Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Lan Yizhan Yang Kacau




"Yueyin lihatlah itu nak, ibumu dan ayah sedang berlatih" ucap Cai cai menujuk ke arah Lan yizhan.


Padahal Lan Yueyin masih tertidur tetapi karena kegabutan Cai cai ia tak peduli, selagi itu membuatnya senang ia akan terus mengajak bicara bayi yang tertidur itu.


Jalan kesana jalan kesini dengan bebas tanpa memikirkan apa apa, Cai cai sangat menikmati rasa menjadi seorang ibu yang sesungguhnya kali ini. Dulu pas ia hamil Lan Ziyan hari harinya penuh dengan ketegangan karena ayahnya yang tidak suka pada Calon bayinya, Cai cai harus banyak mengurung diri di kamar agar terhindar dari ayahnya.


Selama 9 bulan ia mengandung penuh dengan rintangan dan setelah ia melahirkan putranya ayahnya dengan tega memisahkannya. Padahal jika dihitung Cai cai baru beberapa kali menggedongnya di pelukannya tetapi ayahnya mengambil kesempatan itu, itu membuat Cai cai terpisah dengan putranya sampai umur 7 tahun.


Cai cai menyeka air matanya mengingat kejadian masa lampau. Matanya menoleh ke bayi kecil di gendongannya "Ibumu sangat beruntung memilikimu nak.. " gumannya tersenyum lembut.


Lan Yueyin yang sedari tadi tidur mendengar suara Cai cai barusan membuatnya membuka kelopak matanya. Menatap mata Cai cai dengan intens lalu ia tersenyum.


"Senyumannya manis sekali.. " ucap Cai cai terlalu gemas dengan bayi perempuan Rounan ini.


"Cai cai.. " panggil Lan miyan yang berjalan ke arahnya.


Cai cai menoleh membungkuk hormat pada ibunya. Lan miyan yang melihat Lan Yueyin bersama Cai cai ia pun bertanya " Dimana Rounan?"


"Aahh.. Rounan sedang berlatih bu bersama yizhan-ge"


"Berlatih?" guman Lan miyan.


"Iya bu, Rounan sudah sebulan tidak latihan ia sangat merindukan pedang dan busurnya katanya" jawab Cai cai.


"Tapi apakah yizhan memberi izinnya?" tanya Lan miyan yang tau sifat anaknya tak semudah itu memberi izin pada orang terdekatnya jika masalah kesehatan.


Cai cai terkekeh pelan "Aku yang memberi izin bu" sahut Cai cai.


"Ibu juga sudah menebaknya, hanya kau yang bisa membuat keras kepala anak itu luluh" guman Lan miyan yang juga terkadang kesal melihat sifat putra bungsunya.


Cai cai hanya tertawa saja.


"Tidak bu, sifatnya aku yakin nurun dengan ibunya. Cukup wajahnya yang mirip dengan ayahnya sifatnya jangan ya nak yaa.. " sahut Cai cai.


"Ehemm.. " guman suara pria dewasa dari belakang.


Cai cai dan Lan miyan berbalik badan melihat siapa itu ternyata pujuk di cinta datang pun tiba!


Baru juga di bicarakan orangnya sudah menatap dari belakang sambil melipat tangannya di dada.


Cai cai lagi lagi mendengus kesal melihat Lan yizhan yang seperti hantu datang tiba tiba, tanpa sepengetahuan mereka.


Lan miyan melihat keadaan sudah mulai berubah ia mengambil Lan Yueyin dari tangan Cai cai lalu membawanya pergi dari sana. Kasihan Lan Yueyin masih bayi harus mendengar perdebatan kedua orang dewasa ini yang hari harinya selalu aduh bicara terkadang masing masing tidak ada yang mau mengalah.



Cai cai melihat Lan yizhan dengan tatapan kesal. "Ada apa dengan tatapan itu?" tanya Lan yizhan merasa aneh.


"Lihatkan putriku di ambil ibu, itu karena kau datang kemari. Jika tidak aku masih menggendongnya sekarang." umpat Cai cai.


Lan yizhan bukan marah malah tertawa.


Cai cai menaikan sebelah alisnya "Apakah ada yang lucu?"


Lan yizhan melangkah maju kedepan tangannya terangkat mencubit kedua pipi Cai cai lalu mengusel nguselnya.


"Kau sangat menggemaskan jika sedang kesal" gumannya tertawa geram.


Cai cai merasa pipinya sakit tangannya membalas mengelitiki perut Lan yizhan yang tepat di depannya.


Lan yizhan tidak tahan ia pun kelepasan tertawa keras, Cai cai terus mengelitikinya sampai sudut mata Lan yizhan berair tertawa saja.


Lan yizhan merasa lelah, ia pun mencoba menghentikan tangan Cai cai. "Sudah.. sudahh aku minta maaff... sudah ya aku benar benar minta maaf sayang.. " ucapnya ampun.