Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Putra Mahkota



Mereka semua pun masuk kedalam Kerajaan, Rounan yang ingin lebih dekat dengan Lan Ziyan ia menggandeng tangannya dan mereka saling berdampingan.


Lan yizhan dan Cai cai yang memperhatikan dari belakang juga merasa senang melihat Rounan dan Lan Ziyan sekarang menjadi dekat.


Lan Ziyan melihat sekeliling kerajaan ini dengan takjub, Rounan yang melihat itu mempunyai ide bagus.


Rounan berhenti berjalan ia berjongkok dan berbisik pada Lan Ziyan " er'Zi ibu punya hadiah buatmu, bagaimana jika kita mengambilnya sekarang?" ucap Rounan di kuping Lan Ziyan.


"Hadiah? " beo Lan Ziyan pelan melihat ke Rounan. Rounan menganggukan kepalanya "ayo.. " ajak Rounan.


Lan Ziyan menganggukan kepalanya, ia berbalik badan minta izin dengan Cai cai dan Lan yizhan karena ingin pergi sebentar dengan Rounan. Lan yizhan dan Cai cai mengizinkan, mereka pun pergi dari sana.


Rounan memasuki kamarnya bersama Lan Ziyan, setelah masuk Rounan berjalan ke lemari mengambil satu buah kotak bewarna merah dan berjalan ke tempat berdirinya Lan Ziyan.


"Bukalah.. " ucap Rounan menyodorkan kotak itu pada Lan Ziyan. Lan Ziyan pun membukanya secara perlahan " indah sekali.." guman Lan Ziyan melihat isi dalam kotak itu.


Rounan melihat ekspresi bahagia di wajah Lan Ziyan ia tersenyum puas. "Bagaimana kau suka er'Zi? " tanya Rounan memastikannya.


"iya bu, er'Zi suka" jawab Lan Ziyan dengan semangat.


Rounan memberikan kotak itu pada Lan Ziyan "Pakailah sekarang, kita akan menunjukkan pada mereka semua di Aula" jawab Rounan dengan mengkedipkan matanya sebelah.


Lan Ziyan mengambil kotak itu dan membawanya ke ruang ganti. Setelah beberapa menit Lan Ziyan keluar dengan sedikit merona di pipinya.


"Wahhh.. anak ibu sangat tampan dan sangat pas untuk er'Zi" ucap Rounan melihat Lan Ziyan yang sudah siap berganti pakaian barunya.


Lan Ziyan masih merasa malu ia tidak mengatakan apa apa namun di raut wajahnya sudah di pastikan kalau Lan Ziyan sangat menyukai hadiah dari Rounan ini.


"Ayo kita pergi? " guman Rounan mengulurkan tangan ke Lan Ziyan, Lan Ziyan yang masih merasa malu mengulurkan tangannya juga dan mereka pergi dari sana.


Berjalan di dalam kerajaan semua pengawal dan pelayan disana melihat Lan Ziyan membungkuk hormat serta banyak diantara mereka yang melihat ketampanan anak ini matanya menjadi cerah bahagia.


"Ibu aku sangat malu, mereka melihatku seperti itu" ucap Lan Ziyan yang semakin erat menggenggam tangan Rounan.


Rounan tertawa pelan "Memang harus seperti itu er'Zi " jawab Rounan.


Sampailah mereka di depan pintu Aula, Lan Ziyan berulang kali menghela nafasnya dengan cemas, malu dan canggung.


Rounan melihat Lan Ziyan sedikit uring uringan ia berjongkok memegang kedua pundak Lan Ziyan "Ayo masuk, mereka semua sudah menunggu kita er'Zi. Semua akan baik baik saja, hmm.. " ucapnya menyakinkan Lan Ziyan agar tidak merasa tertekan.


Lan Ziyan menganggukan dengan percaya diri, Pintu pun terbuka lebar disana.



Semua yang ada di Aula melihat ke arah datangnya mereka. Lan Ziyan tersenyum canggung wajahnya sudah memerah menjadi perhatian semua orang disini.


Rounan merasa lucu melihat wajah Lan Ziyan namun ia hanya tertawa dalam hati saja.


Rounan di samping kiri memegang tangan Lan Ziyan dan Cai cai berada di samping kanan juga memegang tangan Lan Ziyan, mereka berjalan bersama sama menuju tempat duduk yang sudah di siapkan untuk Lan Ziyan.


Semua yang berada di Aula yang melihat keakraban kedua ibu ini membuat mereka juga mengukir senyuman hangat merasa nyaman melihat kedua interaksi antara Permaisuri dan Selir ini.


Lan Ziyan memberi salam kepada Ibu Ratu dan Raja, ia membungkuk hormat dan tersenyum ramah " Salam nenek Ratu, salam ayah Raja " Lan yizhan tak habis habisnya tersenyum gemas melihat putranya ini.


Ibu Ratu bangkit dari kursinya ia berjalan ke arah Lan Ziyan dan menyamakan tingginya dengan berjongkok menghadap Lan Ziyan tangannya terulur dan menarik Lan Ziyan di dalam pelukannya.


Ibu ratu melonggarkan pelukannya ia melihat wajah Lan Ziyan dengan tersenyum senang "Cucu ku sangat tampan.. dan panggil cukup nenek saja" ucap Ibu ratu dengan menoel pucuk hidung mancung Lan Ziyan.


"Nenek.. " panggil Lan Ziyan.


"Iya begitu.. " jawab Ibu ratu. Ibu ratu berdiri dan menarik lembut tangan Lan Ziyan berjalan ke arah tempat duduk Ratu. Ratu berdiri bersampingan dengan Lan Ziyan melihat ke para orang orang yang ada di Aula ini.


"Mulai sekarang Lan Ziyan cucu ku adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Jingtian ini." ucap tegas Ibu Ratu di dalam Aula.


Cai cai dan yang lain terkejut mendengar ini ia tak menyangka Ibu Ratu sendiri yang mengangkat Lan Ziyan menjadi Putra Mahkota.


Lan yizhan juga bangkit dari tempat duduknya ia berjalan ke arah Ibu Ratu dan Lan Ziyan.


"Er'Zi..." panggil Lan yizhan.


"Ayah.. " jawab Lan Ziyan. Lan yizhan berjongkok dan Lan Ziyan yang melihat ayahnya langsung memeluknya.


Lan Ziyan berbisik di kuping ayahnya " Ayah.. tugas dari putra mahkota apa yah? " tanyanya yang belum mengerti untuk apa posisi yang di terimanya itu.


Lan yizhan menahan tawanya ia juga balas berbisik di kuping Lan Ziyan "Tugasnya adalah menyayangi dan mencintai mama, ayah, ibu muda, Ibu ratu, nenek dan orang orang yang berada di Kerajaan ini. " sahut Lan yizhan.


Lan Ziyan mengerutkan dahinya berpikir sebentar lalu ia kembali berbisik di kuping ayahnya "Hanya itu ayah? " tanyanya dengan raut wajah serius.


"Iya, apakah er'Zi mau yang lain? " jawab Lan yizhan dan kembali bertanya.


"Tidak, baiklah kalau cuma itu er'Zi akan menyayangi semua orang yang ada disini ayah" jawab Lan Ziyan dengan mantap dan semangat.


Lan yizhan yang sudah sangat gemas pada Lan Ziyan ia mengecup dahi Lan Ziyan " Anak ayah sangat pintar " jawab Lan yizhan mengacungkan jempolnya.


"Cihh.. dasar anak dan ayah lagi lagi mereka menganggap dunia hanya milik berdua, hmm.. " guman Cai cai pelan.


Rounan yang mendengar itu tersenyum ia memegang lengan Cai cai " Cai-jie... aku sangat bahagia hari ini, terimakasih karena sudah membawa Ziyan kembali, suasana di kerajaan ini semakin hangat karena kedatangan Ziyan" ucap Rounan melihat ke arah Lan yizhan dan Lan Ziyan didepan.


"Lebih terasa hangat jika Ziyan mempunyai mei mei kecil" jawab Cai cai tersenyum jahil melirik Rounan.


Rounan mendengar itu pipinya memerah, "Bagaimana Nan'er?" tanya Cai cai dengan tetap mempertahankan senyuman jahilnya.


"Cai-jie.. kau membuatku malu" jawabnya dengan canggung.