
Cai cai merasakan basah dilehernya ia pun sedikit mundur memberi jarak antara dia dan Lan yizhan, Cai cai mendongakkan kepalanya melihat wajah Lan yizhan matanya sudah basah karena menangis Cai cai membuka cadar di wajahnya, lalu tangan Cai cai terangkat menghapus air mata yang membasahi pipi Lan yizhan " Aku juga sangat merindukanmu ge, Aku mencintaimu" ucap Cai cai kakinya berjinjit dan mencium bibir Lan yizhan, Lan yizhan tidak menyianyiakan itu lalu ia juga membalas ciuman itu dengan penuh cinta dan kerinduan.
"Bolehkah aku malam ini tidur disini?" bisik Cai cai di dekat kuping Lan yizhan dengan lembut, Lan yizhan yang mendengar itu tersenyum tipis "Setiap malam juga boleh" jawab Lan yizhan yang juga balas berbisik dikuping Cai cai.
"Cihh... " guman Cai cai menyipitkan sedikit mata menggembungkan pipi cabynya. Lan yizhan tidak tahan melihat ekspresi Cai cai yang begitu imut ia mencubit pipi Cai cai dengan kedua tangannya.
"Kau sangat menggemaskan sayang.. " ucap Lan yizhan yang dengan cepat menggendong Cai cai ala bridal stylenya dibawa ke atas kasurnya.
"Ge... " Panggil Cai cai yang sudah di atas kasur, Lan yizhan juga naik kekasurnya ia berbaring dan menarik Cai cai agar tidur di dadanya. "Hmm.. " jawab Lan yizhan yang nyaman dengan posisi ini.
Cai cai sedikit takut ingin mengatakan tentang anak mereka, bagaimana jika Lan yizhan marah? Bagaimana jika Lan yizhan tidak menerima anak itu? pikiran Cai cai penuh dengan pikiran itu.
Lan yizhan yang melihat Cai cai diam saja tangannya mengelus ngelus pucuk kepala Cai cai " Ada apa sayang?" tanya Lan yizhan sekali lagi.
"Bagaimana jika kita mempunyai seorang anak?" ucap Cai cai yang ragu ragu. Lan yizhan tertawa renyah " Kenapa harus bagaimana? pastinya aku sangat bahagia sayang" jawab Lan yizhan yang tidak masalah dengan seorang anak.
Cai cai menghela nafasnya legah "Sebenarnya aku turun kesini mencari anak kita......" Ucap Cai cai menjelaskan asal muasal Cai cai bisa berada di Klan Daratan. Lan yizhan yang tadinya bahagia kini ekspresinya seketika berubah menahan amarah, ia mendengarkannya dengan seksama bekali kali Cai cai menyebut Xiao Shunxi Xiao Shunxi dan lagi lagi semua ini karena Xiao Shunxi!.
"Secepatnya kita harus mencari keberadaan anak kita Ziyan" jawab Lan yizhan. " Xiao Shunxi sepertinya jika aku tidak membunuhmu hidupku tidak akan tenang, kau sudah keterlaluan terhadap semua ini!!! " guman Lan yizhan dalam hatinya yang sudah menahan semua penghinaan yang dilakukan Xiao Shunxi terhadapnya.
"Ge.. kau tau? putra kita lebih tampan darimu." ucap Cai cai tersenyum mengejek melihat Lan yizhan. Alis Lan yizhan terangkat sebelah "Benarkah? jadi aku memiliki seorang musuh ya... " jawab Lan yizhan menyeringai.
Cai cai mendengar itu tertawa " Kau cemburu dengan putramu sendiri hee?" guman Cai cai. Lan yizhan mengangguk dan dia langsung memeluk Cai cai dengan erat " Ini milikku tidak ada yang boleh mengambilnya. " jawab Lan yizhan dipelukan Cai cai. Cai cai mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dan mengeratkan pelukannya dengan Lan yizhan.
Seminggu Kemudian.
Lan yizhan, Cai cai dan juga Xiao mei melihat keadaan Rounan didalam kamarnya. Ibu Rounan yang sedang menjaga anaknya ini melihat Lan yizhan masuk dengan yang lainnya tersenyum " Ahh.. Kalian".
"Bagaimana keadaan Rounan Yang mulia? " tanya Lan yizhan yang berjalan kesamping ibu Rounan. Ibunya menundukkan kepalanya "Belum juga sadar". Xiao mei yang tau rasanya bagaimana menjadi ibu jika anaknya terluka juga merasa kasihan ia berjalan ke samping ibu rounan dan memegang bahunya. "Pasti Rounan akan segera sadar" ucap Xiao mei lembut kepada ibu Rounan.
Ibu Rounan memegang tangan Rounan yang pucat berlinang air matanya.
"Bu.. "
Rounan sedikit melirik kesamping melihat Lan yizhan disana tersenyum " Yizhan-ge.. " sapa Rounan, Lan yizhan mengangguk.
Rounan mencoba bangkit di bantu ibunya ingin menyenderkan tubuh di pinggiran kasur. Rounan melihat dua wanita disamping Lan yizhan yang memakai cadar disana menyipitkan sedikit matanya.
Cai cai yang di tatap Rounan sedikit membungkuk memberi hormat bagaimana pun Rounan adalah Seorang putri dari kerajaan besar. Rounan mengangguk dan melirik Lan yizhan dengan tatapan siapa wanita ini, Lan yizhan yang paham dengan tatapan itu juga langsung mengenalkan Cai cai.
"Perkenalkan dia Cai cai dan itu ibunya" ucap Lan yizhan. Rounan yang mendengar Lan yizhan menyebut nama Cai cai tersenyum tipis hatinya sakit ia tak percaya akan secepat ini mereka berjumpa sedangkan dia dan Lan yizhan akan berpisah.
Rounan mengalihkan pandangannya ke sekelilingnya "Dimana ayah bu? " tanya Rounan yang tidak melihat ayahnya disana.
Ibu Rounan bukan menjawab malah menangis, Rounan bingung ia mengerutkan dahinya "Kenapa ibu menangis, dimana ayah bu? aku sangat merindukannya" tanya Rounan sekali lagi yang menunggu jawaban ibunya.
"Ayahmu.. ayahmu sudah tewas dibunuh siluman kejam itu nak.." jawab Ibu Rounan yang semakin sedih mengingat suaminya dibunuh dengan kejam oleh siluman siluman yang bejat itu.
Rounan membelalakan matanya air mata pun menetes dari matanya, "Tidak mungkin bu, ayah! tidak mungkin bu! ayah.. " ucap Rounan menggelengkan kepalanya tidak percaya perkatakan ibunya ini.
"Ayah.. tidak mungkin bu, hiks.. hiks.. hiks" Rounan menangis dengan sangat sedih, Cai cai yang melihat Rounan menangis ikut juga sedih air mata lolos mengalir dari matanya. Lan yizhan melihat ke Cai cai yang juga ikut sedih merangkul bahunya mendekatkan ke tubuhnya.
Ibu Rounan bangkit dan memeluk Rounan untuk menenangkannya. "Bu.. ayah bu.. " ucap Rounan di pelukannya ibunya dengan sedih.
"Sebaiknya kita keluar, kasih waktu untuk mereka berdua" ucap Xiao mei kepada Lan yizhan dan Cai cai, mereka pun mengangguk dan pergi keluar.
"Aku ingin melihat Luo tian, kalian mau ikut? " ucap Lan yizhan yang ingin menjenguk Luo tian dikamarnya Cai cai dan ibunya juga mau mereka pergi kekamar Luo tian.
Lan yizhan membuka kenop pintu masuk ke kamar Luo tian. "Yizhannn... " Luo tian berlari dan langsung memeluk Lan yizhan yang baru melangkah masuk ke dalam kamar. Cai cai dan Xiao mei melihat ini mematung. "Aku sangat merindukanmu" ucap Luo tian sekali lagi.
Alis mata Cai cai terangkat sebelah "Mereka?"gumannya dalam hati. Lan yizhan melirik ekspresi aneh di muka Cai cai langsung menyingkirkan Luo tian dari tubuhnya Luo tian terhuyung kebelakang dengan muka kesal.
"Ada apa aku benar benar merindukanmu? " ucapnya sekali lagi yang membuat muka Lan yizhan menghijau lagi lagi Luo tian mengatakan itu.