kembali lah ke Klan, jika kau kembali dan meninggalkan pria ini. Aku akan menyudahi ini semua. Ibumu juga tidak perlu bertarung melawanku" ucap Xiao Shunxi menegosiasi kepada Cai cai.


"Dimana ibu?" tanya Cai cai yang cemas Xiao Shunxi menyinggung ibunya.


"Ibumu.. hmm, sebelumnya dia tidak pernah berani melawanku. Karena dia! " Tunjuk Xiao Shunxi pada Lan yizhan.


"kalian semua tidak lagi mendengar ucapan ku, malah sebaliknya ingin melawan!!!" lanjut ucapannya.


Lan yizhan yang sudah geram ia mengepalkan tangannya dengan kuat, matanya penuh dengan dendam dan rasa ingin membunuh.


"Jika kau dan ibumu tidak kembali, jangan salahkan aku semakin banyak nyawa yang berjatuhan" ucap Xiao Shunxi tertawa kecil melirik Lan yizhan menyeringai.


Lan yizhan tidak tahan lagi melihat Xiao Shunxi ia menyuruh pasukannya untuk menyerang. Xiao Shunxi melihat itu hanya tersenyum tipis, ia menyuruh pasukan silumannya untuk maju.


Xiao Shunxi masuk ke dalam kerajaan, Cai cai dan Lan yizhan ikut melawan pasukan siluman.


"Putranya? Dimana mereka menyembunyikannya?" ucap Xiao Shunxi masih memikirkan perkataan Cai cai tentang putranya yang masih hidup.


Xiao Shunxi memasuki kerajaan ia berjalan ke kamar dimana Xiao mei terbaring lemah. Xiao Shunxi masuk dan duduk di samping kasur Xiao mei, ia mengelus elus pucuk kepala Xiao mei dengan lembut dan penuh dengan kerinduan.


Xiao Shunxi menghelah nafasnya " Istriku aku merindukan keluarga kita yang dulu".


Wajah Xiao Shunxi tiba tiba menggelap mengingat semua gara gara kedatangan Lan yizhan mereka semua berubah, terutama dengan Cai cai yang dulunya sangat menuruti semua kata ayahnya dan sekarang ia telah membangkang padanya.


Xiao Shunxi harus lebih tegas ia akan membawa Istri dan anaknya kembali ke atas bagaimana pun caranya mereka harus di bawa ke Klan Xiao.


*******


Pasukan Cai cai dan Lan yizhan sudah berhasil memasuki kerajaan, di dalam kerajaan ini pasukan siluman juga masih banyak di tambah dengan pasukan Klan Xiao sendiri yang di bawa langsung oleh Xiao Shunxi.


Cai cai melihat orang orang dari Klan Xiao sedikit ragu untuk menyerang bagaimana pun juga pasukan itu adalah orang Klannya sendiri, ia ingin menyerangnya tapi takut untuk melukai.


Lan yizhan yang melihat keraguan di wajah Cai cai ia memberi kode agar pasukan Lan Cheyuan datang untuk membantu.


Beberapa menit setelah kode di luncurkan oleh Lan yizhan, pasukan Lan Cheyuan muncul dengan penuh semangat mereka mulai bertarung.


"Dimana pemimpin mereka?" tanya Lan Cheyuan pada Lan yizhan.


Lan yizhan menggelengkan kepalanya "Kemungkinan mereka berada di dalam" jawab Lan yizhan tetapi pandangan Lan yizhan masih ke Cai cai.


Cai cai melihat kedua pasukan yang seharusnya beraliansi bersama dan sekarang harus saling membunuh. Klan Xiao sudah banyak yang tewas dan sebaliknya juga pasukan Klan Lan.


Lan yizhan berjalan ke samping Cai cai memegang bahunya " Sayangg.. " panggil Lan yizhan dengan pelan.


Cai cai menoleh dengan berlinang air mata "Hanya dua cara menghentikan semua ini" guman Cai cai.


"Pertama, kita harus membunuh ayahku. Cara kedua aku ikut kembali ke Klan Xiao" ucap Cai cai yang membuat wajah Lan yizhan panas, apa yang di pikirkannya benar Cai cai mengucapkan kata kata itu.


"Jika itu harus membunuh ayahmu aku akan membunuhnya, asal kau tidak kembali bersamanya ke Klan Xiao." jawab Lan yizhan dengan penekanan kata katanya yang cukup jelas.


Cai cai semakin sedih, ia tau Lan yizhan sangat membenci ayahnya tetapi anak mana yang tega melihat ayah kandungnya sendiri di bunuh didepan matanya.


Lan Cheyuan melihat kedua orang ini yang tak sabar ia segera masuk kedalam kerajaan mencari Xiao Shunxi.


Baru beberapa langkah ia ingin masuk pasukan Siluman sudah menghadangnya. Kali ini para jenderal siluman yang datang dari dalam Kerajaan. Lan Cheyuan terkejut karena melihat masih banyaknya para siluman yang menjijikkan ini dan ini semakin merepotkan dari para pasukan biasa yang di depan tadi.


Lan Cheyuan menoleh kebelakang " Adikku... liatlah kemari, para siluman ini semakin banyak" gerutu Lan Cheyuan mengerutkan dahinya.


Lan yizhan dan Cai cai melihat ke arah Lan Cheyuan, Lan yizhan menghela nafasnya dengan kasar ia berjalan ke samping Lan Cheyuan.


Para jenderal siluman itu langsung menyerang Lan yizhan dan Lan Cheyuan dengan santai tapi kejam membantai para musuh di hadapannya dengan beringas.


Cai cai yang melihat Lan yizhan dan Lan Cheyuan sibuk dengan musuhnya ia dengan hati hati menyelinap masuk ke kerajaan ingin menjumpai ayahnya dan mencari dimana ibunya.


Cai cai dengan hati hati masuk tanpa di ketahui oleh pasukan Klan Xiao dan para siluman yang berjaga di dalam kerajaan. Jika ada pasukan dan siluman yang menghadangnya ia langsung membinasakannya sekali tebas.


Cai cai memeriksa semua ruangan di dalam, ia tidak melihat adanya ibunya disana. Cai cai berjalan ke arah kamarnya dan pintu sedikit terbuka ia mengintip ke dalam ternyata disana ada ayahnya yang sedang menjaga ibunya terbaring di kasur.


Cai cai melihat perlakuan ayahnya yang dengan lembut membelai pucuk kepala Xiao mei, ia juga melihat Xiao Shunxi memandang Xiao mei dengan tatapan kerinduan.


Cai cai menangis melihat kedua orang tuanya ini. "ayah.. ibu..." gumannya pelan yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri.


"Heii kau!!! " ucap orang dari belakang Cai cai, Cai cai tanpa menoleh ia kabur dan bersembunyi.


Xiao Shunxi yang mendengar suara teriakan tadi menoleh ke belakang melihat ke arah pintu.


"Maaf tuan" ucap salah satu prajurit Klan Xiao pada Xiao Shunxi.


"Ada apa? " tanya Xiao Shunxi penasaran.


"Tadi ada seorang wanita yang sedang melihat tuan dari balik pintu tuan.." jawab prajurit itu dengan jujur.


Xiao Shunxi menghelah nafasnya "Biarkan saja, kau panggil teman temanmu semua habisi orang orang diluar itu" perintah Xiao Shunxi.


"Tapi tuan, jika kami semua pergi kesana siapa yang menjaga tuan dan nyonya disini tuan" prajurit itu terlihat khawatir pada tuannya ini.


"Aku bisa melindungi diriku, tanpa perlindungan darimu!!!" jawab Xiao Shunxi berdiri dari duduknya.


Prajurit itu tidak berani berbicara lagi ia pamit dan mengajak semua penjaga di dalam kerajaan untuk ikut dengannya.


Xiao Shunxi berjalan ke pintu ia membukanya dengan lebar "Hmm.. keluarlah nak, penjaga sudah tidak ada disini" guman Xiao Shunxi sedikit keras agar terdengar Cai cai yang sedang bersembunyi.