
"Emm.. " guman Rounan membuka matanya, matanya berkedip kedip melihat langit langit kamar ia juga merasa sangat hangat.
Kesadaran belum sepenuhnya terkumpul Rounan melihat kekanan dan kekiri dimeja sampingnya ada makanan dan minuman ia bangkit mengingat apa yang sudah terjadi
"Yizhan-ge.. " ucapnya baru mengingat kalau tadinya Lan yizhan yang tidur disini ia menjaganya sepanjang malam, dan ini dia bangun pagi malah sebaliknya dia yang tidur dikasur di tambah ada sarapan pagi disana mana Lan yizhannya juga tidak ada lagi.
Rounan turun dari kasurnya dan ia melihat ke bawah kakinya yang sudah di perban rapi Rounan tersenyum malu, Rounan memperhatikan perban di kakinya dengan serius " Sepertinya aku benar benar jatuh cinta" guman Rounan, namun senyumnya hilang ketika Rounan mengingat tadi malam apa yang di sebut Lan yizhan " Cai cai? apakah dia kekasihnya hmm.. pasti shijie itu sangat cantik" ucap Rounan yang mendudukan dirinya dikursi untuk makan.
Rounan makan sambil membayangkan jika Lan yizhan bersama kekasihnya ia akan di lupakan.
"Ohh.. ayolah sadar Rounan sadar.. " Rounan menggelengkan kepalanya.
Rounan dengan cepat makan makanannya lalu ia bersiap untuk keluar. Rounan membuka pintu "Kau!! " ucap Luo tian yang sudah berada di depan pintu.
Rounan terkejud ia baru ingat ini adalah kamar Lan yizhan, Rounan mengukur kepalanya yang tidak gatal.
"Mengapa kau disini? kalian??? " Luo tian menaikan alisnya sebelah.
Rounan langsung menjawab "Tidak seperti yang kau pikirkan! ". Lan yizhan yang mendengar Luo tian dan Rounan disana menghelah nafasnya lalu keluar dari kamar Rounan.
Luo tian menoleh ke Lan yizhan yang baru keluar dari kamar. Luo tian bingung bukannya kamar yang di tempati Rounan milik Lan yizhan, dan sebaliknya kamar Rounan di tempati Lan yizhan. Luo tian memijit pelipisnya bingung dia yang salah lihat atau ada sesuatu yang terjadi dan dia tidak mengetahuinya.
"Ayo kita pergi, lanjutkan perjalanan" ucap Lan yizhan mengalihkan pembicaraan. Lan yizhan melewati Luo tian untuk pergi " Tunggu.. hey.. " ucap Luo tian mengejar Lan yizhan dari belakang.
Rounan menghelah nafasnya legah, ia pun ikut berjalan mengikuti langkah mereka di sepanjang perjalanan mereka tidak berbicara hanya keheningan yang ada.
Luo tian yang matanya lasak kesana dan kemari ia melihat kaki Rounan yang di perban Luo tian menyipitkan matanya " Kenapa dengan kakimu Rounan? " tanya Luo tian yang penasaran.
Rounan memejamkan matanya lalu membukanya menoleh ke Luo tian. "Tadi malam kakiku terkena pecahan kaca" ucapnya asal.
"Kaca? " beo Luo tian, Lan yizhan memegang bahu Luo tian "Sebaiknya kita istirahat" ucapnya lalu mendudukan dirinya di bawah pohon.
Rounan juga dengan cepat mendudukan dirinya agar tidak di tanyain oleh Luo tian. Rounan karena banyak berjalan perban yang dikakinya terlihat ada bercak darah, Rounan melihat itu membuka perban di kakinya ternyata lukanya terbuka lagi karena banyak berjalan.
Rounan memberikan obat dan memperbannya lagi dengan menahan sakit Rounan hanya bisa mengigit bibirnya. Lan yizhan melirik ke Rounan "Lukanya terbuka lagi" ucapnya dalam hati.
Sudah cukup istirahatnya mereka ingin melanjutkan perjalanan, Rounan berdiri dan ingin berjalan namun kakinya semakin sakit ia meringis kesakitan tetapi ia harus berjalan.
"Aku tidak boleh lemah, aku harus kuat ini hanya luka kecil" ucap Rounan dalam hatinya. Rounan melangkah demi langkah sangat sakit namun harus ditahankannya. Rounan tetap menggigit bibirnya mengurangi rasa sakit di kakinya.
Luo tian mengerutkan dahinya " Kalian ini, kenapa selalu menujukan romantis didepan ku sih? " umpatnya kesal.
"Kau tidak lihat kakinya terluka dia kesusahan untuk berjalan! " jawab Lan yizhan dengan penuh penekanan.
Luo tian terkejut melihat ekspresi Lan yizhan yang tidak biasanya ini, ekspresinya penuh dengan amarah? bicaranya juga dengan nada tinggi.
"Kau marah yizhan, aku hanya bercanda" jawab Luo tian merasa bersalah karena sudah mengatakan itu. Lan yizhan mengangguk. Rounan yang melihat ekspresi Lan yizhan yang serius menjadi takut ia segera naik ke punggung Lan yizhan.
Lan yizhan sepanjang perjalanannya menggendong Rounan, Rounan sebenarnya merasa tidak enak namun ia jika mengatakan untuk menolak pasti Lan yizhan akan marah.
Tangan Rounan merangkul leher Lan yizhan dengan ragu ragu ia takut jika Lan yizhan tidak suka, namun Rounan harus berpegangan apa lagi kalau tidak merangkul leher Lan yizhan.
Tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka Rounan sedikit berbisik pada Lan yizhan agar Luo tian tidak mendengarkan percakapan mereka.
"Ge.. bolehkah aku bertanya? " ucap Rounan dengan sedikit keberanian. Lan yizhan mengangguk.
" Siapa Cai cai?" tanya Rounan dengan pelan. Lan yizhan yang mendengar itu berhenti berjalan.
"Ada apa? " tanya Luo tian yang melihat Lan yizhan dan Rounan berhenti berjalan. Lan yizhan melanjutkan perjalanannya lagi "Mengapa kau menanyakan itu? " ucap Lan yizhan melirik kebelakang.
"Aah.. itu, emm.. aku mendengar kau menyebut namanya saat mabuk ge" jawab Rounan.
"Cai cai adalah kekasihku. " ucap Lan yizhan jelas. Rounan mengigit bibirnya ia menelan ludahnya hatinya mendengar itu menjadi sakit sakit sekali rasanya sekarang ia ingin menjerit sekuat kuatnya namun keadaan tidak memungkinkan jadi Rounan hanya diam membisu.
Tidak ingin membahas itu lagi Rounan sepanjang jalan hanya diam saja, Luo tian yang bercanda canda dengan Lan yizhan juga Rounan tidak ada niat untuk nimbrung percakapan dengan mereka.
"Rounan ada apa dengan mu kenapa kau diam saja? " tanya Luo tian yang tidak biasa melihat Rounan diam. Luo tian bertanya lagi " Apa kau sakit? ". Rounan yang mendengarkan pertanyaan Luo tian menjawab dalam hati "Benar! aku sakit. Hatiku sakit sekaliii.. " ucapnya dalam hati menangis dalam hati.
"Ge turunkan aku, aku ingin berjalan sendiri. Sepertinya kakiku sudah tidak sakit" ucap Rounan dengan muka murung.
"Kau yakin?" tanya Lan yizhan, Rounan menganggukan kepalanya. Lan yizhan pun menurunkan Rounan dari gendongannya. Rounan mencoba berjalan duluan dengan kaki tertatih tatih " Rounan.. ayo semangat, kau pasti bisa!! " ucapnya untuk menyemangati dirinya sendiri.
Luo tian menoleh ke Lan yizhan, Lan yizhan juga melihat ke Luo tian ia menggelengkan kepalanya tidak tau ada apa dengan Rounan yang bersikap tidak biasanya.
Luo tian menghela nafasnya karena keadaan saat ini sangat membosankan, biasanya dia selalu menggoda Rounan dan aduh bicara ini Rounan sangat diam jadi Luo tian merasa tidak semangat. Mereka berjalan dan terus berjalan "Kita sudah dekat, didepan sana adalah Kerajaan Jingtian." ucap Rounan tersenyum bahagia.