
Cai cai hari ini sedang santai, ia berjalan berkeliling di Kerajaan Jingtian.
Mata Cai cai menyipit ia melihat Lan Cheyuan yang sedang berlatih dengan pedangnya sendiri di taman belakang.
Cai cai setiap melihat Lan Cheyuan mengingatkannya pada kakaknya Xiao shori.
Cai cai memperhatikan Lan Cheyuan berlatih dengan tersenyum lembut. Cai cai ia bersandar di tiang bayangan matanya melihat wajah Lan Cheyuan adalah Xiao Shori.
Beberapa menit sampai Cai cai disana, Lan Cheyuan yang sedari tadi merasa di perhatikan dengan orang berbalik badan.
Lan Cheyuan melihat Cai cai yang disana dengan tatapan senang, ukiran senyum di mulutnya juga terlihat jelas.
Lan Cheyuan memandang dirinya ke bawah apakah ada yang lucu di dirinya atau dia salah memakai sepatu?.
Lan Cheyuan mengerutkan dahinya tangannya di gerakkan memanggil Cai cai agar datang ke padanya.
Cai cai tersenyum gembira ia dengan langkah cepat datang kesana.
Setelah sudah berada di depan Lan Cheyuan, bayangan Xiao shori di wajah Lan Cheyuan hilang.
Cai cai sedikit terkejut ia tersadar kalau itu hanyalah bayangannya saja karena sangat merindukan kakaknya..
Cai cai memasang ekspresi sedih, senyum di bibirnya hilang dengan sekejab.
"Ada apa?" tanya Lan Cheyuan yang tidak tega melihat wajah adik perempuannya yang begitu sedih.
Cai cai menggelengkan kepalanya " Aku hanya merindukan kakakku, Ge" jawab Cai cai.
Lan Cheyuan menghelah nafasnya "Bayangkan saja jika aku adalah kakak kandungmu dik" ucap Lan Cheyuan yang tidak mempermasalahkan itu.
Cai cai tersenyum kembali " Aku sudah melakukannya kak" sahut Cai cai.
"Hmm.. benarkah? bagaimana dengan muka kami apa terlihat mirip?" tanya Lan Cheyuan memecahkan keadaan.
"Bagaimana Cai cai?" ucap Lan Cheyuan menaik turukan alisnya dan sedikit bergaya di depan Cai cai.
Cai cai melihat Lan Cheyuan sekarang ini ia tertawa terpingkal pingkal "bagaimana bisa sama Ge, Shori-ge mukanya lebih terlihat cantikan dan Mukanya sangat imut."
Lan Cheyuan mendecak lidahnya " Apakah wajahku jelek?"
Cai cai melambaikan tangannya " Tidak, tidak! gege itu lebih ke cool, bijaksana dan satu yang aku suka melihat gege" jawab Cai cai.
Lan Cheyuan alisnya terangkat sebelah "Apa?"
"Gege sangat baik, juga gege selalu bisa menempatkan masalah itu bagaimana? apa yang harus di lakukan selanjutnya." sahut Cai cai.
Lan Cheyuan masih kebingungan dengan ucapan Cai cai. "Intinya?"
Cai cai tersenyum tipis "Gege sangat bijaksana" jawab Cai cai.
"Cantik itu kakakmu, dan bijaksana juga adalah kakakmu? Wahhh.. adik perempuanku, kau adalah orang yang paling beruntung mendapatkan dua kakak yang selalu mendukungkungmu" jawab Lan Cheyuan membusungkan dadanya dengan bangganya.
Cai cai menganggukan kepalanya "Benar sekali, aku adalah perempuan beruntung yang mendapatkan kasih sayang dari dua kakak dan keluarga yang lengkap sekarang ini." jawab cai cai.
"Kenapa suaminya tidak di sebutkan?" sahut orang dari belakang yang tib tiba datang.
"Suaminya selalu membuat kesal.. " jawab dingin Cai cai.
Lan Cheyuan tersenyum kemenangan melihat Lan yizhan di sekak habis oleh jawaban Cai cai.
Lan yizhan melihat geli tawa kakaknya membuatnya mendengus kesal "Tertawalah sampai sekarang sepuasnya" guman Lan yizhan yang sebenarnya itu adalah ancaman bagi Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan tidak memperdulikan itu ia terus tertawa malah ia menjulurkan lidah ke depan Lan yizhan.
"Cihh.. cepatlah kau menikah. Umurmu sudah tidak muda lagi." lirih Lan yizhan menyindir Lan Cheyuan.