Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Mo Bailu



Beberapa hari mereka menunggu sampai hari ini, Lan yizhan, Luo tian dan Rounan sudah bersiap untuk bergerak. Selama beberapa hari ini mereka hanya memantau bagaimana kegiatan disini dan orang orang penduduk ini. Saat di pertengahan malam suara serigala itu mengaung dengan keras mereka awalnya takut namun karena mereka tetap tinggal di penginapan dan di tambah asap botol kecil milik Rounan yang dasyat mereka merasa terlindungi.


" ayo kita pergi kesana" ucap Luo tian kepada Lan yizhan dan Rounan. Mereka berjalan dengan tidak memperdulikan penduduk lain yang selalu memerhatikan mereka bertiga.


Lan yizhan langkahnya berhenti dia melihat ada sebuah rumah yang sangat besar, ia sangat curiga pada rumah itu " Rumah itu.. " ucap Lan yizhan kepada Luo tian dan Rounan menunjuk rumah besar itu.


Luo tian melihat arah tunjuk Lan yizhan " Kenapa dengan rumah itu?" tanya nya yang tak tau maksud dari Lan yizhan.


"Sangat mencurigakan.." jawab Lan yizhan. Rounan menyipitkan matanya melihat ada seorang pria yang masuk ke dalam rumah itu. Rounan terkejud melihat pria itu "Dia.. " ucapnya dengan terperangah.


Lan yizhan dan Luo tian melihat ke Rounan berekspresi aneh mereka pun bertanya " Ada apa? kau mengenalnya? " Tanya Luo tian pada Rounan.


"Dia mirip seperti orang orangnya Mo Bailu" ucapnya dengan sedikit takut. Luo tian dan Lan yizhan gantian terkejut " Benarkah? " tanya Luo tian. Rounan menganggukan kepalanya " Benar, aku sangat tanda dengan orang itu."


"Ayo kita cari tahu.. " ucap Lan yizhan berlari ke samping rumah itu. Rounan dan Luo tian juga mengikuti Lan yizhan mereka dengan hati hati berjalan ke arah belakang namun ada penjaga disana, mereka bersembunyi.


Rounan mengambil botol kecil dari sakunya, ia mengeluarkan isi dari botol itu dan memberinya kepada Luo tian dan Lan yizhan.


"Apa ini?" tanya Luo tian yang memegang satu buah pil di tangannya pemberian Rounan.


"Makan lah, itu adalah pil penghilang bau manusia" jawab Rounan menelan pilnya. Lan yizhan tanpa pikir panjang karena Rounan sudah meminumnya ia juga menelannya muka Lan yizhan agak di tekuk setelah menelan itu.


Rounan yang melihat ekspresi Lan yizhan tersenyum sedikit " Obat ini memang terasa sedikit pahit" ucapnya mengukur kepalanya yang tidak gatal.


Luo tian menelan obat ditangannya, ia mengerutkan dahinya " Sangat pahit.." ucapnya dengan muka lebih di tekut dari Lan yizhan.


"Kau seorang tabib? " tanya Luo tian yang melihat Rounan pandai dalam segala hal yang seperti ini. Rounan tersenyum dan mengangguk " Aku bisa mengobati dan memberi macam macam obat sesuai yang di perlukan, namun aku tidak bisa bertarung" ucap Rounan dengan menundukan kepalanya.


"Itu bukan masalah, kau bisa mempelajarinya nanti" ucap Lan yizhan yang sedari tadi memperhatikan Rounan.


Rounan melihat ke Lan yizhan dengan semangat " Bisakah kau mengajariku nanti ge?" ucap Rounan pelan penuh dengan harapan.


"Aku bisa nanti mengajarimu.. " jawab Luo tian yang tersenyum ceria melihat ke Rounan. Rounan yang melihat Luo tian yang menjawab menjadi sedikit murung.


"Hmm.. " guman Lan yizhan yang melihat ke Rounan. Rounan mendengar itu menjadi semangat matanya cerah kembali.


"Ayo kita mencoba untuk masuk" ucap Lan yizhan kepada kedua temannya. Mereka dengan hati hari mendekat ke rumah itu, dilihatnya pengawal di belakang rumah itu sudah tidak ada mereka dengan cepat bergerak masuk.


Rounan melihat ke pengawal pengawal yang disana "Aku tidak salah, iya itu mereka!" ucap Rounan menunjuk orang orang yang disana.


"I-itu Mo--Bailu.. " ucapnya gugup Rounan sangat takut ia dengan tidak sadar mencengkeram lengan Lan yizhan. Lan yizhan yang melihat Rounan ketakutan memegang tangan Rounan " Tenanglah, Jangan khawatir aku dan Luo tian disini" ucapnya menatap Rounan,Rounan menganggukan kepalanya.


"Sekarang bagaimana yizha,-" tanya Luo tian.


"Tuan bagaimana dengan ketiga manusia yang ada di penginapan itu? " ucap pengawal Mo bailu.


"Hmm.. Nanti malam kita buat mereka jadi santapan kita!" ucap Mo bailu dengan tersenyum licik.


Pengawal pengawal disana tersenyum gembira, karena mereka nanti malam akan kenyang menyantap mangsa mereka, biasanya mereka harus bersusah payah untuk mencari manusia yang akan mereka santap. Tapi kali ini tiga manusia itu dengan sukarela datang kesarang mereka.


"Baiklah tuan, kami akan menjaga mereka agar tidak bisa kemana mana" ucap Pengawal Mo bailu pamit untuk pergi. Mo bailu saat ini hanya berdua dengan pengawalnya ia juga nampak bersantai disana.


"Ayo kita serang! " ucap Luo tian ingin pergi namun tangannya di tarik oleh Lan yizhan "Jangan gegabah! " ucapnya Lan yizhan dengan Luo tian, Luo tian mendengus kesal "Jangan jangan dan jangan! jadi kapan kita serang! ini adalah waktu terbaik buat kit,- emm.. " gerutu Luo tian.


"Bagaimana dengan ginsengnya?" tanya Mo bailu pada pengawal yang hanya seorang. Lan yizhan mendengar itu tangannya langsung menutup mulut Luo tian yang sedang mengerutu.


"Masih aman tuan, apakah kita sekarang akan mengambilnya?" ucap pengawal itu pada Mo bailu. Mo bailu mengangguk " Ambillah aku akan memakannya sekarang" ucap Mo bailu.


Pengawal itu pergi dari sana Luo tian yang melihat itu berkata pada Lan yizhan " Ikutin pengawal itu aku akan menjaga si Mo disini" ucapnya.


"Dan aku? " ucap Rounan, Luo tian merangkul bahu Rounan kau disini saja bersamaku.


"Baiklah" ucap Lan yizhan pergi mengikuti pengawal itu. Setelah melihat Lan yizhan pergi Luo tian ingin mendatangi Mo bailu namun lagi lagi tangannya di tarik, tapi kali ini Rounan yang menarik tangan Luo tian " Ck.. apa lagi! ini waktu yang tepat untuk menyerangnya! " ucap Luo tian tidak sabar.


"Jangan gegabah, kita tunggu yizhan-ge terlebih dahulu. Jika dia sudah kembali kita akan menyerangnya bersama sama. " ucap Rounan meyakinkan Luo tian.


"Rounan.. kau tau alasan yizhan tidak mengasihku menyerang Mo bailu? itu karena dia takut, dan aku berani! Kau tunggu disini, kau lihat aku akan membunuhnya" ucap Luo tian dengan percaya diri.


Luo tian dengan senyuman tipis melangkah maju, Rounan yang melihat itu menghela nafas " Dasar keras kepala!" gerutu Rounan yang masih bersembunyi.


"Jadi kau pemimpin dari para siluman serigala ini!" Ucap Luo tian dengan angkuhnya. Mo bailu yang melihat pria asing tiba tiba didepannya terkejut ia menaikan alisnya sebelah " Siapa kau? berani beraninya kau datang kesini! " Ucap Mo bailu berdiri dari tempat duduknya.


"Aku akan membunuhmu! " ucap Luo tian mengeluarkan pedangnya.