Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Melanjutkan Perjalanan



Cai cai mendatangi ibunya kedalam kamar dan langsung memeluknya "Bu... " gumannya.


"Ada apa nak? " jawab Xiao mei. Cai cai mulai membicarakan apa yang ia bicarakan dengan Lan yizhan tadi malam. Xiao mei membelai rambut Cai cai " Ibu yakin kau sudah memikirkannya sebelum kau menyuruhnya begitu" ucap Xiao mei.


"Bu.. menurutmu apa aku terlihat sangat jahat?" tanya Cai cai meminta pendapat ibunya untuk apa yang ia lakukan.


"Tidak, anak ibu sudah benar" jawab Xiao mei tersenyum melihat Cai cai. Cai cai menghelah nafasnya "Tapi bu, yizhan-ge bilang begitu aku takut jika Rounan sakit hati bu.." ucap Cai cai sedih.


"Masalah perasaan kita tidak bisa memaksa Lan yizhan nak, dan perasaan itu akan tumbuh dengan seiringnya bertambah waktu jadi kita jangan memaksanya untuk harus mencintai Rounan" jawab Xiao mei mengutarakan pendapatnya.


Cai cai memikirkan apa yang dikatakan ibunya "hmm.. baiklah bu.. " ucap Cai cai setuju dengan apa yang dikatakan ibunya.


Cai cai melepas pelukannya dari ibunya "Baiklah aku akan mengatakan pada Rounan bu" Cai cai pergi menuju kamar Rounan.


Cai cai melihat kekanan dan kekiri lalu memeriksa di dalam kamarnya juga tidak ada Rounan disana "Dimana dia? " ucap cai cai sambil berjalan ke arah taman belakang.


Cai cai memperhatikan Rounan yang sedang berlatih dengan busurnya " Boleh juga" ucapnya dengan nada sedikit tinggi Rounan yang mendengar itu berbalik badan " Jie.. " Rounan menghentikan latihannya dan berjalan mendatangi Cai cai.


"Ada apa jie?" tanya Rounan melihat Cai cai yang datang padanya.


"Tidak ada, hanya melihat kau sedang latihan" jawan Cai cai ramah, Cai cai melihat ke busur yang di pegang Rounan. Rounan yang melihat arah pandang Cai cai ke busurnya ia tersenyum "ini milik yizhan-ge jie, dia yang mengajariku memanah dan bertarung dengan pedang. Awalnya aku hanya gadis manja yang selalu lari jika melihat musuh namun sekarang setelah yizhan-ge melatihku aku tidak lari lagi jika ada musuh jie, soal menang atau kalah urusan belakang yang terpenting aku tidak akan kabur lagi. " ucap Rounan puas dengan dirinya yang sekarang berani dan percaya diri.


"Rounan ada yang ingin ku bicarakan denganmu? " ucap Cai cai pada Rounan. Rounan menganggukan kepalanya " Ada jie? " tanyanya.


Cai cai memegang kedua tangan Rounan dan menatapnya dengan serius " Rounan.. maukah kau menjadi selir yizhan-ge..? " ucap Cai cai.


Rounan membelalakan matanya ia menarik tangannya dari pegangan Cai cai "Apa maksudmu jie? ". Cai cai tersenyum manarik tangan Rounan kembali " Hmm.. bagaimana?" tanya Cai cai sekali lagi.


Rounan melepaskan tangannya dan mudur 2 langkah ke belakang "Aku menolaknya jie" jawan Rounan.


"Kenapa menolaknya? apa karena aku? hmm.. dengarkan Rounan jika benar karena aku itu jangan di permasalahkan jika aku tidak setuju tidak mungkin aku sendiri yang memintamu" Jawab Cai cai.


"Yizhan-ge hanya mencintai mu seorang bukan wanita lain bagaimana mungkin yizhan-ge mau menerimaku jie" ucap Rounan menggelengkan kepalanya ia sangat tau hati Lan yizhan hanya untuk Cai cai saja jika dia orang ketiga di antara hubungan mereka itu tidak akan nyaman untuknya, walaupun di dalam hatinya Rounan juga pasti mau menjadi selir dari Lan yizhan.


Cai cai terdiam bagaimana pun apa yang dikatakan Rounan benar, tapi Cai cai juga merasa tidak enak jika ia tinggal di kerajaan orang lain dan mengambil haknya.


Rounan terdiam dengan kata kata Cai cai "Apakah Cai-jie marah denganku?" ucap Rounan sedikit panik melihat ekspresi Cai cai yang tiba tiba menjadi dingin.


Cai cai sudah kembali kekamarnya ia mendudukan dirinya disana seorang diri "hmm.. jika masalah di kerajaan ini sudah selesai aku ingin segera mencari putra ku, bagaimana pun ini sudah beberapa tahun mungkin aku sudah tidak tanda dengan wajahnya" gumannya pada diriny sendiri.


Tiba tiba dari belakang ada tangan yang melingkar di perutnya merangkul Cai cai dari belakang cai cai menoleh ke samping melihat wajah Lan yizhan yang di letakan di bahu Cai cai.


"istriku ayo kita pergi mencari Lan Ziyan" ucap Lan yizhan.


"Selesaikan dulu urusan di kerajaan ini lalu kita akan mencari putra kita suamiku" jawab Cai cai menyindir masalah Rounan dengan Lan yizhan.


"Hmm.. baiklah, aku akan mengatakannya nanti di Aula. Kau puas istriku?" ucap Lan yizhan. Cai cai membalikan tubuhnya menghadap Lan yizhan dan memeluknya erat "Aku mencintaimu.." ucap Cai cai bahagia.


Lan yizhan juga memeluk Cai cai dengan erat "Aku akan menjadikan dia selir namun aku tidak akan memberikan hatiku padanya, hatiku dan cintaku hanya untukmu" guman Lan yizhan dalam hati.


Keesokan harinya Lan yizhan sudah mengumpulkan semua orang di Aula utama ia ingin memberitahukan pada semua orang bahwa mulai hari ini juga Rounan akan menjadi selir Raja Jingtian. Semua yang mendengar keputusan Lan yizhan turut bahagia mereka juga memberi selamat pada Lan yizhan dan Rounan.


"Kapan rencana kalian ingin pergi?" tanya Xiao mei pada Cai cai dan Lan yizhan yang masih berada di aula.


"Secepatnya bu" jawab Lan yizhan pada Xiao mei. Xiao mei menganggukan kepalanya "Baiklah kalau begitu ibu akan menyiapkan bekal kita" ucap Xiao mei.


"Bu.. sebelumnya aku ingin memberitahu aku dan yizhan-ge yang akan pergi mencari Ziyan, bagaimana pun ibu sangat diperlukan di kerajaan ini disaat kami berdua pergi." ucap Cai cai merasa kurang enak mengatakan itu pada ibunya.


"Hmm.. baiklah kalau begitu, kalian harus segera kembali bawa cucuku pulang. Masalah kerajaan ini tenang saja kami akan menjaganya disaat kalian tidak disini. " jawab Xiao mei yang paham dengan kondisi ini, kerajaan ini lebih membutuhkannya. Kalau masalah mencari Lan Ziyan Cai cai dan Lan yizhan juga sudah cukup mereka berdua sangat kuat jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi jika berjumpa dengan musuh.


"Bagaimana dengan Rounan?" tanya Xiao mei pada Cai cai dan Lan yizhan.


"Rounan juga akan tetap di kerajaan bu, perjalanan ini mungkin akan sangat berbahaya lagian dia juga lebih dibutuhkan di kerajaan ini" jawab Lan yizhan.


Xiao mei menganggukan kepalanya juga setuju apa yanh dikatakan Lan yizhan. "Baiklah kalian beristirahatlah ibu pamit pergi.. " ucap Xiao mei pergi dari sana.


Lan yizhan berjalan ke arah balkon kamarnya ia melihat keluar " bagaimana keadaan putraku sekarang, semoga dia baik baik saja" ucapnya dengan sedih.