Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Perangkap Lan Cheyuan



Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Maa... " panggil Lan Ziyan dari balik pintu.


Cai cai dan Lan yizhan yang masih tidur membuka kelopak matanya mendengar suara putra mereka di balik pintu. Lan yizhan turun dan membuka pintu kamarnya.


Lan Ziyan langsung berlari naik ke atas kasur. Lan yizhan menggelengkan kepalanya di karenakan nyawa Lan yizhan belum terkumpul sepenuhnya ia berjalan kembali naik ke tempat tidur menarik selimut mulai memejamkan matanya lagi.


"Ayah kenapa tidur lagi?" tanya Lan Ziyan mengerutkan dahinya melihat Lan yizhan.


"Ayah dan mama bergadang tadi malam, jadi ini masih mengantuk" jawabnya sambil memejamkan matanya.


Cai cai mendengar itu wajahnya memerah, Lan Ziyan melihat ke mamanya "Bergadang?"


Lan yizhan membuka matanya ia menghela nafasnya lalu menarik Lan Ziyan agar tidur di pelukannya. "Ayoo tidur.." ucap Lan yizhan mengalihkan pembicaraan.


Lan Ziyan yang di peluk ayahnya untuk tidur meronta ronta "Aku tidak mengantuk yah, lepaskan aku" gumannya menggeliat disana.


Lan yizhan tidak peduli dia tidak melepasnya, malah Lan yizhan dengan jahilnya juga ikut menarik Cai cai agar mereka tidur saling berpelukan bertiga.


Cai cai pasrah ia mengikut saja, tangannya juga memeluk suami dan putranya.


Lan Ziyan yang terhimpit di tengah tengah merasa sedikit kesal, dia merasa sudah dewasa tetapi kedua orang tuanya selalu membuat dan melakukannya seperti masih kecil.


Padahal Lan Ziyan kesini dengan maksud memberitahu pada mamanya kalau ia sudah mahir dengan gaya pedang Klan Lan dan juga karena dia sering berlatih tingkat kekuatan levelnya sekarang mencapai hampir 30.


Tetapi dia datang di waktu yang salah, bukan memberitahu malah ia di suruh tidur kembali.


Lan Ziyan juga ikut pasrah dalam keadaan ini, ia juga sebenarnya merasa nyaman melihat kedua orang tuanya kembali seperti biasa selalu manis dan romantis tidak seperti semalam yang saling cuek tidak mengenal satu sama lain.


Lan Ziyan mulai merasa kembali mengantuk ia pun akhirnya terpejam dan ikut terlelap dalam mimpi.


Disisi lain keluarga yang sebagian malah kecarikan tiga orang terpenting dalam Kerajaan ini.


Lan Cheyuan dan yang lain tidak melihat Lan yizhan, Cai cai dan putranya pagi ini. Biasanya mereka adalah orang pertama yang bagun duluan berkeliaran di dalam kerajaan, kini malah senyap tanpa tubuh dan suara. Lan Ziyan yang biasanya selalu berlari kesana kemari tidak ada bahkan di kamarnya juga tidak ada.


Lan miyan coba mengecek ke kamar Cai cai. Membuka pintu kamarnya sedikit dan mengintipnya ternyata benar Lan yizhan, Cai cai dan Lan Ziyan masih tertidur dengan berpelukan.


Lan miyan tersenyum bahagia ia kembali menutup pintu dengan hati hati setelah itu pergi dari sana.


Sesampainya di meja makan karena Lan miyan kembali sendiri tanpa ketiga orang itu Rounan mengerutkan dahinya " Dimana Cai-jie dan yang lain buu? " tanyanya.


"Mereka masih tertidur" jawab Lan miyan dengan wajah bahagia.


"Ziyan? " sahut Lan Cheyuan bertanya pada ibunya.


Lan miyan mengangguk "Dia juga terlibat bersama mereka" jawab Lan miyan.


"Biarkan saja mereka, kita mulai makan sekarang" Lan Xuan yang peka akan kondisi ia tidak mau mempermasalahkan itu. Mereka pun mulai makan dengan tenang.


Dua jam kemudian.


Cai cai terbagun ia melihat putra dan suaminya yang masih terlelap tidur. Cai cai menyamakan bentuk wajah hingga cara mereka tertidur semua sama. "Dimana kemiripan ziyan denganku, mengapa semua ikut gen ayahnya?" guman Cai cai pelan.


Cai cai menggelengkan kepalanya " ini tidak benar, sangat serakah jika ia semua mirip dengan ayahnya"


Lan yizhan yang sudah bangun tetapi masih memejamkan matanya dia menahan tawa mendengarkan celoteh istrinya yang terlihat mengelikan baginya.


Cai cai bangun perlahan ia menyenderkan punggungnya di dinding pinggiran kasur dengan melipat tangannya. "Sudah puas tertawanya?"


Cai cai kesal ia cemberut melihat suaminya. Lan yizhan membuka matanya sebelah mengintip ekspresi wajah Cai cai.


Lan yizhan takut Cai cai marah lagi ia bangun dari sana dengan menghela nafasnya " Dia sangat mirip dengan mu" guman Lan yizhan pelan.


Cai cai menaikan sebelah alisnya "Benarkah?"


Lan yizhan mengangguk "Hmm.. sifat keras kepalanya" jawab Lan yizhan santai.


Cai cai membelalakan matanya, kupingnya merasa panas seperti ingin terbakar.


Lan yizhan melirik ke Cai cai, ia mengingat apa barusan yang dia katakan " Aku kelepasan.." guman Lan yizhan mengutuk mulut nya yang bicara terlalu jujur.


Takut Cai cai murka Lan yizhan dengan hati hati mengalihkan pandangannya ia perlahan ingin pergi dari sana.


" Nanti malam jangan tidur di sini!! " ucap Cai cai dingin.


Lan yizhan berbalik badan ia tersenyum getir "Sayang disini masih ada ziyan, pelankan suaramu" jawab Lan yizhan sedikit takut.


"Ziyan nanti malam yang akan tidur disini! " jawab Cai cai ia turun dari kasurnya dan dengan kesal langsung meninggalkan Lan yizhan disana.


"Aku akan membujuk ziyan agar dia tidak mau" guman liciknya Lan yizhan tersenyum tipis.


______________________


Rounan mengkemas obat yang di raciknya dalam botol perbotol, obat sudah siap di bagikan.


Lan Ziyan dan Cai cai juga berada disini untuk membantu Rounan membagikan obat ini, mereka membawanya langsung ke tempat latihan.


Lan yizhan dan Lan Cheyuan melihat mereka sedikit kesusahan membawa itu langsung datang membantunya.


Lan yizhan sengaja ingin membantu Cai cai tetapi karena Cai cai masih sedikit kesal ia malah jalan melewatinya ingin membawanya sendiri.


Lan Cheyuan dan Rounan menghelah nafasnya "ada apa lagi dengan mamamu?" tanya Lan Cheyuan menyenggol lengan Lan Ziyan.


"Tanyakan saja pada ayah" jawab Lan Ziyan juga ikut mengejar mamanya.


Lan yizhan pun mengambil botol botol yang di bawa Rounan. "Duduk saja disana, biar kami yang membagikannya" ucap Lan yizhan.


Rounan si penurut menganggukan kepalanya ia langsung pergi duduk di paviliun tidak jauh dari mereka.


"Ada apa dengan adik perempuanku? " tanya Lan Cheyuan penasaran masalah apa lagi yang membuat mereka saling menghindar.


Lan yizhan kali ini sebelum berbicara melihat situasi, sudah terasa aman hanya tinggal mereka berdua ia mulai berbicara pelan " Ku sarankan jika kau kak ingin mencari istri, jangan yang keras kepala seperti adikmu itu. Sangat merepotkan." jawab Lan yizhan.


"Sungguh?" tanya Lan Cheyuan menyipitkan sedikit matanya.


Lan yizhan mengangguk setuju.


"Jadi maksudmu adik cantik ku keras kepala?" guman Lan Cheyuan melirik serius pada Lan yizhan.


"Sebenarnya keduanya keras kepala tetapi Rounan sekarang lebih penurut dari pada yang satunya" jawab Lan yizhan santai.


"Baiklah aku akan memberitahu Cai cai sekarang juga" sahut Lan Cheyuan berlari mengejar Cai cai.


Lan yizhan membesarkannya matanya "Akan ku bunuh jika kau mengatakannya..!" teriak Lan yizhan kesal merasa tersudutkan oleh kakaknya.