
Lan yizhan memapah kedua temannya membawa mereka ketempat aman, Lan yizhan memeriksa Luo tian lalu ke Rounan mereka terkena luka yang sama. Cakaran siluman itu beracun ini sangat fatal untuk Luo tian dan Rounan, Lan yizhan yang tau sedikit tentang pengobatan mencari dedaunan obat di hutan sudah dapat yang diperlukan Lan yizhan kembali dan meraciknya dengan hati hati lalu memberikan pada luka luka mereka yang terkena cakaran.
Sehari, seminggu dan sebulan sudah namun luka mereka masih belum sembuh juga, Lan yizhan sudah mencoba berbagai cara namun tidak ada perubahan. Lan yizhan tidak pantang menyerah ia mengobati teman temannya dan juga disisi lain ia sudah beberapa kali menyelinap ke kerajaan melakukan pembantaian diam diam, Lan yizhan karena sudah beberapa kali masuk kesana sudah berjumpa dengan tanaman ginsengnya ia mengambil sebisa yang ia ambil dan langsung memakannya.
Berbulan bulan kemudian, Lan yizhan yang sudah semakin kuat kemajuannya berkembang pesat Lan yizhan tembus dengan tingkat kekuatan level 65.
Lan yizhan yang sudah siap latihan melihat teman temannya yang masih terbaring lemah membuatnya semakin merasa marah, Lan yizhan dengan tangan mengepal kuat ia mengambil busur Rounan, Lan yizhan juga membuat anak panah yang lebih tajam dari sebelumnya dan pedang Luo tian di buat Lan yizhan jadi semakin tajam juga melumurinya dengan racun yang lebih kuat, Lan yizhan juga belajar membuat botol asap Rounan ia menyediakan sangat banyak untuk keperluannya nanti.
Lan yizhan menghela nafasnya dengan kasar ia siap untuk bertarung namun sebelum pergi Lan yizhan menyempatkan dirinya untuk melihat kedua temannya yang masih terbaring lemah, Lan yizhan juga sudah menaruh mereka di tempat yang sangat aman jadi Lan yizhan saat bertarung nanti tidak akan cemas keselamatan teman temannya.
Lan yizhan melangkah pergi dengan keyakinan yang penuh tidak ada kata mundur dan lemah, sesampainya disana Lan yizhan disambut oleh pemimpin Mo atau Raja Siluman Serigala.
"Kau masih berani ya.." ucap Raja Serigala melihat Lan yizhan yang tidak bosan bosannya menyerang mereka.
"Hmm." guman Lan yizhan. Raja serigala itu mengaung memanggil semua siluman siluman yang ada di kerajaan, sudah berdatangan semua jumlahnya juga sudah bertambah berkali kali lipat dari sebelumnya.
Lan yizhan melihatnya hanya tersenyum tipis.
Raja Serigala yang melihat ekspresi tenang Lan yizhan juga merasa terhibur ia tertawa renyah "Kau sangat berani nak, aku sangat salut pada dirimu bahkan dengan pasukan sebanyak ini kau tetap tenang, hmm.. bolehkah aku tau siapa namamu? " tanya Raja serigala yang penasaran dengan Lan yizhan.
Lan yizhan tersenyum melihat Raja serigala itu "Namaku Yizhan.. " jawab Lan yizhan dengan ramah.
"Yizhan ya.. hmm baiklah aku akan lihat seberapa lama kau akan bertahan yizhan" ucap Raja serigala dengan lembut.
Lan yizhan menarik pedangnya bersiap untuk menyerang dan pasukan pertama mulai menyerang.
Raja serigala tersenyum tipis melihat pasukan pertamanya sudah habis di bantai Lan yizhan dengan sekejap. Raja Serigala menyuruh pasukan kedua untuk maju, dengan hitungan menit juga sudah berjatuhan. Raja serigala memerintahkan pasukan ketiga, empat dan lima sekaligus menyerang Lan yizhan, Lan yizhan dengan kejamnya juga membantai habis mereka.
Lan yizhan yang tubuhnya sekarang sudah tak beraturan dengan mata yang tajam masih bertahan walaupun nafasnya sudah tersenggal senggal, lelah sudah pasti namun ia harus tetap kuat. Raja serigala yang sudah geram,kesal dan sangat marah memerintahkan pasukan ke enam, tujuh, delapan, sembilan dan sepuluh sekaligus untuk membunuh Lan yizhan. Lan yizhan tetap tenang ia bersiap untuk menyerang dengan penuh amarah. Korban juga sudah bejatuhan Lan yizhan juga sudah kehabisan tenaga ia mudur beberapa langkah kebelakang mencoba mengambil nafas dan mulai bertarung lagi dan lagi sudah di titik penghabisan Lan yizhan yang sudah tidak kuat terjatuh terduduk ia mencoba berdiri dengan bantuan pedangnya.
Raja serigala yang melihat Lan yizhan sudah tidak mampu menyerang ia dengan curangnya manarik anak panah membidikkan ke tepat jantung Lan yizhan anak panah semakin dekat dan semakin dekat sampai jaraknya hanya tinggal beberapa senti lagi Lan yizhan sudah menutup matanya.
Lan yizhan membuka kelopak matanya melihat ke arah anak panah yang ke arahnya tadi sudah menancap ke tempat lain penyebabnya adalah anak panah seseorang yang membuatnya meleset. Lan yizhan menoleh siapa yang menembak anak panah itu.
" Apakah aku terlambat? " guman seorang wanita yang mempunyai mata cantik mempesona dan muka yang sempurna tertutupi cadar.
Lan yizhan melihat dan mendengar suara itu sangat tanda, itu adalah suara wanita yang sangat ia rindukan didunia ini ia akan menaruhkan apapun sekalipun itu nyawanya untuk wanita ini.
"Aku mencintaimu..." ucap Lan yizhan dengan mata onyx menatap kekasihnya.
"Bisakah kalian bahas itu nanti? kita selesaikan dulu ini." ucap Xiao mei yang tidak habis pikir dengan anak muda jaman sekarang yang tidak melihat tempat dan kondisi kalau masalah perasaan.
"Dasar menyebalkan.." guman Cai cai melihat ke Lan yizhan, Lan yizhan terkekeh.
Cai cai menarik anak panahnya dengan cepat ia membidik satu persatu satu dalam hitungan detik saja ia sudah membunuh 100 siluman, Lan yizhan yang melihat itu pun tersenyum tipis "Dia tidak berubah, masih dengan wanita yang kejam" gumannya melihat Cai cai yang tidak ada rasa kasihan soal membantai. Lan yizhan juga sudah merasa pulih karena obatnya sudah datang jadi ia 100% sudah kembali seperti semula. Raja Serigala itu pun yang melihat Lan yizhan kembali pulih karena kedatangan wanita ini ia turun tangan sendiri, menarik pedangnya dan berjalan ke arah Lan yizhan.
" Lawanmu adalah aku " ucap Xiao mei yang menghadang Raja serigala tepat di depannya.
"Siapa kau ikut campur urusanku! " ucap Raja serigala marah melihat kedatangan Xiao mei dan Cai cai tiba tiba.
"Dan sekarang ini adalah urusanku, kau telah kejam dengan menantu ku mana mungkin aku sebagai ibu mertuanya hanya diam saja" ucap Xiao mei dengan nada mengejek.
"Menantu? hmm.. sudahlah aku akan membunuhmu dan menantu mu sekalian" ucap Raja serigala menyerang Xiao mei.
Xiao mei yang melihat itu juga menerima serangan itu dengan senang hati mereka pun bertarung dengan serius.
Cai cai yang memang kejam dari lahir tidak ada rasa kasihan sedikit pun dengan musuhnya ini, sekali ia mengangkat busurnya dan anak panahnya ratusan korban pun berjatuhan. Lan yizhan mengambil botol asap dan melemparnya membuat keadaan semakin memanas Lan yizhan mengambil busurnya juga membidik satu persatu dengan cekatannya sekaligus berjalan santai ke tempat sang kekasih.