Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Adik Perempuan



Melihat Xiao Shunxi pergi tetua dan pasukan Klan Lan seperti tidak rela, mereka sangat geram ingin mengejarnya, namun Lan Cheyuan menginstruksikan pasukannya untuk tidak melakukan pengejaran dan berbalik mundur ke Kerajaan Jingtian.


Lan Cheyuan berpikir karena pasukan yang sudah menipis dan mereka juga perlu menyusun strategi yang di lakukan, Jika mereka sudah siap dengan itu semua mereka akan menyerang dengan kekuatan penuh dan menepati janji serta tantangan dari Xiao Shunxi.


Lan Cheyuan dan tetua yang lain kembali ke dalam kerajaan, mereka membereskan barang barang yang berserakan dan membersihkan kerajaan mengembalikan seperti semula.


Di pukul mundurnya pasukan Lan yizhan serta Lan yizhannya dalam perang di Klan Dataran telah membuat Xiao Shunxi menjadi depresi ia tidak menyangka pasukan Lan yizhan cukup kuat. Perang ini juga membuatnya sadar bahwa kekuatan Klan Dataran benar benar tidak bisa di pandang remeh.


Xiao Shunxi juga tidak menyangka akan terjadi seperti ini, anaknya terluka parah dan istrinya juga. Penyebab utama dari terlukanya mereka adalah Xiao Shunxi sendiri.


Xiao Shunxi dengan sisa kekuatannya terbang cepat kembali ke Klannya, ia tidak tega melihat istri tercintanya sekarang tidak sadarkan diri. Bagaimana sekarang juga tidak tau entah masih hidup atau sudah tiada, Xiao Shunxi terbang dengan menggendong Xiao mei di pelukannya dengan wajah gelap prustasi.


Xiao Shunxi turun ke bawah dengan niat untuk menjeput istri dan anaknya membawanya kembali bersamanya dengan selamat dan baik baik saja, bukan sebaliknya seperti ini. Cai cai sedang mengandung dan ia malah menusuknya apa kabar anak kesayangan sekarang juga ia tidak tau, tetapi Xiao Shunxi berpikir Lan yizhan sangat mencintai putrinya pasti ia tidak akan membiarkan Cai cai kehilangan nyawanya apapun demi Cai cai pasti akan dilakukannya.


**********


Lan Ziyan yang sedang tertidur tiba tiba tersentak terbangun, dahinya penuh dengan keringat perasaannya juga tidak tenang kekhawatiran jelas terlukis di wajahnya.


Lan miyan yang baru masuk ke kamar Lan Ziyan melihat Cucunya bermuka cemas ia langsung menghampirinya " Ada apa sayang? " tanya Lan miyan yang khawatir melihat Lan Ziyan.


"Aku bermimpi mama terluka parah nek, aku sangat mengkhawatirkan mama dan ayah nek" jawabnya dengan mata berkaca kaca.


"Mama dan ayah pasti baik baik saja, kita harus percaya pada mereka" sahut Rounan yang baru datang berjalan ke tempat tidur Lan Ziyan.


"Ibu... " panggil Lan Ziyan.


Lan miyan menyeka keringat di dahi Lan Ziyan "Benar kata ibu muda, ayah dan mama ziyan pasti akan baik baik saja" ucap Lan miyan menambahi agar Lan Ziyan bisa tenang.


Rounan memejamkan matanya " aku juga mempunyai pirasat buruk pada mereka, semoga Cai-jie dan Yizhan-Ge baik baik saja" ucap Rounan dalam hati. Ia juga sebenarnya sangat cemas pada Lan yizhan dan Cai cai namun ia tidak boleh menunjukkan itu di depan Lan Ziyan, Rounan harus bersikap bijaksana dan tenang di hadapan yang lainnya.


Lan Ziyan menganggukan kepalanya, Lan miyan menarik bahu Lan Ziyan ke dalam pelukannya. Lan miyan melirik Rounan dan mengangguk, Rounan balas tersenyum lembut pada Lan miyan.


Lan Xuan yang berada di balik pintu bersama Luo tian melihat Lan Ziyan khawatir dengan mama dan ayahnya membuat mereka juga ikut khawatir. Mengapa sampai saat ini belum ada kabar tentang mereka, prajurit yang dikirim kesana untuk memeriksa Kerajaan Jingtian juga belum memberi kabar.


Luo tian meminta izin untuk kembali ke Kerajaannya pada Lan xuan, tetapi Lan xuan tidak mengizinkannya kembali seorang diri. Lan xuan mengatakan bahwa dirinya juga akan pergi dengan Luo tian ia juga sangat cemas dengan keadaan anak anak dan menantunya, jika harus menunggu kabar ia tidak sabar.


Pembicaraan mereka di dengar oleh orang orang yang berada di dalam kamar Lan Ziyan. Mereka juga menuntut ingin ikut pergi bersama Lan Xuan dan Luo tian ke Kerajaan Jingtian.


Lan Xuan tidak memberi izin tetapi Lan miyan, Rounan dan Lan Ziyan mendesaknya agar memberi izin. Lan Xuan dengan berat hati iya setuju tetapi dengan syarat mereka harus di kawal dengan para tentara pilihan Klan Lan dengan ketat. Rounan, Lan miyan dan Lan Ziyan setuju mereka pun bersiap segera pergi.


Lan Ziyan yang sudah rindu dengan mama, nenek dan ayahnya tersenyum bahagia ia sangat bersemangat karena ingin kembali ke rumahnya.


"Ziyan.. " panggil Rounan dari pintu.


Lan Ziyan menoleh, tau ibunya memanggil ia berlari menuju pintu. Lan Ziyan menarik tangan Rounan dengan lembut membawanya ke dalam kamar.


"Ziyan bahagia bu karena akan kembali ke rumah" jawab Lan Ziyan.


"Dan.. " ucapan Lan Ziyan terhenti melirik Rounan.


Rounan yang serius mendengarkan Lan Ziyan bicara tiba tiba berhenti mengerutkan dahinya "Dan? " beo Rounan.


Lan Ziyan tertawa kecil " Tugas untuk menjaga ibu sudah selesai, aku akan meminta hadiah dengan ayah" jawabnya.


"Ayah menyuruh Ziyan untuk menjaga ibu? " tanya Rounan yang baru tau.


Lan Ziyan menganggukan kepalanya " Sebenarnya itu juga Ziyan yang berjanji pada ayah untuk menjaga ibu" jawab Lan Ziyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalau begitu bagaimana jika Ziyan meminta hadiahnya pada ibu saja" ucap Rounan ingin berterimakasih pada Lan Ziyan.


Lan Ziyan memegang pelipisnya memikirkan sesuatu " Baiklah.. " jawab Lan Ziyan yang sudah memikirkan apa hadiah yang ingin di mintanya pada Rounan.


Rounan melihatnya dengan serius penasaran apa yang akan di minta Lan Ziyan.


Lan Ziyan berdiri di atas kasur ia berjalan ke samping Rounan dan berbisik " Ziyan ingin adik perempuan bu" ucapnya.


Rounan mendengar permintaan Lan Ziyan membuatnya terkekeh "Bagaimana jika munculnya laki laki? " Rounan menyahut.


Muka Lan Ziyan berubah, "Ibu harus mencobanya lagi" jawab Lan Ziyan dengan santainya.


pfftttt......


Rounan tertawa ia merasa lucu dengan jawaban Lan Ziyan.


"Ziyan serius bu, ziyan ingin adik perempuan" guman Lan Ziyan serius.


Rounan menarik kedua tangan Lan Ziyan agar kembali duduk di hadapannya " Kita berdoa saja semoga ini adik perempuan" jawab Rounan membelai lembut perutnya yang buncit.


"Bagaimana dengan mama? Ziyan ingin adik perempuan atau laki laki? " tanya Rounan.


"Tetap sama adik perempuan juga bu" jawab Lan Ziyan serius.


"Apakah cucu nenek sangat menyukai adik perempuan?" sahut Lan miyan yang datang bersama Lan xuan.


Lan Ziyan mengangguk "Benar nek, jika memiliki adik perempuan pasti mereka sangat cantik dan lucu" jawab Lan Ziyan.


"Jika cucu kakek meminta perempuan jadi harus perempuan" ucap Lan Xuan berjalan dan menggendong Lan Ziyan lalu pergi keluar kamar.


Rounan tersenyum lucu melihat itu, Lan miyan melihat suami dan cucunya mirip sifatnya ia menaikkan bahunya melirik Rounan.