
******Keesokan****** *********Paginya*********.
Nie Yana dkk sudah bangun dan mereka sudah bersiap siap untuk berterimakasih pada Cai cai.
Cai cai yang baru bangun melihat Nie Yana dkk yang sudah rapi ini hanya biasa aja acuh tak acuh, ia mulai merapikan tempat tidurnya dari menyusun bantal dan selimut yang di lipat. Nie Yana dkk berjalan mendekati Cai cai mereka menunduk ragu ragu ingin berbicara dengannya, cai cai yang merasa mereka semakin dekat berbalik badan waspada.
Wang susu menghelah nafasnya pelan dan sedikit menunduk mulai berbicara " Terimakasih ya.. "
Cai cai menaikan alisnya sebelah " Kirain mereka ingin membuat masalah lagi" gumannya dalam hati, mendengar itu cai cai menurunkan waspadanya ia menganggukan kepalanya namun tidak berbicara.
Wang susu yang melihat reaksi cai cai mencoba menjelaskan sekali lagi " Kami meminta maaf untuk sebelumnya, dan Terima kasih sudah menyelamatkan hidupku " yang lainnya juga ikut mengangguk setuju ucapan Wang susu kepada Cai cai.
" Hmm.. ya " ucap Cai cai dengan sedikit senyuman dan kembali merapikan pakaiannya.
"Kau sudah ingin pergi?" tanya Tang min
Cai cai yang masih merapikan kasurnya mengangguk.
"Bagaimana kalau sebelum pergi kita makan di luar akademi dulu?" ajak Nie Yana
Cai cai menghentikan pekerjaannya dan berbalik ke arah mereka
" Makan di luar? " gumannya.
Nie Yana mengangguk,
"Boleh." jawab Cai cai.
"Ayo, sekarang!" ucap Tang min yang menarik tangan Cai cai secara akrab dan meninggalkan kamar.
" Lihat... Mereka mau kemana? kenapa terburu buru? " ucap Mu Shen pada teman temannya yang sedang duduk santai di depan Asramanya.
"Itu Cai cai kan? Sejak kapan mereka dekat? " tanya Gu Fangzi yang melihat kedekatan Cai cai pada wanita wanita itu.
Lan Yizhan melihat itu hanya mengerutkan dahinya " Mau kemana mereka? " gumannya dalam hati.
"Ayo kita ikutin" ajak Ling fan
"Hmm.. Boleh juga, dari pada kita tidak ada kegiatan" Yan Li setuju ajakan Ling fan.
Mereka pun pergi mengikuti para wanita wanita itu, namun Mu Yue dan Li Qin juga melihat Lan Yizhan dan yang lain keluar gerbang mereka juga ikut.
"Bagaimana kalau Guru Zhang tau kita keluar gerbang tanpa izin" ucap Li qin sedikit takut
Mu Yue memutar matanya dan berkata " Kau ini, jika kita dihukum mereka juga akan di hukum. Gampang kan! Sudah ayo kita lihat mau kemana mereka" jawab Mu Yue.
Li Qin masih ragu namun karena desakan dari Mu Yue ia juga pasrah ikut melangkah pergi saja.
________________
Mereka berjalan mengelilingi pasar, semua Mata lelaki jatuh pada mereka wanita wanita muda yang cantik bak bagai Dewi berlarian di pasar tanpa pengawal, para lelaki di pasar juga melihat salah satu dari mereka yang sangat cantik dan beraura tinggi matanya menyapu tubuh indah Cai cai tanpa kedip, sampai salah satu dari lelaki di pasar itu melangkah maju di depan mereka.
"Heii kau! " tunjuk lelaki itu pada Cai cai.
Wajah dingin sakura mengungkapkan keseriusan matanya menyipit tidak suka, Mata yang tajam di penuhi sihir ini melirik lelaki itu.
"Siapa namamu?" tanya lelaki itu dengan tidak sopan.
Nie Yana yang melihat itu tidak senang dan berkata " Hei pria tidak sopan! Enyah lah dari sini!! "
"Bagaimana kalau kami temani kalian? " ucap lelaki itu menyeringai
Tang min yang sudah geram maju ingin menghajar lelaki itu namun tangannya di tahan Cai cai.
Tang min melihat ke Cai cai, Cai cai menggelengkan kepalanya.
Wang susu males cari ribut ia menarik teman temannya untuk pergi, namun salah satu dari lelaki itu dengan berani menarik baju Cai cai. Cai cai berbalik dan mendorong lelaki itu sampai terjungkal kebelakang. Lelaki yang lain ketakutan melihat kekuatan Cai cai, mereka mundur dan membantu teman mereka yang jatuh tak elit di depan umum.
"Wanita itu sangat kuat"
"Siapa dia! "
Semua yang ada di pasar berbisik-bisik, Gu lin segera manarik tangan Cai cai pergi dari sana.
"Disana.. " tunjuk Gu Lin yang melihat tempat makan yang bagus. Mereka bergegas pergi ketempat itu.
Mereka berlima duduk di lesehan dengan susunan melingkarin meja.
"Dasarr Lelaki tidak sopan!!! " gerutu Nie Yana di dalam kedai makan.
"Kenapa tidak kita hajar saja dia tadi, aku sangat kesall!! " umpat Tang min
"Sudahlah, kita cepat pesan makan saja" Ucap Gu Lin menengahi
Datanglah pelayan ke meja mereka. "Kalian pesan apa?" tanya Gu Lin.
"Kita pesan itu saja" ajak Gu Lin, semua mengangguk
"Juga arak yang sangat kuatnya jangan lupa!" ucap Nie Yana dengan masih kesal karena kejadian tadi. Nie Yana menyebut arah yang sangat kuat, semua teman temannya terkejud. " Kau yakin? " tanya Wang susu menyakinkan Nie Yana.
selagi mereka di akademi mereka di larang meminum itu namun ini di luar akademi jadi mereka bebas meminum itu walaupun kalau ketahuan pasti dapat hukuman.
"Arak? Minuman yang memabukan itu? " tanya Cai cai serius ia tidak asing dengan itu
"iya benar, kau pernah mencobanya? " tanya Tang min
Cai cai mengingat dia meminum itu bersama Lan Yizhan dan penduduk desa, rasanya enak namun karena dia terlalu banyak minum arak dia lupa apalagi yang terjadi setelah itu.
"Hanya pernah mendengarnya" jawab Cai cai yang takut ketauan dia pernah meminumnya.
"Aku jamin, pasti kau menyukainya" ucap Gu Lin.
"Mie sayur 5, Araknya 3 kendi" ucap Nie Yana kepada pelayan itu. Pelayan itu pergi mengambil pesanan.
Disisi lain para lelaki juga sudah masuk ke kedai makan itu, sebelum mereka masuk mereka menyempatkan diri untuk menghajar lelaki yang menggoda para wanita, apa lagi Lan yizhan yang melihat Cai cainya di goda oleh pria lain di depan matanya ia tidak memberikan ampun pada lelaki itu dan dia menghajar habis habisan bahkan tangan yang menarik baju Cai cai sudah patah tulang di buatnya.
Mu Shen dan yang lain sebenarnya heran kenapa Lan yizhan sampai semarah itu, namun mereka tidak ambil pusing dan cepat mengikuti para wanita sampai ke tempat makan.
mereka duduk di sudut agak jauh dari para wanita itu.
Pelayan yang tadi datang menemui mereka.
"Kami pesan seperti yang mereka pesan" ucap Ling Fan kepada pelayan itu dengan menunjuk ke Nie Yana dkk.
" Baiklah.. " ucap pelayan itu dan pergi.
"Kau tau apa yang mereka pesan? " tanya Gu Fangzi pada Ling Fan
Ling Fan yang sedang menuangkan air putih ke cangkirnya dengan santai menjawab " Tidak tau, namun aku yakin pilihan wanita itu tidak pernah salah " gumannya sambil meminum air putihnya.
"Sepertinya kau banyak tau tentang wanita" ucap asal Yan Li.
Ling Fan hanya menyeringai, di sisi lain dari dua kelompok itu masuk lah kelompok terakhir Mu Yue dan Li Qin. Mereka duduk jauh dari Cai cai dkk dan Lan Yizhan dkk untuk menjaga agar tidak ketauan mereka. Pelayan itu mendatangin Mu Yue, Mu Yue memesan seperti teman temannya, namun pelayan itu berkata " Teman teman nona memesan 5 makanan dan 3 minuman, apakah nona akan memesan sebanyak itu juga" ucap pelayan melihat Mu Yue hanya 2 orang namun jika memesan seperti mereka itu terlalu banyak.
Li Qin menjawab " 2 makan, 2 minuman"
Pelayan itu mengangguk dan pergi.
Beberapa saat kemudian datang lah pesanan mereka.
Nie Yana mengambil 5 cangkir dan menuangkan arak kegelas masing masing. Selagi menuangkan dia mengedus aroma araknya "Aroma arak ini sangat kuat, aku yakin kalian pasti akan tumbang dengan cangkir ke 3" celotehnya pada teman temannya.
"Kita lihat saja nanti" Wang susu merasa tertantang.
Cai cai merasa nyaman dengan mereka ia hanya tersenyum tipis melihat interaksi sekelilingnya, dan melupakan kejadian yang tadi.
"Bersulang.. " ucap Nie Yana dkk.
_______________
"Kurasa kau memang benar Fan, pilihan wanita tidak pernah salah" Mu Shen sedikit terkejut melihat pesanan yang datang.
Yan Li mengukur kepalanya yang tidak gatal merasa tidak habis pikir melihat ini.
Gu Fangzi menelan ludahnya, matanya melihat 3 Kendi arak yang aromanya saja belum di buka sudah sekuat ini apalagi jika meminumnya.
Ling Fan yang menyarankan ini hanya berkedip kedip memasang wajah tanpa dosa seolah olah dia terzolimin oleh arak di depannya.
Dan Lan Yizhan tersenyum kecut berkata " Wow.. ". Melihat ekspresi teman temannya Lan yizhan menghelah nafasnya pelan, ia membuka tutup kendi dan mengambil cangkir lalu menuangkannya untuk teman temannya.
"Minum lah, kita sudah memesannya" ucap Lan yizhan kepada yang lain.
Mau tak mau mereka dengan berat tangan meraih cangkir di atas meja yang sudah terisi arak, mereka dengan ragu ragu tapi mau langsung meminumnya.
______________
Tak jauh beda dengan Mu yue dan Li qin mereka melihat pesanan yang di bawa pelayan itu 2 mie sayur dan 2 kendi arak juga syok.
"maaf.. Ini, emm.. yakin pesanan yang sama dengan punya mereka?" tanya Li Qin pada pelayan.
"iya nona, mereka juga memesan ini" jawab pelayan dan pamit pergi.
"Yue.. Lu yakin mau minum ini? " tanya ragu ragu Li Qin.
"Yizhanku meminum ini, aku juga harus meminum ini" ucap Mu Yue membuka tutup kendi dan menengaknya secara langsung.
Li Qin melihat itu hanya menyipitkan matanya tak percaya. Mereka akan kembali ke Akademi tapi mereka malah dengan berani meminum minuman yang di larang dan juga tanpa pamit keluar dari Akademi. Li Qin menggelengkan kepalanya dan mengurunkan niatnya untuk meminum ini.
"Kalau aku minum ini pasti kena hukum, jika aku tidak meminumnya pasti juga dihukum karena sudah keluar akademi tanpa pamit.. " gumannya dalam hati, Li Qin masih bimbang dengan kedua pilihan ini. Ia melihat kedepan, kekanan dan ke kiri semua sudah mulai sempoyongan, malah teman yang sebelah kirinya sudah ada yang tepar. Ia mencium aroma arak ini terpancing dan dengan pilihan yang tepat dia membuka tutup kendi itu dan meminumnya seperti cara yang di lakukan Mu Yue.