
Lan Cheyuan mengetuk pintu pelan, Lan yizhan menoleh ke samping " Kak.. " panggil Lan yizhan dengan muka yang sulit dimengerti rambut berantakan, mata sembab karena banyak menangis, kantung mata yang menghitam karena kurang tidur, badan yang kurus karena tidak berselera makan.
Lan Cheyuan datang menghampiri Lan yizhan "makan lah, jika Cai cai sadar dia melihat mu aneh seperti ini, dia juga akan marah" ucap Lan Cheyuan menyindir Lan yizhan.
Lan yizhan tersenyum tipis " Marah? aku sangat merindukan kemarahannya" jawab Lan yizhan mulai menangis lagi.
Lan Cheyuan menggelengkan kepalanya ia kasihan melihat keadaan adiknya sekarang ini, kehilangan calon bayi dan istrinya terluka parah belum sadar sampai berhari hari.
Lan yizhan sangat terpukul dengan perang itu walaupun ia berhasil membuat Xiao Shunxi mundur tetapi dia harus kehilangan calon bayi yang ia idam idamkan, belum lagi ia harus menjelaskan kepada Cai cai nanti tentang calon bayinya yang sudah tidak ada di perutnya.
Lan Cheyuan tidak tahan melihat Lan yizhan sekarang, ia keluar dari sana berjalan tanpa arah dan sampai di depan gerbang.
Lan Cheyuan melihat lurus ke depan ia menyipitkan sedikit matanya. "Kereta kuda Lan?" gumannya melihat itu.
Semakin dekat kereta kuda itu berlari dan akhirnya tiba di depan Lan Cheyuan berdiri.
"Ayah... " ucap Lan Cheyuan dengan merasa senang atas kehadiran orang orang ini.
Mereka semua turun dan berjalan dengan senyuman ceria karena melihat Kerajaan Jingtian sekarang sudah kembali seperti semula.
Lan Ziyan berlari semangat ke depan Lan Cheyuan "Pamannn.. " panggilnya sambil berteriak.
Senyum bahagia Lan Cheyuan hilang seketika melihat wajah bahagia Lan Ziyan, Ia takut Lan Ziyan akan kecewa jika tau mamanya terluka parah dan calon adiknya sudah tidak ada di dunia ini.
"Bagaimana caraku untuk memberitahukannya?" guman Lan Cheyuan dalam hatinya.
Lan Ziyan menghentakan kakinya kesal karena kedatangannya malah membuat Lan Cheyuan termenung.
Lan Ziyan menggoyangkan tangan Lan Cheyuan "Pamann.. " panggilnya sekali lagi.
"Huh? " ucapnya tersadar, Lan Cheyuan melihat ke bawah.
"Kenapa termenung? mana ayah dan mama paman?" tanya Lan Ziyan dengan melihat ke samping kanan kiri mengapa tidak melihat kedua orang tuanya.
Lan Cheyuan mendengar itu merasakan sakit di dadanya, ia bingung harus menjawab apa pada Lan Ziyan.
Rounan dan yang lain berjalan juga sudah sampai di depan Lan Cheyuan, mereka memperhatikan wajah Lan Cheyuan yang tampak kebingungan mengerutkan dahinya.
"Apakah terjadi sesuatu?" tanya Lan miyan memegang bahu Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan menelan ludahnya, ia menghela nafasnya. Lan Cheyuan memnggangukan kepalanya.
"Apa yang terjadi Ge?!!" sahut Rounan yang merasa sudah tidak enak.
Lan Cheyuan melirik Lan Ziyan, ia berjongkok menatap mata Lan Ziyan " Mamamu terluka parah dan..
Lan Cheyuan matanya mulai berlinang air mata "Mamamu juga kehilangan calon bayinya" jawab Lan Cheyuan dengan berat hati.
"Jadi dimana sekarang anak anakku?" tanya Lan Xuan.
"Di dalam, ziyan juga keadaannya sekarang sangat hancur ia tidak mau makan dan sedikit pun ia tidak mau meninggalkan Cai cai dia tetap berada disampingnya sepanjang hari. " jawab Lan Cheyuan juga merasa sedih mengingat keadaan Lan yizhan.
Lan Ziyan menyeka air matanya ia langsung berlari ke dalam kerajaan.
Lan Xuan, Lan miyan dan Rounan juga ingin cepat masuk melihat keadaan Cai cai dan Lan yizhan. Lan Cheyuan belum siap berbicara ia menarik tangan Rounan, " Ada apa ge?" tanya Rounan.
"Ada yang ingin aku beritahu, ku harap kau kuat mendengar ini" Lan Cheyuan menatap Rounan dengan penuh kesedihan.
Rounan merasa sedikit gugup ia mencoba tetap tenang lalu mengangguk pada Lan Cheyuan.
"Ini mengenai ibu mu, emm.. tetua Kerajaan Jingtian bilang mereka tidak bisa menyelamatkan ibumu dari tangan pasukan Klan Xiao dan para siluman itu" ucap Lan Cheyuan merasa ikut bersalah karena mereka terlambat datang untuk menyelamatkan ibu Rounan.
Rounan mencoba untuk tetap tenang namun ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, ia tak bisa menahan air matanya, hatinya sangat sakit mendengar itu, rasanya ia sekarang ingin menjerit dengan keras namun itu tidak mungkin, Yang bisa dilakukan saat ini adalah menangis pelan dengan menutup mulutnya.
Lan Cheyuan mencoba untuk menenangkan Rounan ia memeluknya dan menepuk nepuk pelan punggung Rounan, harusnya yang melakukan ini adalah Lan yizhan tetapi karena keadaan Lan yizhan tidak memungkinkan ia pun harus menggantikan sebagian kakak yang baik.
Beberapa menit berlalu setelah kesedihannya sudah mereda Rounan mengajak kakaknya Lan Cheyuan masuk ke dalam Kerajaan, ia juga khawatir dengan keadaan Cai cai.
Rounan berjalan masuk melihat Cai cai yang terbaring pucat dan di sampingnya ada Lan yizhan yang kondisi tubuhnya benar kata Lan Cheyuan sangat hancur, seperti tidak ada tanda tanda kehidupan.
Lan miyan menghampiri Rounan " Duduklah sayang" Lan miyan menuntun Rounan agar duduk di kursi samping Lan yizhan.
Lan Cheyuan memberi kode kepada ibu dan ayahnya untuk ikut dengannya, mereka pun keluar dari kamar Cai cai.
"Ada apa?" tanya Lan Xuan yang penasaran apa yang mau di katakan putra sulungnya ini.
Lan Cheyuan menceritakan tentang yang terjadi pada ibu Rounan dan ibu Cai cai. Lan miyan yang mendengar itu terkejut ia tak menyangka urusannya akan separah ini.
Lan Xuan yang mendengar penjelasan Lan Cheyuan mengepalkan tangannya ia sangat marah dengan apa yang sudah di lakukan Xiao Shunxi.
Lan miyan menangis senggugukan ia sangat sedih melihat Rounan yang harus kehilangan ayah dan ibunya, sedangkan Cai cai ia kehilangan calon bayinya juga ibunya yang terluka parah tak tau bagaimana sekarang nasibnya.
Lan miyan memeluk Lan Xuan " Putri putri kita sekarang sangat menderita, apa yang harus kita lakukan" ucapnya menangis di pelukannya suami tercintanya.
Lan Xuan juga tidak tau bagaimana sekarang, ia hanya berpikir akan balas dendam pada Xiao Shunxi karenanya semua ini terjadi. Bahkan ia sanggup menusuk istri dan putrinya sendiri sampai kehilangan bayinya.
"Pertama kita harus mengembalikan kepercaya dirian yizhan, ia harus kembali semangat karena hanya dia yang bisa mengembalikan situasi ini. Bagaimana pun Rounan juga membutuhkannya, Cai cai juga demikian. Tidak boleh terus terusan seperti ini." ucap Lan Xuan dengan bijaksananya.
"Baiklah, aku akan mencoba berbicara dengan yizhan" jawab Lan Cheyuan. Ia langsung pergi dari sana.
"Aku akan menemui putri putriku" pamit Lan Miyan juga pergi dari sana.
Lan Xuan tidak kembali bersama mereka, ia lebih milih bertemu dengan tetua tetua Kerajaan Jingtian menggantikan posisi Lan yizhan sementara mengendalikan Kerajaan ini dan menyusun strategi apa yang harus mereka persiapkan untuk menyerang Klan Xiao.