
" Kau tidak apa apa? " ucap Lan yizhan pada Rounan. Rounan yang masih syok menggelengkan kepalanya air matanya sudah merembas keluar. " Ge.. " ucapnya dengan bibir bergetar.
Lan yizhan tersenyum "Syukurlah" Lan yizhan pun ingin jatuh di hadapan Rounan, Rounan yang melihat Lan yizhan dengan cepat menangkapnya " Yizhan-ge..." ucapnya melihat belakang tubuh Lan yizhan yang terkena tebasan pedang.
Darah mengalir deras tidak ada kain untuk membalut menghentikan pendarahan di punggungnya, Rounan menguyak bajunya tanpa pikir panjang ia langsung meletakan di atas punggung Lan yizhan yang terkena tebasan itu. Lan yizhan masih sadar walaupun pandangannya tidak jelas yang ia tau saat ini ia merasakan sakit, perih di belakang tubuhnya.
Luo tian yang dari sana melihat Lan yizhan terluka sama parahnya dengannya menyeringai "Aku kira kau manusia yang tak bisa terluka" ucapnya pelan namun masih bisa di dengar Lan yizhan. Lan yizhan meringis kesakitan namun ia memaksakan untuk tersenyum tipis pada Luo tian.
Rounan yang kehabisan obatnya, lari keluar mencari tanaman obat yang bisa menyembuhkan luka. Beberapa menit kemudian Rounan sudah membawa dedaunan obat ia menumbuknya sampai halus dan Rounan mencoba membuka baju Lan yizhan agar lebih muda di obatin, tetapi ia masih ragu. Lan yizhan dengan sisa kekuatan yang ia punya mencoba untuk membuka bajunya sendiri, Rounan yang melihat itu langsung meletakannya obat diluka Lan yizhan.
Penduduk kampung tau pemimpinnya sudah mati mereka takut dan pergi dari kampung itu, Rounan juga sudah membereskan mayat mayat yang tergeletak sembarangan dirumah itu. Rounan sekarang sibuk dengan pengobatannya untuk dua pria yang sudah melindunginya.
Rounan melihat baju Lan yizhan yang bolong terkena tebasan mengambilnya dan menjahitnya, sedang menjahit ia terbayang oleh Lan yizhan yang rela berkorban untuknya. Rounan melihat ke arah Lan yizhan yang masih tidur " Aku berjanji dan bersumpah, aku akan melakukan apapun demi mu ge." ucap Rounan dalam hati.
Rounan berjalan ke tempat tidur Lan yizhan memperhatikan luka tebas yang ia dapat untuk melindunginya dan bekas luka satu lagi?
" Luka bakar? " guman Rounan pelan melihat bekas luka bakar di punggung Lan yizhan.
Rounan ingin menanyakan itu tetapi Lan yizhan masih tertidur ia pun mengurunkan niatnya untuk bertanya nanti saja jika sudah bangun ia pun meletakan baju yang ia jahit di meja samping tempat tidur Lan yizhan.
Luo tian membuka kelopak matanya ia mencoba untuk bangkit bersender di dinding tempat tidurnya. Ia melihat Rounan yang masih meracik obat obatan " Rounan.. " panggil Luo tian untuk Rounan. Rounan berbalik badan menoleh ke Luo tian, tau Luo tian yang sudah sadar ia berjalan ke arah Luo tian membawa secangkir obat.
"Kau sudah bangun, ini.. " Rounan memberikan secangkir obat untuk Luo tian, Luo tian mengambilnya lalu meminumnya "Terimakasih" ucap Luo tian. Rounan tersenyum " hmm.. " gumannya lalu mengangguk.
Luo tian melihat ke arah Lan yizhan " Bagaimana keadaannya? " tanyanya. Rounan menjawab " Sudah mendingan, lukanya juga sudah hampir sembuh" jawab Rounan juga melihat ke arah Lan yizhan yang masih tertidur.
"Aku merasa bersalah pada kalian" ucap Luo tian menundukan kepalanya. Rounan mendengar itu menghela nafasnya " Sudahlah yang terjadi biarlah terjadi, tapi harus ingat jangan gegabah sekali lagi" ucap Rounan dengan lembut.
"Apakah yizhan akan merah denganku? aku takut dia akan marah" ucapnya menyesalin perbuatannya.
"Marah pun tidak berguna" jawab Lan yizhan yang baru membuka kelopak matanya dan berusaha untuk bangkit, Rounan yang melihat Lan yizhan sedikit kesusahan dengan cepat membantunya untuk bersender di dinding tempat tidurnya. Lan yizhan yang menyadari ia sekarang tanpa baju sedikit malu dan mengambil baju di atas meja, ia mau melihat baju itu tidak terkuyak lagi sudah terjahit rapi ia pun memakainya di bantu Rounan juga setelah selesai mengenakan bajunya " Terima kasih" ucap Lan yizhan dengan pelan kepada Rounan. Rounan menganggukan kepalanya dengan wajah merona merah lalu pergi keluar.
Luo tian yang memperhatikan kedua orang ini merasa sedikit lucu ia pun tersenyum geli.
"Sepertinya Rounan menyukaimu" ucap Luo tian dengan santai. Lan yizhan menyipitkan sedikit matanya " Perasaanmu saja kali".
Lan yizhan yang mendengar ucapan Luo tian jadi kepikiran apa saja yang di lakukan Rounan kepadanya, namun ia menepis pikirannya " Aku hanya mencintai Cai cai ku, bukan wanita lain" guman Lan yizhan meyakinkan dirinya.
Luo tian yang melihat Lan yizhan diam saja seperti memikirkan sesuatu berkata " Tidak usah pala dipikirkan" gumannya. Lan yizhan menghela nafasnya " Tidak. "
Luo tian ingin bertanya kepada Lan yizhan sebelum bertanya ia melihat Rounan yang masih berada diluar dia berjalan ke arah Lan yizhan dengan kaki terpincang pincang.
Ia mendudukan dirinya di samping Lan yizhan.
" Kau jujurlah pada ku, dari Klan mana kau sebenarnya?" tanya Luo tian dengan pelan ia serius menatap Lan yizhan.
"Aku hanya orang biasa" jawab Lan yizhan malas. Luo tian mendecak lidah " Jangan berbohong padaku yizhan, kita sudah berteman sekarang terbukalah dengan ku hmm" gumannya dengan rayuan maut.
Lan yizhan terdiam sejenak, ia memperhatikan Luo tian apakah bisa dipercaya atau tidak. " Aku berasal dari Klan Lan" ucap Lan yizhan jujur.
"Lan!!! " ucap Luo tian terkejud. " Jangan bilang kau adalah tuan muda Lan Kedua?" tanya penasaran Luo tian.
Lan yizhan mengangguk " Hmm.. " gumannya. Luo tian tersenyum tipis ia merangkul bahu Lan yizhan " Wahh.. tidak disangka aku bertemu tuan muda Lan disini" ucapnya dengan bangga. Lan yizhan menarik tangan Luo tian yang ada di bahunya. " Kau sangat berisik! " ucap Lan yizhan yang sedikit kesal melihat Luo tian.
" Baiklah baik, ohy kenapa bisa kau sampai sini tuan muda?" ucap Luo tian dengan senyuman mengejeknya. Lan yizhan yang di panggil tuan muda merasa tidak suka ia melirik tajam pada Luo tian. Luo tian yang dilirik menelan ludahnya "Baiklah baik, aku tidak akan memanggilmu seperti itu. Kali ini aku serius! "
" Mengapa kau disini, apa ada yang ingin kau cari? " Tanya Luo tian. Lan yizhan tidak mau menutupinya lagi mungkin jika ia mengatakan akan lebih mudah mencarinya.
"Aku ingin mencari ginseng." jawab Lan yizhan.
"Ginseng?? " ucap Rounan yang baru masuk. Lan yizhan dan Luo tian terkejud melihat Rounan yang sudah berada di pintu.
Rounan mendekat ke Lan yizhan dan Luo tian "Ge kau ingin mencari ginseng? di kerajaan Jingtian kami membudidayakan itu sebagai tanaman obat, jika kau mau kita bisa kesana mengambilnya" Ucap Rounan dengan senang karena ia memang ingin sekali membantu Lan yizhan.