
Lan Cheyuan hari ini juga ia ingin keluar dari Kerajaan berjalan jalan, di dalam pikirannya hanya ada satu yang tengiang ngiang yaitu "harus dapat jodoh".
Lan Cheyuan berpenampilan sederhana ia tidak mau bermewah mewah alasannya karena ia mencari wanita yang bisa terima apa adanya tidak memandang dari status Lan Cheyuan.
Baju sederhana namun muka tetap berkharisma ya sama saja. Para penduduk melihat Lan Cheyuan jadi pusat perhatian.
"Kak pakai ini.." ucap Cai cai dari belakang menyerahkan topi pada Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan mengambil itu dan langsung memakainya. "Mengapa kau bisa sampai sini?" tanya Lan Cheyuan pada Cai cai yang ikut berjalan di sampingnya.
"Aku takut kakak tersesat.." guman Cai cai asal bicara.
"Cihh.. tidak mungkin.."
"Kenapa tidak? Kota ini sangat ramai dan luas kak" sangga Cai cai menoleh ke Lan Cheyuan.
"Seluas apapun kota ini aku tidak akan tersesat adikku... " sahut Lan Cheyuan tersenyum tetapi wajahnya datar.
Cai cai terkekeh.
Lan Cheyuan mendengus kesal, ia keluar hanya ingin sendiri tetapi ada pengganggu datang semua rencananya jadi kacau.
"Ge ayo kita kesana, kali aja disana ada wanita cantik" celoteh Cai cai tersenyum pada Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan merasa senyum itu seperti ejekan ia semakin kesal pada adik perempuannya ini. Tetapi mau tak mau ia mengikuti langkah Cai cai yang menuju ke kedai sederhana.
Cai cai duduk dengan nyaman disana, Lan Cheyuan melihat sekelilingnya benar disini banyak wanita cantik. Ia duduk di depan Cai cai namun matanya masih liar kesana dan kemari.
Cai cai tersenyum tipis, idenya membawa Lan Cheyuan kesini akhirnya berhasil.
Cai cai memesan dua teh hangat dan makanan ringan.
"Bagaimana ge?" tanya Cai cai menaik turunkan alisnya.
Lan Cheyuan menyipitkan matanya, ia menoleh ke Cai cai dan menggelengkan kepalanya "Pakaiannya terlalu terbuka" gumannya tak suka, ia membuka topinya meletakannya di meja.
"Bukankah pria biasanya menyukai yang seperti itu?"
"Berarti kita salah tempat" ajak Cai cai pergi.
Lan Cheyuan menarik tangan Cai cai agar duduk kembali "Pesanannya saja belum datang kau ingin pergi"
Cai cai baru ingat "Ahh.. iya aku lupa ge" jawabnya duduk kembali.
"Bagaimana dengan kakak kandungmu? apakah dia mempunyai calonnya" tanya Lan Cheyuan yang selalu penasaran.
"Seingat ku tidak ada, dia lebih suka menjahiliku dari pada mencari pasangan" jawab Cai cai apa adanya.
"Wahh.. kami berjodoh, aku juga seperti itu pada Yizhan"
"Jika tau begini aku akan menyuruh ibuku melahirkan anak pertamanya seorang wanita" umpat Cai cai.
"Wanita?? " beo Lan Cheyuan yang tak paham.
"Hmm.. Jika dia wanita aku akan menjodohkan dia denganmu kak"
"Kau ini ada ada saja" guman Lan Cheyuan. Padahal dalam hatinya memikirkan ucapan Cai cai barusan. "Benar juga, adiknya saja sangat Cantik apalagi jika kakaknya seorang wanita juga" batin licik Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan menopang dagunya "Jika di bandingkan kakakmu ini dengan kakak kandungmu lebih tampan mana?" tanya Lan Cheyuan berwajah cool.
Cai cai mengingat detail wajah Xiao Shori.
Lan Cheyuan yang melihat Cai cai sedang berpikir ia mengambil pesanan makanan mereka dan berpose sok keren.
"Tidak bisa di bandingkan" jawab Cai cai.
Lan Cheyuan meletakan mangkok yang ia pegang di meja. "Ck.. tidak mungkin kami miripkan, lagian kami juga bukan anak kembar" sahut Lan Cheyuan kesal kembali.
"Wajah Shori-ge lebih ke cantik, dan wajah kakak terlalu glamor.. " Cai cai mengatakan itu dengan santai sambil mennyesap teh hangatnya.