
"Pertandingan?" guman Lan yizhan didalam hati, karena Lan yizhan sudah tau rencana mereka besok ia pun secepatnya pergi dari sana kembali ke penginapan.
Setelah sampai Lan yizhan melihat Cai cai yang masih tertidur ia pun menghelah nafasnya pelan dan berjalan hati hati ingin tidur agar tidak mengganggu Cai cai tidur ia naik keatas kasur tanpa membuat suara kecil pun. Setelah sudah berada di posisinya Lan yizhan merasa aman dan memejamkan matanya.
Pukul enam pagi tempatnya Lan yizhan membuka matanya ia melihat Cai cai yang sudah rapi duduk di kursi menyesap teh hangat disana. Lan yizhan bangkit dan turun dari tempat tidurnya ia berjalan ke depan duduk Cai cai dan mendudukan dirinya disana.
Lan yizhan mulai bercerita apa yang ia lihat tadi malam, Cai cai mendengar cerita Lan yizhan ekspresinya menjadi kesal apa lagi karena menyangkut soal anak anak ia sangat sensitif.
"Suamiku, ayo kita cepat selamatkan mereka" ucap Cai cai dengan antusias. Lan yizhan menganggukan kepalanya.
Mereka pun bergegas pergi kesana, sampai sana anak anak sudah di naikan ke gerbong atas kuda mereka sudah ingin berangkat. Lan yizhan dan Cai cai mengikuti mereka karena mungkin ini perjalanan yang sangat jauh mereka berdua memutuskan mengikuti itu dari atas pepohonan.
Satu pria berbadan kekar dan dua pria berbaju hitam sebenarnya tidak masalah jika melawan mereka namun Lan yizhan dan Cai cai penasaran apa yang akan mereka lakukan dengan anak anak dan mereka menyebut pertandingan?. Tidak mau asal menebak Lan Yizhan dan Cai cai berpikir sebaiknya mengikuti terlebih dahulu jika ada pergerakan yang akan mengakitkan anak anak itu mereka akan segera bertindak.
Beberapa jam berlalu Cai cai melihat sekeliling hutan ini terlihat tidak asing ia menaikkan sebelah alisnya melihat ke Lan yizhan "Bukannya ini jalan ingin ke Akademi Zhang? " tanya Cai cai pada suaminya yang berada di sebelahnya.
Lan yizhan mengangguk setuju, mereka melihat kuda itu berhenti karena sudah akan memasuki kota.
"Suruh mereka makan ini lalu ganti pakaian yang bagus dan jika sudah selesai bawa mereka ke pertandingan. Aku akan menuggu disana." ucap Pria berbadan kekar kepada kedua pria berbaju hitam lalu ia pergi dari sana.
Kedua pria berbaju hitam itu mengambil baju dan melemparkannya kedalam gerbong " Pakai dengan rapi, setelah itu kita akan pergi dari sini!" ucap kedua pria itu menunggu di luar gerbong kuda.
Setelah semuanya selesai anak anak itu sudah memakai pakaian yang rapi sebelum mereka pergi kedua pria itu memberikan pil kepada masing masing anak lalu mereka pergi memasuki kota.
"Pil apa yang diberikannya itu?" ucap Lan yizhan yang penasaran. Mereka pun mengikutinya memasuki kota.
Pria berbaju hitam itu dan anak anak didalam kota menjumpai pria berbadan kekar disana, pria berbadan kekar itu sudah menyediakan pedang dan busur disana.
"Pertandingan apa ini sebenarnya?" guman Cai cai yang cemas melihat anak anak yang usianya masih sangat muda sudah memegang pedang dan busur, ia juga seperti itu dulu kecil namun Cai cai tidak bisa di bilang sama dengan anak anak itu karena Cai cai terlahir dari Klan yang besar sedangkan anak anak itu adalah anak penduduk biasa.
"Sudahlah ayo kita terus ikutin dan waspada jika mereka melakukan hal yang dapat menyakiti anak anak itu kita akan melawannya" sahut Lan yizhan yang menarik tangan Cai cai mengikuti mereka.
Cai cai dan Lan yizhan terkejut melihat pertandingan ini " Pertandingan macam apa ini? anak anak disuruh bertarung dengan pedang dan busur? " ucap Cai cai terperangah melihat apa yang ia lihat di depan matanya ini.
Anak anak yang dibawa kedua pria berbaju hitam itu melihat pertandingan ini menggeletar mereka panik, anak anak ini hanya anak biasa yang tidak pandai bertarung. Pria berbadan kekar melihat kepanikan diwajah anak anak ini pun kesal " Bodoh! jangan panik, bukannya kalian sudah meminum pil itu, itu adalah pil agar kalian menjadi kuat dan mengalahkan mereka semua yang ada di arena pertandingan!" ucap pria berbadan kekar dengan emosi.
"Ta-tapi tuan kami takut.. " ucap salah satu anak.
"Tenang saja mereka semua tidak akan bisa mengalahkan kalian, ingat perjanjian kita jika kalian menang aku akan mengembalikan kalian pada orang tua kalian semua, jika tidak jangan salahkan aku membunuh kalian!!! " ancam pria itu pada anak anak.
"Bos kami sudah mendaftarkan mereka di pertandingan, mereka ada di tim A" ucap salah satu pria berbaju hitam itu.
"Bagus.. " ucap pria berbadan kekar menyeringai.
Lan yizhan dan Cai cai yang mendengar itu emosi Cai cai ingin mendatangin mereka namun di tahan oleh Lan yizhan.
"Waktunya belum tepat, kita lihat saja dulu" ucap Lan yizhan menarik tangan istrinya.
Naiklah anak anak ke atas arena, karena mereka takut dengan ancaman pria itu mereka walaupun takut untuk menyerang tapi tidak ada jalan lagi mereka harus mengikuti perintahnya.
Anak anak itu mulai bertarung dengan tim B, hanya beberapa saat tim B sudah berjatuhan di buat anak anak itu. Pria berbadan kekar yang melihat itu tertawa puas "Aku akan kaya hahahaha.. "
Lan yizhan dan Cai cai sudah mengepalkan tangannya, karena banyak sekali orang disini mereka tidak bisa melakukan apa apa untuk menghentikan ini.
Tim B sudah berjatuhan namun hanya tertinggal satu orang anak cadangan yang badannya lebih kecil dari anak anak lain dan usianya juga lebih muda dari yang lain. Ia maju dan naik ke arena dengan muka penuh percaya diri tanpa gugup sedikit pun ia bersiap untuk menyerang.
"Ahahahah... astagaa anak kecil itu akan melawan anak anakku, ahahahaa.. wasitt sudahlah umumkan pemenangnya adalah tim A ahahahahaa" ucap pria berbadan kekar itu dengan keras mengejek.
Cai cai yang melihat anak kecil itu naik ke arena entah kenapa jantungnya berdebar-debar seperti cemas, khawatir dan merasa aneh melihat anak itu.
Lan yizhan menyipitkan matanya "Kenapa wajah anak ini tidak asing? " gumannya dalam hati.
"Siapa anak itu?" ucap Cai cai didalam hatinya, Cai cai mencari kedua tabib yang membawa anaknya ia memastikan siapa sebenarnya anak ini, Cai cai melihat orang orang disini namun karena sangat ramai ia tidak bisa melihat orang orang semua yang disini satu persatu.
"Tidak mungkin! hmm.. tidak mungkin mereka akan menyuruh ziyan ku untuk bertarung disini" guman Cai cai menepis pikirannya itu.