Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Malam Yang Panjang



Cai cai yang mendengar keputusan Lan yizhan dari dalam ia mengurungkan niatnya untuk masuk. Cai cai berbalik pergi dari sana dengan cepat.


Luo tian melihat di depannya ada Cai cai ia membungkuk hormat, namun Cai cai yang pikirannya masih kacau tidak melihat Luo tian ia berjalan tanpa menoleh.


"Ada apa dengan nona?" gumannya yang tak biasanya melihat sikap Cai cai begitu.


Luo tian melangkah maju ia mengetuk pintu ruangan Lan yizhan dan masuk kesana.


Luo tian belum tau tentang rencana mereka, jadi ia di beri tau oleh Lan yizhan. "Menyerang?" beo Luo tian.


Luo tian baru ingat mengapa sikap Cai cai begitu aneh tadi karena ia mendengar Lan yizhan akan menyerang Klan Xiao.


"Ada apa?" tanya Lan yizhan melihat Luo tian yang diam saja.


"Hmm.. tidak apa apa, aku akan menyiapkan semua keperluan untuk itu" jawab Luo tian yang tak mau memberitahu tentang Cai cai tadi.


Lan Xuan dan Lan Cheyuan kembali ke kamarnya masing lagian ini pun sudah malam.


Luo tian ingin pergi juga namun Lan yizhan menghentikannya. "Sepertinya ada yang kau sembunyikan dari ku? "


Luo tian menghelah nafasnya "Aku tidak akan bisa berbohong padamu.. begini tadi sebelum aku kesini, aku melihat nona Cai cai. Aku membungkuk hormat dan dia malah jalan terus tak menghiraukan ku yang di depannya. Raut wajahnya juga sangat serius." jawab Luo tian dengan jujur.


Lan yizhan memijit alisnya "Ck.. " gumannya ia langsung pergi keluar.


"Bagaimana pun itu menyangkut ayahnya, seorang putri akan tetap khawatir jika ayahnya terancam" lirih Luo tian melihat kepergian Lan yizhan.


Cai cai sudah berada di dalam kamar bersama Lan Ziyan, malam ini Cai cai ingin tidur bersama putra kesayangannya.


"Ma.. bagaimana dengan ayah?" tanya Lan Ziyan yang tau jika Cai cai lebih dekat dengannya pasti ayahnya itu akan iri dan ikut nimbrung dengan mereka.


"hmm.. Ayahmu sedang sibuk, jadi dia akan tidur di kamarnya sendiri sayang" jawab Cai cai membelai lembut rambut Lan Ziyan.


"Ayah tidak bisa di percaya ma, entah kapan datangnya tiba tiba pagi hari ia sudah di samping kita" celotehnya.


Cai cai tertawa kecil itu adalah fakta, apa yang di katakan Lan Ziyan itu lah kebenarannya, Lan yizhan ia tidak bisa di percaya orangnya, selalu saja membuat orang terkejut dengan kehadirannya.


"Benarkah?" sahut pria dewasa di pintu masuk yang sudah berdiri beberapa menit disana.


Cai cai menggelengkan kepalanya melihat suaminya ini yang selalu datang tiba tiba dan merusak rencananya mau tidur bedua dengan putranya.


Tidak ingin membahas tentang perang disini Lan yizhan masuk dengan wajah santai seperti tidak ada masalah.


Lan Ziyan melipat tangannya di atas dada, ia melirik kesal pada ayahnya.


Lan yizhan sudah tau putranya lagi kesal ia malah semakin tertarik menjahilinya. Duduk di atas kasur tepat di samping Lan Ziyan, Lan Ziyan yang tadinya hadap kedepan di serongkan wajahnya menjadi hadap ke mamanya.


Cai cai melihat kedua pria ini yang selalu iri mengirian menepuk dahinya.


"Hmm.. sudahlah biarkan ayahmu juga tidur disini" ucap pasrah Cai cai.


Lan yizhan tersenyum mengejek putranya ia memiliki ide jahil. Lan Ziyan yang sedang kesal tiba tiba di gendong lalu mereka menjatuhkan diri di atas kasur, tangan Lan yizhan juga memeluk erat putranya.


"Ayah.. biar mama saja yang memelukku" Lan Ziyan di dekapan ayahnya meronta ronta.


"Sudahlah, rasanya juga sama saja" sahutnya yang langsung memejamkan matanya.


Cai cai lagi lagi menggelengkan kepalanya, ia menarik selimut dan menutupkan ke tubuh kedua pria di depannya.


Cai cai mencium pucuk kepala putranya "Selamat malam sayang.. "


Lan yizhan membuka matanya sebelah, mulutnya mengerucut. Cai cai melihat itu terkejut, ia pun mengecupnya "Selamat malam juga sayang.. " ucapnya dengan lembut.


"Aku mencintaimu..." guman Lan yizhan nakal.


Cai cai merasa Lan yizhan sudah gila, ia tak melihat tempat bagaimana pun Lan Ziyan disini juga pasti ia akan mendengarnya.


"Kenapa mama tak membalasnya?" sahut Lan Ziyan di dalam pelukan ayahnya.


Lan yizhan tersenyum kemenangan.


"Aku juga mencintai mu.. " balas Cai cai sesuai permintaan putranya.