Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Perang



Matahari sudah memancarkan sinarnya terbangun lah sesosok manusia yang sedang tidur dibawa pohon dengan nyaman. Suara hantaman pedang pun berbunyi bunyi dengan jarak dekatnya hingga sang manusia membuka kelopak matanya, melihatnya sepasang wanita dan pria yang sedang berlatih membuatnya mengucek matanya hingga pandangannya tak salah lihat.


"Sedang apa kalian sepagi ini? " ucapnya pada sepasang temannya ini, tetapi tidak di gubris ucapannya sama teman temannya karena masih fokus dengan latihannya.


Luo tian bangkit dari tidurannya berjalan mendekati Lan yizhan dan Rounan, ia memperhatikan Rounan yang sudah mahir bertarung dengan pedang pun membesarkan matanya " Se-sejak kapan kau bisa bertarung dengan pedang rounan? " ucap Luo tian gugup pada Rounan.


Rounan hanya menyeringai, ia tetap diam dan terus berlatih dengan Lan yizhan. Kerja keras Lan yizhan yang mengajari Rounan satu malaman terbayar sempurna, sekarang Rounan sudah mahir dengan pedangnya dan yang lebih membanggakan lagi Rounan sangat mahir sekali membidik dengan anak busurnya. Lan yizhan sangat bangga pada murid pertamanya ini, tidak ada kata lelah dan juga tidak ada kata menyerah walaupun tangan kakinya penuh dengan luka dan memar.


Lan yizhan tersenyum bangga pada Rounan "Baguslah, semalaman tidak sia sia" ucap Lan yizhan yang tanpa sadar karena bangganya pada Rounan ia mengusap usap pucuk kepala Rounan dengan gemas.


Luo tian yang melihat sikap Lan yizhan yang baru ini terperangah tidak elit " Sejak kapan dia jadi seromantis itu?? " gumannya pelan sambil menaikan turunkan bahunya.


"Ge.. terimakasih" ucap Rounan puas dengan pencapaiannya ini. Lan yizhan menggelengkan kepalanya " Jangan sekarang, lagian musuh kita yang sesungguhnya masih menanti disana" jawab Lan yizhan melihat ke arah kerajaan Jingtian.


"Benar! walaupun aku belajar hanya semalam dan masih banyak kekurangan tapi aku akan berusaha sekuat tenaga dan sebisa ku untuk mengalahkan musuh didepan ku, aku juga tidak akan lari lagi." ucap Rounan memantapkan niatnya untuk melawan musuhnya.


"Yosh... baguslah! ayo kita berangkat sekarang" ucap Luo tian yang sudah tidak sabar berperang walaupun ia takut tapi melihat Rounan saja yang wanita berani jadi mengapa dia sebagai seorang pria malah takut.


"Tunggu!" ucap Lan yizhan. Rounan dan Luo tian menoleh ke Lan yizhan dengan tatapan bertanya ada apa lagi.


" Kita kalah jumlah dari musuh musuh kita, jadi jika kita merasa tidak sanggup atau kalah tidak bisa menyerang lagi, kita lebih baik mundur dan pulihkan tubuh setelah itu kita mulai serang lagi. " ucap Lan yizhan tersenyum tipis. Luo tian terkekeh " Rencana bagus! " ucap Luo tian mengacungkan jempolnya pada Lan yizhan.


Rounan menganggukan kepalanya " Baiklah! ayo kita serang." ucap Rounan dengan semangat 45.


Mereka pun bertiga melangkah pergi menuju pintu gerbang dengan masing masing mengeluarkan pedang dari sarungnya, Rounan yang tidak memiliki pedang ia siap dengan busurnya yang diberi Lan yizhan padanya.


Dengan tangan cekatannya Rounan menarik anak panahnya sekali 3 membidikkan ke dada siluman serigala itu. Luo tian tersenyum tipis "Wow.. sepertinya Rounan kita sangat mahir ya.. " ucapnya bangga pada Rounan.


Lan yizhan juga tersenyum tipis, Lan yizhan yang juga semangat perangnya sudah memuncak mengayunkan pedangnya yang tajam sekali tebas siluman serigala jatuh 5.


"Wow.. sang guru juga sangat semangat ya.. " ucap Luo tian yang lagi lagi kagum melihat teman temannya ini yang luar biasa.


Luo tian tidak mau kalah ia menebas 2 siluman serigala dan kaki panjangnya menunjang pintu gerbang dengan keras.


Lan yizhan menghela nafasnya " Semoga ini bukan akhir dari hidupku" ucap Lan yizhan dalam hati melihat ribuan siluman didalam kerajaan ini.


Rounan juga menelan ludahnya dengan pahit melihat kerajaannya sekarang bukan lagi kerajaan manusia melainkan kerajaan siluman.


"Astagaa.. apa ini? lautan siluman ya? " ucap sang penendang pintu yang tak lain adalah Luo tian.


"Seraangggg!!!" ucap siluman itu dengan bersama sama. Lan yizhan, Luo tian dan Rounan juga melangkah maju.


Pertarungan pun terjadi, walaupun musuh sangat banyak mereka tidak patah semangat tetap percaya diri dan yakin.


Rounan dengan busurnya membidik dan membidik tanpa meleset tepat sasaran. Musuh bejatuhan dan semakin bejatuhan, mereka cukup puas beberapa jam pun berlalu sekitar 700 siluman sudah tewas tergeletak dimana mana. Karena hari semakin larut Lan yizhan mengasih kode agar mundur, Luo tian dan Rounan pun setuju dan mereka lari kembali bersembunyi.


Nafas mereka berderuh dengan kencang wajah masing masing sangat memperihatinkan darah siluman dimana mana, namun mereka tidak peduli dengan semua itu. Rounan tertawa renyah tiba tiba, " Apa yang kau tertawakan? " tanya Luo tian yang masih ngap ngap.


"Aku senang hari ini bisa melawan musuh tidak seperti sebelumnya selalu bersembunyi jika ada yang menyerang" Jawab Rounan puas dan bangga pada dirinya sendiri hari ini.


"Baiklah, jika begitu besok kita lebih ganas dari yang tadi" ucap Luo tian pada Lan yizhan dan Rounan.


"istirahat lah, besok kita akan bertarung lagi" ucap Lan yizhan pada teman temannya. Rounan dan Luo tian mengangguk dan mereka pergi untuk tidur.


Lan yizhan juga istirahat bersandar dibawah pohon menatap langit " Musuh yang kami lawan tadi hanya kekuatan awalnya saja, tetapi besok pasti lebih kuat dari yang tadi." guman Lan yizhan melihat ke teman temannya yang sudah tidur kelelahan.


Lan yizhan berjalan ke tempat teman temannya dan mengambil pedang Luo tian dan anak panah milik Rounan, Lan yizhan berjalan ketempat semula dan mencari tanaman yang bersifat racun menumbuknya dengan halus lalu melumuri pedang pedang dan anak panah dengan tanaman racun itu. "Mungkin dengan ini akan lebih bagus" ucap Lan yizhan. Setelah selesai Lan yizhan mengembalikan pedang dan anak panah ketempat semula lalu ia pun mulai tertidur.


Pagi hari Luo tian yang sudah bangun terkejut melihat warna pedangnya yang berubah, Rounan juga terbangun dari tidurnya melihat anak panahnya yang berbeda warna. Lan yizhan yang sudah bersiap siap pun berkata "Jangan sampai kalian memegang pedang dan pucuk anak panah itu, karena aku sudah melumuri racun" ucap Lan yizhan yang sudah bersiap untuk pergi.


Luo tian dan Rounan tersenyum takjub dengan kejeniusan Lan yizhan, Luo tian dan Rounan juga sudah siap untuk pergi mereka bertiga melangkahkan kakinya lagi ke kerajaan Jingtian.


Setibanya mereka disana, para siluman sudah menyambut mereka berjejer dengan rapi dan sangat antusias dengan perang ini.


Luo tian tersenyum kecut melihat persiapan para siluman ini " Sepertinya mereka sudah menunggu kita" ucap Luo tian dengan senyum terpaksa.