
Cai cai mencari keberadaan tempat Harimau putih itu ia mencari jejaknya seorang diri sampai berminggu minggu lamanya, setelah kejadian tadi Cai cai pergi meninggalkan Lan yizhan bersama Gu nian nian.
Cai cai memperhatikan batang pepohonan ternyata dia menemukan bekas seperti cakaran, ia yakin pasti itu adalah cakaran harimau itu, dia menuju arah itu. Berjalan sudah beberapa jam Cai cai tidak menemukan jejak yang lain selain sumber mata air dan air terjun, airnya sangat jernih tempatnya juga sangat cantik dan nyaman Cai cai berjalan memeriksa sekelilingnya ia menemukan sebuah Goa. Cai cai masuk kedalam dengan hati hati walaupun tempat ini seperti belum di sentuh manusia tapi apa salahnya jika Cai cai berhati hati bersiap siaga mana tau ada serangan yang tiba tiba datang. Di dalam goa itu sepertinya tidak ada apa apa Cai cai semakin masuk kedalam dan masuk lebih jauh kedalam, gelap sangat gelap namun di depan jalan dia melangkah ada satu titik cahaya kecil tapi semakin ia masuk kedalam cahaya itu semakin membesar ia melangkah dengan sedikit cepat setelah sampai di titik utama Cai cai terkejud melihat yang dilihat dia adalah seperti pintu untuk ke alam lain dimana tempatnya lebih dingin dan yang membuat Cai cai tak percaya dia melihat tempat ini adalah tempat yang dicarinya Rumah dari Harimau putih itu, harimau putih dari kecil hingga yang besar berada disini "Bagaimana aku melawan sebanyak ini"
Cai cai memperhatikan sekeliling dimana tanaman yang ia cari, dia melihat ada tempat yang sangat dilindungi oleh para harimau itu "pasti itu tempatnya "
Cai cai mengendap ngendap di balik bebatuan sesekali harimau itu seperti mencium bau manusia jadi mereka sudah waspada, sebenarnya Cai cai tidak mau membunuh harimau yang tidak bersalah ini jika bisa dia menghindarinya dia akan milih pilihan itu namun jika tidak bisa dihindari apa boleh buat. Hari sudah semakin gelap Cai cai belum ada tanda tanda penyerangan harimau harimau itu juga sudah mengendurkan kewaspadaannya Cai cai cukup lega dia tinggal menunggu harimau ini untuk terlelap tidur dan dia akan bereaksi.
2 jam sudah berlalu harimau harimau ini satu persatu mulai tertidur, setelah tertidur semua Cai cai berusaha berjalan tanpa menimbulkan suara perlahan-lahan dan benar tebakan dia ginseng ini berada disini ia memetik daunnya dan menciumnya ternyata ini bukan ginseng yang ia cari ginseng ini berusia 500 tahun namun seperti biasa dia tetap mengambilnya pasti dia akan membutuhkannya suatu saat nanti. Cai cai berbalik ingin pergi namun tanpa sadar ia memijak ranting pohon yang membuat beberapa harimau itu terbangun.
Cai cai sadar akan itu dia lari dengan cepat harimau harimau itu mengejarnya.
" Sialann!!! " umpatnya
Cai cai mau tak mau mengeluarkan pedangnya dan mengacungkannya, dengan keroyokan harimau harimau itu menyerangnya sekuat tenaga Cai cai menghindari agar tidak membunuh harimau itu dia hanya mengelak elak berjalan mundur mencari pintu yang ia masukin tadi. Cai cai berusaha melangkah mundur dengan cepat tetapi ada satu harimau atau bisa di katakan ini adalah raja dari harimau harimau putih ini berbadan sangat besar menunjukan taring lancipnya menerjang ke arah Cai cai, Cai cai sudah hampir sampai di pintu itu tapi harimau itu mencapai ke kaki Cai cai dan mencakarnya Cai cai dengan sigap mengeluarkan panahnya dan menarik anak panahnya ke dada harimau itu. Harimau itu terjatuh dan Cai cai berhasil kabur.
Cai cai memanahi pingir Goa Goa itu agar pintu itu bisa tertutup supaya harimau itu tidak dapat mengejarnya lagi. Pintu akhirnya tertutup Cai cai menghela nafas lega ia melihat ke kakinya darah sudah merembas keluar Cai cai meringis menahan sakitnya dia berusaha berjalan keluar goa. Setelah keluar dari goa itu Cai cai tidak kuat lagi untuk berjalan ia duduk bersandar di bawah pohon merobek pakaiannya mencoba untuk membalutnya, cakaran harimau itu beracun sehingga luka yang ada di kaki Cai cai sudah membiru dia berusaha sekuat tenaga membalutnya setelah selesai Cai cai merasa pusing pandangannya kabur semakin lama semakin kabur dan akhirnya dia jatuh pingsan.
_______________
"Kemana dia pergi" Lan yizhan mencari keberadaan Cai cai setelah Cai cai pergi Lan yizhan juga pergi meninggalkan Gu nian nian dan teman temannya. Lan yizhan mengikuti jejak Cai cai namun sudah tertinggal jauh, Lan yizhan mencari Cai cai dari atas pohon dia meloncat loncat dari batang satu ke satunya namun sejauh ini dia belum menemukannya. Lan yizhan memutuskan untuk berhenti beristirahat dia mendengar suara air dia berjalan menelusuri dan ia menemukan mata air dan air terjun yang indah.
Lan yizhan mengambil air itu dan meminumnya setelah selesai dia ingin pergi namun dia melihat ada seseorang tidak tau sedang tertidur atau pingsan dia mendatanginnya dengan terkejud " Cai cai!! " Lan yizhan melihat balutan luka di kaki Cai cai
"luka ini? " perlahan dia mulai membuka melihat bekas cakaran harimau namun karena sudah terlalu lama luka itu membiru sudah sampai dengkulnya.
Lan yizhan karena tinggal di bumi dia tahu daun apa yang bisa menahan racun ini agar tidak menyebar keseluruh tubuh, dia mengambil beberapa lembar daun dan mengunyah terus mengeluarkannya meletakan ke bekas cakaran itu tadi. Wajah Cai cai sudah memucat tubuhnya juga sudah mulai dingin Lan yizhan panik tidak tau harus bagaimana lagi. Sekarang mereka sudah sangat cukup jauh dari Akademi jadi tidak memungkinkan untuk membawanya kembali, Lan yizhan berpikiran buntu menggedong Cai cai ala bridal stylenya terbang ke batang pohon melompat lompat dengan kekuatan penuh Lan yizhan dengan cepat tidak tau arah tujuan Lan yizhan bergerak terus maju kedepan mengikuti aliran mata air itu, karena disetiap aliran mata air itu pasti akan ada penduduk yang berada disitu entah berapa lama dia bergerak. 3 hari pun berlalu ia belum juga menemukan penduduk Lan yizhan sangat cemas akan Cai cai setiap 3 jam sekali Lan yizhan menukar kunyahan daun yang ada di luka Cai cai dengan yang baru, kekuatan Lan yizhan sudah hampir habis dia tidak putus asa tetap membawa Cai cai untuk maju kedepan.
Malam hari, Lan yizhan menemukan cahaya api didepan dari atas pohon Lan yizhan melihatnya " Akhirnya " Lan yizhan melihat ke Cai cai dengan senyuman hangat, Lan yizhan melompat dan sampai disana.
Para penduduk yang melihat kedatangan Lan yizhan ingin menyerangnya dengan cepat dia berkata " Aku bukan musuh, aku hanya ingin meminta pertolongan untuk menyelamatkan...," Lan Yizhan menjeda sebentar melihat Cai cai dan melanjutkan ucapannya "Istriku.. "
Para penduduk melihat ke Cai cai yang ada di pelukan Lan yizhan pun tidak waspada lagi seorang warga maju mendatangin Lan yizhan " Apa yang terjadi dengan istrimu?"
Lan yizhan menjawab " Dia terkena cakaran Harimau Putih "
"Sudah berapa lama?!! " tanya penduduk itu dengan terkejut
"Kurang lebih 5 hari" jawab Lan yizhan
"Apa!!! " jawab penduduk itu
"Cepat bawa dia kedalam" lanjut kata penduduk itu. Lan yizhan membawa Cai cai memasuki perkampungan.
Penduduk itu mendatangi seorang wanita dan berbicara berdua menjelaskan apa yang terjadi pada Cai cai, penduduk wanita itu melangkah menuju Lan yizhan dan melihat luka di kaki Cai cai. Setelah melihatnya penduduk wanita itu menggelengkan kepalanya " Dia sekarat ".
Lan yizhan membelalakan matanya " Tidak mungkin! "
"Kau suaminya seharusnya kau tau apa yang harus kau lakukan" ucap wanita itu
Lan yizhan bingung, kalau dia tahu mengapa dia mencari pertolongan.
"Maksudmu?" jawab Lan yizhan.
"Bawa dia kedalam" ucap wanita itu dan Lan yizhan membawanya.
Lan yizhan meletakan Cai cai di tempat tidur, wanita itu mendekat memeriksa tubuh Cai cai dia menarik baju dan melihat perut Cai cai sudah mulai membiru, racun itu sudah sampai di perutnya. Lan yizhan melihat itu terkejut " Ke.. kenapa bisa menjalar secepat itu" gumannya tak percaya.
"Jadi apa yang harus ku lakukan untuk menyembuhkannya" balas Lan yizhan.
" Hanya dua cara "
Segera menatap Lan yizhan menjawab "apa itu!"
"Kau adalah suaminya jika kalian berhubungan badan mungkin itu bisa menghambat racun itu keseluruh tubuhnya" ucap wanita itu santai
Ekspresi aneh muncul di muka Lan yizhan, mukanya memerah merasakan kata kata yang diucapkan wanita itu.
"Bagaimana dengan cara yang kedua?" ucap Lan yizhan sedikit ragu ragu
"Air mata naga" jawabnya.
"Air mata naga? Dimana aku bisa mendapatkannya!? " tanya Lan yizhan
Wanita itu menyipitkan matanya menyelidik Lan yizhan dan bertanya " Kenapa susah payah mendapatkan itu, apa jangan jangan kau berbohong kalau dia ini adalah istrimu? "
Lan yizhan menegang dan akhirnya menghelah nafas dia menggelengkan kepalanya.
"Siapa dia?" tanya wanita itu menunjuk Cai cai
"Kenalan, tidak. mungkin bisa ku katakan dia adalah teman" ucap Lan yizhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Tapi kau menyukainya " balas wanita itu. Lan yizhan batuk ringan dengan susah payah dia menahan akhirnya dia mengangguk. Wanita itu senyum tipis melihat Lan yizhan.
"Kecantikannya sangat beda dengan orang orang biasa, dia penuh dengan pesona dan dia juga cukup kuat. Aku yakin jika ini terjadi pada orang lain pasti orang itu sehari atau dua hari sudah meninggal, tapi lihatlah dia sudah 5 hari namun dia masih bertahan" ucap wanita itu salut melihat Cai cai.
Lan Yizhan mengangguk setuju.
"Kau tidak salah memilih orang" ucap wanita itu pada Lan Yizhan.
Wajah Lan Yizhan sedikit memerah dia mengubah topik pembicaraan "Dimana aku bisa mendapatkan air mata naga itu? "
"Di seberang hutan ini ada sebuah gunung, kau bisa mendapatkannya disana" jawab wanita itu
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan?" tanya Lan Yizhan
"aku akan memberikannya obat penahan penyebarannya, kau bisa pergi besok pagi, dan kau harus segera kembali secepatnya".
Lan Yizhan mendengarkannya dengan seksama lalu mengangguk.
Wanita itu melihat Lan Yizhan yang penuh percaya diri " Namun kau harus berhati hati kurasa kau dan naga itu memiliki perbedaan kekuatan yang sangat jauh"
"Aku yakin aku bisa mendapatkannya dengan caraku sendiri" balas Lan Yizhan.
"Baiklah anggap saja seperti itu" ucap wanita itu mengambil obat di lemari dan meminumkannya pada cai cai.
Wanita itu yang melihat kekhawatiran Lan Yizhan membuatnya keluar dari kamar itu meninggalkan mereka berdua.
Lan Yizhan memegang tangan Cai cai, karena Cai Cai tidak sadar jadi Lan Yizhan berani jika tidak menyentuh sedikit pun Lan Yizhan tak berani.
Tangannya yang dingin muka yang pucat membuat sedikit kecantikannya berkurang, tetapi rasa suka Lan Yizhan tidak sedikit pun berkurang, Ia malah semakin percaya diri untuk bisa menyembuhkan Cai cai.