
Pagi harinya Lan yizhan di antar oleh beberapa penduduk ke dekat gunung tempat tinggal naga itu. Salah satu penduduk memberi 1 botol entah apa isinya.
Lan yizhan mengambilnya dan berterimakasih walaupun dia tidak tau apa itu isinya yang pasti ini bisa berguna untuk didalam sana.
Lan yizhan dengan hati hati memasuki gunung itu, hawa di dalam sangat panas dan aneh Lan yizhan. Ia masuk mencari keberadaannya naga itu dengan kewaspadaan tingkat tinggi dia berjalan dengan perlahan-lahan. Masuk kedalan lorongan demi lorongan dia akhirnya melihat naga itu yang sedang tertidur.
"Bagaimana aku bisa mendapatkan air matanya" guman Lan yizhan bingung dalam hati
Lan yizhan mengambil botol obat yang di beri penduduk tadi. Ia membukanya dan ternyata itu adalah " Bubuk cabe? " Lan yizhan melihat ke naga itu "Hn. Aku tau harus apa"
Lan yizhan ingin menjalankan rencananya namun naga itu terbangun Lan yizhan mundur dan bersembunyi kembali "Siall" naga itu pergi entah kemana Lan yizhan sangat kesal ia melihat sekeliling tempat ini dia berjalan melihat sebuah tanaman ginseng dia berjalan kesana dan memetik daunnya " 1000 tahun" ucap Lan yizhan terkejud. Lan yizhan ingin mengambilnya namun sebelum selesai mengalinya suara naga itu sudah mengarah kembali.
Lan yizhan berlari bersembunyi kembali di tempat semula, berhari hari sudah di tunggunya.
Naga itu mengendus ngendus mencium bau manusia naga itu menyemburkan apinya keseluruh ruangan. Lan yizhan merasa panas sekali tetapi dia tetap bersembunyi naga itu melihat tidak ada tanda tandanya manusia dia mulai merasa aman kembali namun dia masih melirik sekali sekali ke sekelilingnya. Beberapa hari berlalu Lan yizhan cukup bosan menunggu didalam keringat menyucur deras perasaan aneh muncul di tempat ini, Lan yizhan mengabaikan itu dia terpokus pada tugasnya dan ginseng itu.
Naga itu mulai melilitkan tubuhnya bersiap untuk tidur itu adalah kesempatan yang di tunggu tunggu Lan yizhan.
Setelah naga itu tertidur Lan yizhan mulai bereaksi dia mengambil tali supaya naga itu tidak menyemburkan api kepadanya dia mengikat mulut naga itu, naga itu membuka matanya Lan yizhan dengan cepat mengambil botol cabe menyiramkan kemata naga itu. Karena mulutnya sudah terikat dia tidak bisa menyemburkan api jadi tubuhnya yang berusaha memberontak dengan mata tertutup naga itu menyerangnya asal saja Lan yizhan hanya menghindar, karena sudah merasakan pedasnya cabe itu di matanya akhirnya air matanya menetes Lan yizhan segera menampungnya di botol tadi dengan susah payah Lan yizhan akhirnya bisa menampungnya dia tersenyum bahagia dan matanya menyapu ginseng 1000 tahun tadi dia perjalan ke ginseng itu dan berusaha mengambilnya namun keberuntungan belum dipihaknya naga itu sudah berhasil membuka matanya melihat Lan yizhan yang ingin mengambil ginseng itu naga itu semakin marah, tali yang diikatkan di mulutnya putus dan naga itu menyemburkan api ke arah Lan yizhan.
Lan yizhan berlari ke pintu keluar naga itu mengeluarkan api yang sangat besar.
"Akhirnya aku bisa keluar" ucapnya terengah engah
Dia memegang punggungnya " Aww.. " Lan yizhan mengingat dia terkena api semburan naga itu. Lan yizhan membuka baju yang sudah hangus bagian belakang dan membuangnya dia mengganti dengan pakaian baru.
Menahan sakit di punggungnya Lan yizhan berjalan cepat kembali kedesa.
Hari sudah semakin sore Lan yizhan berlari dengan menghiraukan lukanya akhirnya dia sampai di tempat penduduk.
Lan yizhan masuk kekamar Cai cai, ia melihat penduduk wanita itu disamping Cai cai.
"Kau berhasil?" tanya wanita itu
Lan yizhan menganggukan kepalanya dan memberikan botol tadi ke wanita itu. Wanita itu dengan cepat meminumkan air itu ke Cai cai.
Setengah jam sudah berlalu akhirnya Cai cai mulai membuka matanya. Pertama yang ia lihat adalah Lan yizhan dengan wajah sangat khawatir.
"Kau... " ucap Cai cai
Mata Lan yizhan berbinar-binar melihat Cai cai tersadar.
Cai cai berusaha untuk duduk dibantu wanita itu, ia pun bisa bersandar di tempat tidur.
Cai cai merasa bingung dimana ia sekarang, dia juga melihat bingung ke penduduk wanita itu.
"Kau sekarang sudah baik baik saja" ucap wanita itu
"Siapa kau? " tanya Cai cai.
"Namaku Xuanlu, aku adalah penduduk di desa ini" jawabnya
"Kau yang mengobatiku? " tanya Cai cai.
Xuanlu menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke Lan yizhan" Dia yang mencari obat itu "
Pandangan Cai cai jatuh ke Lan yizhan, Lan Yizhan melihatnya dengan senyuman ceria.
Kedua mata saling terkait dan ketika mereka melihat satu sama lain Cai cai mulai membuka pembicaraan " Obat apa itu, kenapa rasanya sangat pedas??? "
Lan yizhan Sweatdrop ia tersentak memegang dahinya lalu mencabut tatapannya menurunkan matanya.
"Pedass? Bukan seharusnya air mata itu rasanya asin..? " tanya Xuanlu
Lan yizhan menghelah nafasnya. Penduduk yang di samping Lan yizhan adalah orang yang mengasih botol itu. Dia melihat ke arah botol itu dan berkata " Bukannya itu adalah botol cabe yang aku berikan kepada mu? "
Semua mata yang berada disitu mengintimidasi Lan yizhan.
Lan yizhan dengan berat menganggukan kepalanya.
Xuanlu dan penduduk lainnya terkejut.
"Aku terlalu panik jadi mengambil asal botol yang ada disitu dan ak..,-
"Terimakasih kau sudah menyelamatkan hidupku" sela Cai cai sebelum Lan yizhan menyelesaikan ucapnya, Lan yizhan mengangguk.
Penduduk yang di samping Lan yizhan memperkenalkan diri pada Cai cai" Aku adalah Tetua Desa ini namaku adalah Baobai".
Cai cai juga memperkenalkan diri " Namaku adalah Cai cai"
"Sebaiknya kalian tinggallah disini, sembuhkan dulu luka mu" ucap Baobai pada Lan yizhan dan Cai cai
Xuanlu menambahi " iya benar, kalian bisa tinggal disini kami tidak akan keberatan"
"Baiklah kami sementara akan tinggal disini" ucap Cai cai.
Cai cai mengerutkan keningnya, " Istirahat bedua disini? Apa maksudnya " guman Cai cai pelan, Xuanlu yang melihat itu menepuk bahu Cai cai dengan lembut dan matanya mengkode agar Cai cai minta penjelasan dengan Lan yizhan.
Setelah Xuanlu keluar Cai cai melihat Lan yizhan , Lan yizhan acuh tak acuh ia mengambil perban di meja dan berjalan ke kaki Cai cai " Aku akan mengganti perbannya" ucap Lan yizhan mulai membuka perban lama di kaki Cai cai. Cai cai tidak menolaknya dia memperhatikan Lan yizhan dengan lembut membalut kakinya tanpa sadar rona pipi kemerahan muncul di pipi cabynya.
Dengan fokus membalut lukanya Lan yizhan berkata " Warna kebiruannya sudah mulai memudar, mungkin besok sudah menghilang "
Cai cai memperhatikan Lan Yizhan tetapi tidak menjawab pertanyaan Lan yizhan , Lan yizhan sedikit mengeryit dan setelah beberapa saat dia mendongak dan menatap Cai cai. Lan yizhan menatap mata cantik Cai cai yang juga menatapnya. Cai cai merasa tertangkap basah karena telah memperhatikan Lan yizhan, Cai cai mengalihkan pandangannya kekakinya " Hmm. Sudah tidak sakit" ucapnya asal.
Lan Yizhan tersenyum tipis melihat tingkah Cai cai.
" apa tadi maksud dari kata kata Tetua Baobai?" tanya Cai cai yang masih penasaran.
Lan yizhan memengang alisnya " Tidak ada " ucapnya.
Cai cai menyipitkan matanya curiga dengan Lan Yizhan tak percaya dengan kata katanya.
"Sudahlah lupakan, aku akan tidur disana" ucap Lan yizhan berjalan menunjuk kursi di ujung
"Jika kau mengatakannya aku tidak akan marah " ucap Cai cai datar.
Lan yizhan berbalik badan " Benarkah itu " ucapnya semangat. Cai cai mengangguk dingin.
" Hn. Begini aku mengatakan kepada mereka kalau kau adalah..... Istriku." ucap Lan yizhan ragu ragu.
" Apa! " jawab Cai cai terkejud.
"Aku tidak tau harus bagaimana, jika aku bilang kau adalah temanku pasti mereka akan bertanya-tanya tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan mereka " Lan yizhan menjelaskan.
Cai cai mendengar itu hanya memegang dahinya dan sungguh tak percaya, namun Cai cai berpikir lagi keadaan yang di bilang Lan yizhan tidak memungkinkan adalah dirinya yang sedang sekarat, bagaimana pun Cai cai berterimakasih atas jasa jasa Lan yizhan untuknya.
Cai cai menghelah nafas dan berkata " Kau pasti sangat lelah, istirahat lah"
Lan yizhan mengangguk dan membereskan kursi itu bersiap untuk tidur.
Cai cai yang melihat Lan yizhan tidur tanpa bantal, tempat tidur yang hanya berlapis kan kayu merasa sedikit tidak tega, ia mengambil bantalnya dan mencoba berjalan walaupun tertatih tatih meringis masih menahan sakit akhirnya sampai di tempat Lan yizhan. Lan yizhan yang merasakan kehadiran seseorang membuka matanya dan terkejud melihat Cai cai didepannya. Ia menyerahkan bantal itu kepada Lan yizhan. Lan yizhan melihat kearah kasur Cai cai " Milikmu? "
"aku tidak membutuhkannya" Cai cai meletakan begitu saja setelah itu dia kembali namun dia hilang keseimbangan ingin terjatuh Lan yizhan dengan sigap menahan tubuh Cai cai tangannya kiri memegang pundak dan tangan kanan meraih pinggang Cai cai. Cai cai menegang dengan kaku, Lan yizhan membantu Cai cai berjalan sampai ke tempat tidurnya.
Lan yizhan kembali, dan mulai merapikan lagi kursi yang ia tidurin.
"Aku minta maaf" ucap Cai cai, jarak mereka tidak jauh jadi walaupun Cai cai berucap pelan tetap didengar Lan Yizhan.
" Maaf? " guman Lan Yizhan
" Siapa wanita itu, kekasihmu? " ucap Cai cai sedikit kepo ini adalah unek unek hatinya.
Lan yizhan akhirnya paham permintaan maaf Cai cai untuk apa.
"Hn. Namanya Nian nian sepupu Gu Fangzi dan Gu Lin " ucap Lan yizhan.
"Gu... ya? " ucapnya datar
"Hn. Dan dia bukan kekasihku" jelas Lan yizhan.
" Tapi dia sepertinya sangat menyukaimu" celoteh Cai cai
Lan Yizhan melihat ke arah Cai cai dan berjalan ke arahnya, berhenti menghadap Cai cai.
" Tidurlah " ucap Lan yizhan
" Kau menyukainya? " tanya Cai cai
Lan yizhan menggelengkan kepalanya " Tidak "
" Kenapa? " Cai cai menaikan sebelah alisnya.
" Hari ini kau terlalu banyak bertanya, tidurlah " Lan yizhan mematikan lampu yang berada di samping Cai cai.
Mendengar ucapan Lan yizhan, Cai cai membaringkan tubuhnya dan membelakangi Lan yizhan.
Cai cai mendecak lidah " Jawab jujur apa salahnya "
Lan yizhan kembali menggelengkan kepalanya heran melihat sifat wanita ini terkadang cukup dingin terkadang juga banyak bicara.
Lan yizhan kembali kekursinya dan juga membaringkan tubuhnya, memejamkan matanya ia berkata " Karena aku sudah mencintai wanita lain "
Cai cai yang belum tidur mendengar itu mengigit bibirnya mukanya merona.
Lan yizhan menambahi " Ku harap kau tidak akan bertanya siapa wanita itu "
Cai cai memejamkan matanya dengan paksa bersikap pura pura tenang. Namun jantungnya masih berdetak dengan kencang.