Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Janji



Mu Yue berlari ke arah Lan yizhan namun setelah dekat dia sengaja menyenggol lengan Cai cai sampai dia terdorong kedepan, utung saja dia tidak terjatuh.


Cai cai terkejud ia melihat siapa yang melakukan itu dan dia berbalik dan ternyata "Kau! " ucapnya


"Kau tidak apa apa Cai cai? " tanya Lan yizhan memegang pundak cai cai berbicara lembut dan hangat.


Cai cai menggelengkan kepalanya melihat kesal pada Mu Yue.


Mu yue melihat ekspresi Lan Yizhan dan Cai cai sangat tidak biasa ia dengan cepat menarik tangan Lan yizhan dari pundak cai cai lalu memegang tangan Lan yizhan, " maaf, aku tidak melihat mu" ucap Mu Yue dengan cemburu.


Lan yizhan menyingkirkan tangan Mu yue dari tangannya dengan kasar " Lepaskan "


Mu Yue melihat ke Cai cai, " Aku ingin berbicara pada Yizhanku, bisakah kau pergi!"


Cai cai menaikan alisnya sebelah "Kenapa tidak kau saja yang pergi." balas Cai cai datar.


"Kau berani dengan ku!! " ucap Mu Yue dengan emosi mengancam Cai cai.


"Ada apa itu ribut ribut?" tanya Ling fan pada teman temannya.


"Ayo kita lihat" ajak Nie Yana.


"Mu yue? Mengapa kau kemari, bukannya kau sedang membersihkan kamar mandi?" tanya Mu shen sepupu Mu Yue.


"Aku kesini menemui Yizhan ku, tapi wanita ini menghalangi ku" tunjuk Mu yue ke Cai cai.


Cai cai dengan acuh tak acuh malas menanggapinya dan berkata " Enyahlah dari sini, pergilah lanjutkan pekerjaan mu"


"Ayo kita bertarung!!" ucap Mu Yue dengan sok paten menantang cai cai. Ia mau mencari muka depan Lan yizhan kalau dia lebih kuat dari pada Cai cai.


"Dia cari mati ya ingin melawan Cai cai?" guman Ling Fan mendengar ucapan Mu Yue yang ingin menantang cai cai.


Mu shen menarik tangan Mu Yue agar pergi dari sana namun ia mendorong Mu shen sampai terjatuh.


"Apa yang kau lakukan! " ucap marah Lan yizhan melihat tingkah Mu Yue.


"Kenapa kau memarahi ku, dia yang salah bukan aku" ucap Mu yue dengan melan kolis.


"Pergilah kau dari sini, aku tidak ingin melihat mu! " ucap Lan yizhan yang juga mulai emosi melihat tingkah wanita satu ini.


Cai cai menghelah nafasnya dengan kasar lalu pergi, namun jahatnya Mu shen ia melihat di bawahnya ada batu kecil dan menendangnya ke arah Cai cai, cai cai berbalik badan lalu menangkisnya sebaliknya mengenai Mu Yue sendiri.


"Aduhh.. " ucap Mu Yue memegang jidadnya ia melihat ada darah di telapak tangannya.


Matanya terbelalak dan dengan emosi yang memuncak ia mengeluarkan pedang mengarahkan pada Cai cai. Cai cai dengan sigap menangkis dengan pedangnya juga, ia menghindari serangan Mu Yue dan semakin lama Mu Yue semakin ganas menyerang Cai cai.


"Astagaa kenapa dia selalu mencari masalah" ucap Wang susu tidak habis pikir melihat kelakuan wanita ini.


Cai cai ingin menyudahi ini ia mengeluarkan sedikit kekuatannya lalu memblokir pedang Mu yue dan mendorong nya sedikit keras. Mu yue terhuyung huyung ke belakang dan terjatuh.


"Kau!!!" Mu yue bangkit dan kembali ingin menyerang Cai cai dengan seluruh kekuatannya. ia dengan emosi yang sudah memuncak mengarahkan pedang tajamnya ke arah Cai cai.


Zhang Han datang dan menangkis pedang Mu yue. " Hentikan!!! " Karena ributnya pertengkaran mereka Zhang Han datang dan melerai mereka.


"Apa yang kalian lakukan!"


"Kalian sedang di hukum dan kini kalian membuat ulah kembali" ucapnya marah


"Mu Yue duluan yang menyerang Cai cai Guru" ucap Tang Min.


"Mu Yue! Apakah pekerjaan mu sudah selesai!! " tanya Zhang Han


Mu Yue bangkit dari sana dan menunduk menggelengkan kepalanya.


"Dan satu lagi, hukuman mu akan di tambah. Bersihkan Seluruh ruangan yang ada di Akademi ini!!! " ucap Zhang han yang marah melihat Mu Yue.


Mu Yue melirik tajam ke Cai cai


" Urusan kita belum selesai!!! " ucapnya lalu pergi.


Lan yizhan berjalan ke Cai cai " Kau tidak apa apa? " Cai cai menggelengkan kepalanya.


"Lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Zhang Han lalu pergi.


Tidak ada yang memulai berbicara mereka serius mengerjakan tugas masing masing dan akhirnya selesai juga.


"Akhirnya selesai.." ucap Nie Yana dengan legah


"iya, ayo kita kembali. Tubuhku sudah bau aku ingin segera mandi" gerutu Tang min.


Para wanita pun pergi dari sana.


"Yizhan ada apa dengan mu dan Cai cai, aku lihat kalian sangat dekat" ucap Mu shen.


"Hn. Apakah sangat terlihat?" jawab Lan yizhan.


"Benar kalian dekat? Sejak kapan? "


"Sudah lama" balas Lan yizhan berbisik di telinga Mu shen lalu menepuk bahunya terus pergi. Mu shen melihat itu sungguh tak percaya seorang Lan Yizhan bisa menaklukkan seorang wanita seperti cai cai.


_________________


******Keesokan****** *********Harinya*********.


Semua murid sudah berkumpul di Aula Akademi, ya hari ini adalah hari terakhir murid murid Akademi mengikuti pembelajaran di sini. Semua murid mulai merasa tidak rela untuk meninggalkan Akademi ini namun, ketentuan ya tetap ketentuan mereka harus kembali ke Klan masing masing.


Cai cai menjadi salah satu yang tidak ingin meninggalkan Akademi dan teman temannya, baru juga dia merasa nyaman dengan orang orang ini tapi harus kembali ke Klan Xiao.


Zhang Han mengucapkan banyak terimakasih pada semua murid karena beberapa bulan ini sudah bergabung di sini mengikuti pelajaran, juga pelatihan baik suka maupun duka.


Setelah Zhang Han selesai berkhotbah mereka di bubarkan.


Nie Yana dkk berjalan kembali ke Asrama untuk mengemas barang barang mereka.


"Baru juga kita bersama sudah ingin berpisah" ucap Nie Yana dengan sedih.


"Kita sih bisa berkumpul. Klan ke Klan kita juga tidak terlalu jauh, tapi Cai cai... Hmm" Tang min menambahi dengan ekspresi sedih.


"Cai cai bolehkah kami main ke Klan mu? " tanya Gu Lin penasaran.


" Hmm.. Boleh, aku akan menyambut kalian dengan senang hati" jawab Cai cai dengan raut wajah ramah.


"Benarkah? " tanya sekali lagi Wang susu matanya sedikit berbinar mendengar ucapan Cai cai.


Cai cai mengangguk sekali " Hmm.. "


"Baiklah berjanjilah kau tidak akan melupakan kami" ucap Tang min mengulurkan jari kelingkingnya pada Cai cai tanda perjanjian pertemanan mereka.


Cai cai juga mengulurkan jari kelingkingnya pada Tang min " Aku berjanji tidak akan melupakan kalian" ucapnya dengan tersenyum lepas. Ini pertama kali selama Cai cai hidup ia tersenyum lepas pada orang lain.


Mereka pun berpelukan seperti teletabis.


"Kami akan merindukan mu.. " ucap Wang susu


"Aku juga akan merindukan kalian semua yang ada disini" balas Cai cai dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam memeluknya erat teman temannya.