Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Pembuat Onar



Mu shen melirik Lan Ziyan " Wajahmu 90% mirip dengan ayahmu, 10% lagi mirip mamamu"


Lan Ziyan menyipitkan sedikit matanya melihat Mu shen.


Mu shen baru ingat jika mereka belum berkenalan dengan Lan Ziyan, pasti di pikirannya penuh dengan pertanyaan siapa orang orang yang baru datang ini, karena Mu shen adalah orang yang paling peka ia mengenalkan teman temannya dan juga dirinya.


"Aaa.. Perkenalkan paman itu namanya Gu fangzi" ucap Mu shen menunjuk orang yang berada di hadapan Lan Ziyan.


"Yang itu namanya Paman Yan li dan yang itu Paman Ling fan" tunjuk Mu shen kepada mereka, Ling fan yang di lihat Lan Ziyan ia dengan ramah melambaikan tangannya.


"Dan Paman sendiri adalah,-


"Pembuat Onar." sahut Cai cai tersenyum tipis melihat Mu shen.


" Owh.. jadi paman ini namanya paman pembuat Onar ma? " guman Lan Ziyan dengan sengaja menjahili Mu shen.


"Tidak! aduhh.. Cai cai hmm.. " gerutu Mu shen ternistakan dengan orang orang disini.


Semua melihat ekspresi wajah Mu shen tertawa renyah. Mu shen yang geram melihat Lan Ziyan ia datang ke depannya dan menggendongnya.


"Ziyan nama paman Mu shen, Ziyan bisa panggil paman Mu atau paman Shen. Oke" ucap Mu shen pada Lan Ziyan agar tidak salah panggil.


"Baiklah.." jawab Lan Ziyan.


"Berapa usiamu sekarang?" tanya Mu shen yang penasaran.


"7 tahun paman." jawab Lan Ziyan santai.


Mu shen menghitung 7 tahun mundur kelahiran Lan Ziyan. Mu shen membelalakan matanya ia melirik tajam ke arah Lan yizhan. Lan yizhan yang tiba tiba di tatap Mu shen mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"7 tahun ya Ziyan, hmm.. " guman Mu shen yang masih melirik Lan yizhan.


"Sudah 7 tahun juga kita lulus dari Akademi Zhang, tidak terasa ya.. " sahut Ling fan.


"Tunggu! 7 tahun usia Ziyan? sudah 7 tahun juga kita lulus dari Akademi." ucap Ling fan yang baru sadar.


Cai cai yang juga baru sadar apa maksud itu mukanya sudah memerah malu.


Ling fan menoleh ke Lan yizhan ia menyipitkan matanya "Kalian pacaran diam diam di Akademi?" tanya Ling fan yang asal bicara tidak melihat tempat.


Lan Ziyan dari gendongan Mu shen mengerutkan dahinya melihat ke ayah mamanya.


Yan li dan Gu fangzi saling memandang mereka tersenyum tipis, mereka sudah tau sejak di Akademi Lan yizhan dan Cai cai sudah dekat jadi mereka tidak terkejut seperti Mu shen dan Ling fan.


Lan yizhan yang mulai panas kupingnya ia memegang tangan Cai cai dan membawanya pergi dari sana.


"Ya.. yahh.. kenapa pergi? hey...! " teriak Mu shen melihat ke pergian Lan yizhan dan Cai cai.


Yan li berjalan ke samping Mu shen ia memukul pelan bahunya " Sudahlah, bukanya sudah tau Ziyan hasilnya" jawab Yan li dan ikut pergi dari sana.


Mu shen melirik ke Gu fangzi, Gu fangzi menaikan bahunya dan menunjuk Lan Ziyan lalu pergi mengikuti Yan Li.


Mu shen berbalik melihat Ling fan yang tersisa disana. Ling fan melihat Lan Ziyan " Ziyan adalah hasilnya? " guman Ling fan yang masih bingung.


Mu shen menghelah nafasnya " Sudahlah fan, jangan di pikirkan lagi. Ayo kita pergi.. " jawab Mu shen pasrah, ia pun pergi dari sana mengikuti yang lain sambil menggedong Lan Ziyan.


Lan Ziyan yang tidak tau apa maksud dari mereka ia cuek aja, itu urusan orang dewasa jika dia sudah dewasa nantinya pasti ia akan paham masalah tentang itu.


Lan yizhan mengajak teman temannya ke ruangan santai mereka sudah lama tidak berkumpul berlima.


Lan yizhan yang tak mau membuat teman temannya cemas ia menceritakan semua apa yang ia alami selama ini serta alasannya pergi dari Klan beberapa tahun.


"Jadi apa yang ingin kau lakukan pada Klan Xiao kedepannya?" tanya Gu fangzi serius.


"Cai cai sudah bersamamu, kalian juga sudah hidup bahagia. Lupakan saja Xiao Tua itu" sahut Ling fan santai.


Lan yizhan menggelengkan kepalanya "Sebelum aku mengalahkannya, aku belum merasa bahagia." jawab Lan yizhan mengepalkan tangannya.


Mu shen menghelah nafasnya " Baiklah. Begini saja. Jika kau berniat menyerang Klan Xiao, Klan Mu siap untuk membantu." ucap Mu shen yang kali ini juga serius.


Ling fan menaikan tangannya sebelah " dan jangan lupakan Klan Ling" sangah Ling fan.


Yan Li dan Gu fangzi juga melihat ke Lan yizhan menganggukkan kepalanya setuju apa yang di katakan Mu shen.


Lan yizhan tersenyum " 5 Klan dan 1 Kerajaan besar, menyerang satu Klan? aku tidak akan sepengecut itu. " jawab Lan yizhan.


"Jadi apa rencanamu?" tanya Yan Li.


"Aku akan tetap menyerangnya, tapi tidak melibatkan Klan Klan lain. " jawab Lan yizhan tidak mau di anggap beraninya main kroyokan untuk melawan Klan Xiao.


"Baiklah jika itu keputusanmu, tapi jika kau butuh bantuan kami siap untuk membantu" sahut Gu fangzi dengan menerima keputusan akhir Lan yizhan.


Lan yizhan menganggukkan kepalanya "Terimakasih" ucap Lan yizhan.


"Oh ya, tadi kau mengatakan selir? dimana dia aku ingin melihatnya" tanya Mu shen mengalihkan pembicaraan.


Seketika muka Lan yizhan berubah menjadi datar.


Mu shen melirik Ling fan mengkode agar keluar dari ruangan ini dan melihat selir Lan yizhan bagaimana wajahnya.


Ling fan yang tau maksud Mu shen ia pura pura batuk dan permisi keluar. Mu shen melihat Ling fan sudah keluar ia beralasan ingin mencari udara segar juga permisi keluar.


"Mencurigakan.." guman Gu fangzi melihat keanehan kedua temannya itu.


"Sudahlah biarkan mereka" jawab Yan li yang tidak heran melihat kedua temannya yang suka buat onar itu.


"Karena hanya tinggal kita bertiga, aku ingin menanyakan serius padamu yizhan" ucap Yan li.


Lan yizhan mengerutkan dahinya "Bicaralah.. " jawab Lan yizhan dengan serius.


"Apakah kau mencintai Rounan?" tanya Yan li yang mendengar dari penjelasan Lan yizhan ia menjadikan Rounan selir karena kasihan dan merasa bersalah.


Lan yizhan terkejut mendengar pertanyaan Yan li ini, ia tidak mau membohongi perasaannya dan temannya "Aku hanya mencintai Cai cai, tidak wanita lain" jawab Lan yizhan serius dan percaya diri.


"Bagaimana dengan Rounan, kau menganggap dia seperti apa? " tanya Gu fangzi gantian.


Lan yizhan menggelengkan kepalanya ia ingin menjawab "sebagai teman" namun ia tidak yakin dengan ucapannya sendiri. Jika hanya teman tapi Lan yizhan juga khawatir kalau Rounan terluka, walaupun rasa khawatir itu berbeda dengan apa yang ia rasakan terhadap Cai cai.


*******



"Pasti itu yang namanya Rounan?" ucap Mu shen yang melihat Cai cai dan Rounan sedang berada di taman belakang.


"Cai cai sangat cantik, Rounan juga sangat manis. Mengapa yizhan sangat beruntung yaa.." guman Ling fan pada Mu shen.