Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Gejala Kehamilan



2 Bulan Kemudian.


Xiao shori yang dari rumah tabib mengambil obat bergegas kembali ke Klan Xiao. Xiao shori berjalan ke kamar Cai cai, ia mengetuk pintu kamar cai cai namun tidak ada jawaban Xiao shori memutuskan untuk masuk kekamar cai cai namun tidak ada siapa siapa di dalam kamar itu " Kemana dia?" gumannya di dalam kamar. Xiao shori keluar kamar Cai cai dan melihat ibunya yang barusan keluar dari kamarnya " Dimana Cai cai bu? " tanyanya


Xiao Mei menjawab " Jika dia tidak ada di kamarnya, coba cari di taman belakang."


"hmm.. baiklah, aku akan kesana" ucap Xiao shori


"Ibu juga akan ikut denganmu" ucap Xiao mei juga ingin ikut dengan Xiao shori menemui Cai cai. Pergilah mereka ke taman belakang.


"Cai cai.. " panggil Xiao mei yang melihat cai cai sedang latihan.


Cai cai yang di panggil menghentikan latihannya. Ia melihat ibunya dan kakaknya disana juga berjalan kesana. Xiao Shori menyerahkan obat yang ia bawa kepada Cai cai, Cai cai menghelah nafasnya " Obat lagi obat lagi? aku sudah sembuh ge, jadi untuk apa meminumnya lagi." ucap Cai cai yang sudah bosen meminum obat tiap hari.


"Obat ini untuk kesehatanmu, sudahlah minum saja" ucap Xiao shori mengambil tangan Cai cai dan meletakan obat itu di tangan cai cai.


Cai cai melihat ke obat itu dan dengan malas ia meminumnya. "Sudah habis" Cai cai menunjukkan botol kosong ke Xiao Shori dan ibunya.


Xiao mei tersenyum lembut kepada Cai cai ia mengusap usap pucuk kepala Cai cai. "Bu.. " panggil cai cai.


"Hmm? " jawab Xiao mei.


" Ibu tidak melihat ada yang aneh di tubuhku?" tanya Cai cai yang merasa tubuhnya semakin hari semakin mengembang dan semakin berat.


Xiao shori melirik ke Xiao mei " Hmm.. tidak sayang" jawab Xiao mei yang berbohong sudah jelas Cai cai sekarang tubuhnya semakin gendut.


Cai cai menyipitkan matanya " Bohong " ucapnya pada ibunya. Cai cai melihat ke Xiao shori. Xiao shori yang di tatap cai cai sedikit terkejud ia memijit dahinya dengan berat ia berkata jujur " Sedikit gendut? "


"Cih.. sudah ku duga, aku heran kenapa tubuhku semakin lama semakin mengembang" ucapnya memperhatikan tubuhnya sendiri.


Xiao mei yang penasaran bertanya dengan hati hati ke cai cai " Cai cai apakah beberapa bulan ini kau pernah merasa mual?" ucap Xiao mei yang penasaran karena Xiao mei merasa Cai cai sedang hamil namun tidak memiliki gejala apapun seperti wanita hamil lainnya hanya nafsu makannya yang bertambah dan tubuhnya yang lumayan berisi.


Cai cai mengingat ngingat apakah pernah atau tidak, ia menggelengkan kepalanya " tidak bu" ucapnya dengan yakin tidak pernah merasa mual. Xiao mei tersenyum dan mengangguk.


"Ayo kita masuk hari semakin sore" ucap Xiao mei mengajak kedua anaknya untuk masuk kedalam.


Cai cai kembali ke kamarnya. Xiao shori berjalan mendekati ibunya " Bu ada yang ingin ku tanyakan" ajak Xiao shori pada ibunya.


"Kenapa ibu bertanya pada cai cai dia pernah mual atau tidak bu? " tanya Xiao shori yang penasaran sedari tadi namun ia tetap diam menunggu cai cai pergi lalu bertanya pada ibunya.


"Aaa.. itu, itu adalah gejala jika wanita hamil" jawab Xiao mei.


Xiao Shori mendengarkan dengan serius "Namun kenapa sakura tidak merasakan itu bu?"


" Calon bayinya baik baik saja kan bu??? " ucap khawatir Xiao shori pada Cai cai.


Xiao mei tersenyum melihat ekspresi serius Xiao shori yang mengkhawatirkan mei meinya.


Xiao shori yang melihat ibunya malah tersenyum menyipitkan matanya " Kenapa ibu tersenyum?" tanyanya.


Xiao mei menggelengkan kepalanya "Tidak, ibu hanya senang saja melihat kau mengkhawatirkan adikmu" ucap Xiao mei memegang bahu Xiao shori. " Calon keponakan mu baik baik saja, gejala mual itu bisa juga di alami ayahnya bukan hanya seorang ibunya saja" ucap Xiao mei kepada Xiao Shori, Xiao mei lupa tentang keadaan Lan yizhan.


Xiao shori mendengar ibunya menyebutkan kata " ayahnya" membuat Xiao shori termenung. Xiao mei yang melihat Xiao shori temenung pun bingung apa kata katanya ada yang salah? beberapa detik berlalu Xiao mei membelalakan matanya ia memegang mulutnya. Xiao mei baru ingat dia tadi mengucap kata "ayahnya".


Xiao shori membayangkan bagaimana nantinya jika anak itu lahir tanpa seorang ayah, lalu bagaimana cara Cai cai membesarkan anaknya seorang diri tanpa seorang suami, dan bagaimana jadinya jika anak cai cai mengetahui bahwa ayahnya di bunuh oleh tangan kakeknya sendiri, tidak direstui dan di usir, itu adalah hinaan yang luar biasa baginya untuk ayahnya. Bahkan yang lebih parah jangankan melihat gambar ayahnya menyebutkan nama ayahnya saja itu sangat dilarang di Klan ini. Xiao shori sudah pening dan bingung menghadapi masalah yang akan datang. Ia bergelut dengan pikirannya yang belum terjadi sekarang namun akan di alami di masa depan.


Xiao mei yang melihat Xiao Shori masih termenung dengan pikirannya, membuatnya juga mengerti apa yang ada di pikiran anaknya itu saat ini. Xiao mei menepuk bahu Xiao shori. Xiao shori terkejud " Ha.." ucap Xiao shori melihat ibunya. Xiao mei menghelah nafasnya "Ibu tau apa yang sedang kau pikirkan"


Xiao shori melihat ibunya dengan cemas " Kita harus bagaimana?"


"Ibu juga tidak tau, ibu yakin cai cai tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Walaupun sudah berbulan bulan dan tidak pernah ada orang di Klan ini yang menyebut namanya, pasti didalam hati cai cai masih tersimpan nama pria itu." Ucap Xiao mei dengan mengkhawatirkan Cai cai.


Xiao shori setuju dengan ucapan ibunya, bagaimana pun Lan yizhan adalah cinta pertama dari cai cai dan juga cai cai sekarang mengandung anak Lan yizhan itu akan membuat cai cai tidak bisa melupakan pria itu.


Sekarang usia kandungan Cai cai sudah tiga bulan jalan ke empat bulan, hanya tinggal menunggu hitungan bulan saja apa yang di pikirankan Xiao shori akan terjadi. Ini akan membuat kekacauan sekali lagi di Klan ini.


"Bagaimana jika kita membawa cai cai pergi bu? " ucap prustasi Xiao shori pada ibunya.


Xiao mei mengerutkan dahinya " Pergi? bagaimana dengan ayahmu? apa iya akan memberi izin?" jawab Xiao mei. Xiao Shori menggelengkan kepalanya " Tidak.. " jawab Xiao shori sudah tau jawaban dari ayahnya jika Cai cai akan di bawa pergi dari Klan ini.


Xiao Mei dan Xiao Shori berpikir keras apa dan bagaimana cara mengatasi semua ini.