
"Dasar si yizhan pantas saja dia rela berkorban sampai begitu, ternyata wanitanya begitu cantik hmm.. " umpat Lan Cheyuan mengerutu didalam hatinya memperhatikan Cai cai.
Cai cai melihat ke ibunya, ibunya juga melihat ke Cai cai menaikan bahunya.
"Tuan.. " panggil Cai cai pada Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan memperhatikan perut Cai cai "Apa dia sudah melahirkan? atau hmm.. apa sebaiknya aku bertanya atau tidak ya?" guman Lan Cheyuan masih dalam hatinya.
Cai cai melambaikan tangannya didepan Lan Cheyuan, Lan Cheyuan tersadar "hmm? "
"Aa.. aku akan menceritakan semua tentang yizhan" ucap Lan Cheyuan mulai serius.
Cai cai dan Xiao mei mendengarkannya dengan seksama. Lan Cheyuan mulai bercerita " Lan yizhan setelah kembali dari Klan Xiao ia terluka parah dan kesembuhannya juga lama setelah sembuh dia semakin diam dan tidak mau berbicara tentangnya, setelah aku menggoda godanya yizhan baru mau jujur kalau dia di hajar oleh pemimpin Klan Xiao demi kekasihnya" Ucap Lan Cheyuan menjelaskan tentang Lan yizhan.
Cai cai menjatuhkan air matanya "Jadi dimana Lan yizhan sekarang tuan?" tanyanya dengan pelan.
Lan Cheyuan menghela nafasnya pelan " Lan yizhan pergi mencari ginseng agar ia menjadi kuat dan menjemputmu di Klan Xiao, lalu membawamu pergi dari sana" ucap Lan Cheyuan.
Cai cai menjatuhkan tubuhnya kebawah ia tak menyangka Lan yizhan demi dirinya rela kabur dari Klan mencari ginseng dan menjemput dirinya.
Xiao mei berjongkok menyamakan tingginya dengan cai cai lalu memegang pundak Cai cai. "Bu.. " ucap Cai cai dengan raut wajah sedih.
Lan Cheyuan juga ikut berjongkok melihat Cai cai yang sedih ia juga sedih " Lan yizhan sangat mencintaimu " ucap Lan Cheyuan pelan.
"Kemana yizhan-ge perginya tuan" ucap Cai cai dengan sedih. Lan Cheyuan menggelengkan kepalanya "Aku juga tidak tau kemana ia mencari ginseng itu" jawab Lan Cheyuan.
"Cai cai.. bolehkah aku bertanya? setelah 3 bulan kembalinya yizhan dia merasa mual dan pusing, aku bertanya pada tabib, tabib mengatakan dia mengalami morning sickness, morning sickness itu adalah gejala yang di alami oleh seorang calon ayah kau dan yizhan.." ucap Lan Cheyuan takut takut dan ragu.
Cai cai mengangguk, lalu ia gantian menceritakan apa yang terjadi pada dirinya setelah kepergian Lan yizhan sampai ini ia datang ke Klan ini.
"Kejam sekali ayahmu" ucap Lan Cheyuan kesal. Xiao mei tersenyum kecut mendengar ucapan Lan Cheyuan. Lan Cheyuan melihat ke Xiao mei ia pun langsung menunduk hormat "Maafkan aku bibi, tetapi suamimu benar benar sangat kejam" ucap Lan Cheyuan.
"Cai cai karena kau adik iparku, panggil aku gege saja dan bibi panggil aku Cheyuan saja jangan terlalu sopan padaku, kau adalah istri pemimpin Klan Xiao tidak perlu terlalu hormat pada ku ini" ucap Lan Cheyuan ramah.
"Kau baik sekali, bibi juga memiliki anak sulung seusiamu" ucap Xiao mei.
"Anak sulung? wanita bi??? " ucap Lan yizhan semangat. Xiao mei tersenyum " Tuan muda seperti dirimu" jawan Xiao mei. Lan Cheyuan yang mendengar itu menjadi tidak semangat.
Xiao mei menoleh ke Cai cai menunggu jawabannya keputusan ada ditangannya. Cai cai menggelengkan kepalanya "Sebaiknya jangan dulu Cheyuan-ge, aku akan segera pergi dari sini untuk mencari keberadaannya yizhan-ge dan anak ku" ucap Cai cai bangkit dari duduknya.
Lan Cheyuan mengangguk mengerti "Baiklah, aku akan menunggu kalian disini dan bawalah keponakan ku juga" ucap Lan Cheyuan mengerti alasan Cai cai tidak mau berjumpa dulu dengan keluarganya, urusannya lebih penting dari pada itu.
"Aku akan mengantarkan kalian pergi" ucap Lan Cheyuan pada Cai cai dan Xiao mei. Mereka karena sudah dapat apa yang dicarinya segera pergi dari Klan Lan sebelum ada orang lain yang curiga tentang mereka.
Lan Cheyuan mengantarkan Cai cai dan ibunya sampai ke gerbang Klan Lan. Lan Cheyuan membungkuk hormat pada mereka dan mengucapkan perpisahan. Setelah kepergian Cai cai dan Xiao mei Lan Cheyuan tersenyum tipis " Dasarr Lan yizhan, aku dilangkahinya ia sudah menjadi seorang ayah hmm.. jika ibu mengetahui ini semua pasti ia senang mendapatkan menantu yang sangat cantik dan seorang cucu laki laki." gerutu Lan Cheyuan sambil berjalan kembali ke Klan Utama.
"Bu.. bagaimana ya keadaan Shori-ge disana" ucap Cai cai teringat dengan kakaknya yang masih berada di Klan Xiao.
"Ibu yakin ayahmu tidak akan melukainya" jawab Xiao mei dengan yakin.
"Bagaimana jika dia di kurung tidak boleh keluar kemana mana bu" ucap Cai cai sekali lagi. Xiao mei juga sebenarnya khawatir pada anak sulungnya pasti Xiao Shunxi marah besar dan itu pasti berdampak pada Xiao shori. Xiao mei terdoa pada tuhannya agar Xiao shori baik baik saja.
Mereka melanjutkan perjalanannya " Siapa dulu yang akan ku cari pun aku tidak tau bu.. " ucap Cai cai yang bingung kemana ia harus mencari kedua orang tersayangnya ini.
"Sebaiknya kita mencari Lan yizhan terlebih dahulu, jika dia sudah mendapat ginsengnya pasti yizhan langsung pergi ke Klan Xiao, sebelum ia pergi kesana kita harus bertemu dengannya" ucap Xiao mei.
Cai cai memikirkan apa yang dikatakan ibunya, "Baiklah bu.. " jawab cai cai. "Tetapi kemana kita akan mencarinya bu.. " ucap Cai cai bingung.
"Sudahlah kita cari dimana saja, jika kita berusaha dan berusaha pasti akan menemukannya" jawab ibunya yang menyuruh cai cai tidak pantang menyerah. "hmm.. baiklah bu" ucap Cai cai tersenyum.
_________________
Seorang anak laki laki kecil berlatih dengan serius di depan rumahnya yang sederhana dengan semangat.
Sepasang suami istri yang memperhatikannya anak itu pun juga takjub " Ziyan.. kemari" panggil ayah angkatnya tabib Zhaolin.
Lan Ziyan sekarang sudah berusia 2 tahun ia tumbuh sehat menjadi pria kecil yang sangat tampan, diusianya yang menginjak 2 tahun ini ia juga sudah pandai berbicara dan mulai ikut ikut berlatih memanah serta belajar pedang ya walaupun pedang yang dipakai untuk latihan tidak pedang sungguhan. Tabib Zhaolin dan istrinya saja heran melihat Lan Ziyan yang masih 2 tahun tapi sudah seperti orang dewasa, sikap Lan Ziyan juga tidak jauh jauh dari Ibu dan ayahnya. Lan Ziyan lebih suka berlatih dari pada bermain, ia selalu serius dalam hal apapun terutama untuk latihannya.
Lan Ziyan berjalan ke arah ibu dan ayahnya "ada apa ayah.. " ucapnya yang masih sedikit terbata bata.
"Ibumu membawakan ini, makanlah" ucap Tabib Zhaolin menyerahkan sepiring ubi rebus. Lan Ziyan mengangguk dan mendudukan dirinya di samping ayahnya lalu mulai memakannya.