
"Duhh.. aku berharap tidak akan menambah masalah" guman Lan Cheyuan dalam hatinya.
Wajah Lan Ziyan sudah sangat serius suasana di kamar ini juga sudah berubah yang tadinya hangat sekarang tiba tiba menjadi dingin dan sangat horor. Lan Cheyuan sudah merinding niat awalnya yang ingin tidur disini mencari kenyaman hilang seketika dan sebaliknya ia malah ingin cepat cepat pergi dari sini. Lan yizhan kejam, dingin dan datar namun di banding dengan Lan Ziyan, Lan yizhan hanya setengahnya. Jika Lan Ziyan marah sesungguhnya mungkin dunia akan bergetar seketika.
Lan Cheyuan ingin pergi namun Lan Ziyan meliriknya tajam. Lan Cheyuan menelan ludahnya dengan pahit "Masalah ini!.. sudah jelas masalah.. !" ucapnya dalam hati. Ia memundurkan langkahnya dan kembali ke tempat duduk semula.
"Paman.. aku mohon ceritakan semuanya" ucapnya pelan namun di balik pelannya itu tersimpan keseriusan Lan Ziyan.
Lan Cheyuan patuh ia hanya mengangguk, sudah tidak bisa di hindarin nasi sudah menjadi bubur, mau tak mau harus memberitahukan semuanya.
Lan Cheyuan mulai bercerita kembali " Setelah ayah dan mamamu di pisahkan oleh kakek Xiao mu, kami juga tidak tau apa yang terjadi oleh mama mu disana. Kalau ayahmu, kami menemukannya di hutan ia sedang sekarat butuh sebulan untuk penyembuhannya. " ucap Lan Cheyuan.
"Bagaimana denganku paman?" tanya Lan Ziyan.
"Tunggu aku masih mengingatnya.. " jawab Lan Cheyuan mencoba mengingat penjelasan Lan yizhan padanya dengan sambil memegang dahinya berpikir....
"Aaa.. begini. Setelah kelahiran mu kakek Xiao mu tidak dapat menerima itu ia membiarkan mama mu melahirkan mu lalu mengusirmu dari sana, tabib Zhaolin dan istrinya lah yang menyelamatkan hidupmu membawa mu ke Klan Daratan ini. " ucap Lan Cheyuan panjang lebar ia berhenti sejenak mengambil nafas.
"Hanya sampai situ yang aku dengar tadi, seterusnya pasti ayah dan mama mu sudah menceritakannya padamu kan? " lanjut Lan Cheyuan dan bertanya pada Lan Ziyan.
Lan Ziyan menganggukan kepalanya. "Terimakasih paman, Aku janji tidak akan memberitahu ayah dan mama tentang ini" jawab Lan Ziyan ia mulai membaringkan tubuhnya dikasur " Paman, tidurlah. Selamat malam paman" ucap Lan Ziyan menarik selimutnya ia tidur membelakangi Lan Cheyuan.
Lan Cheyuan yang melihat reaksi Lan Ziyan begitu ia menghela nafasnya " Di usianya yang sekarang ini, ia harus tau kenyataan sepahit itu. hmm.. " guman Lan Cheyuan di dalam hatinya merasa ibah pada keponakannya ini.
Lan Cheyuan melihat Lan Ziyan yang sudah terbaring ia juga mulai menidurkan tubuhnya, menarik selimut lalu terbang ke alam mimpi.
Lan Ziyan berbalik badan melihat pamannya sudah tertidur atau belum, karena sudah tertidur Lan Ziyan yang masih kepikiran tentang masalah kehidupannya. Lan Ziyan menatap langit langit kamarnya "ayah.. mama.. hmm aku sangat menyayangi kalian." gumannya pelan dan sangat pelan sampai hanya ia sendiri yang mendengar ucapannya.
Lan Ziyan mencoba memejamkan matanya dan mulai tertidur.
Keesokan paginya.
Semua keluarga sudah berkumpul di meja makan yang megah dan mewah, karena ini adalah pertama kalinya lengkap sekeluarga mereka memutuskan untuk makan bersama.
Selagi makan mereka cukup hening karena makan tanpa berbicara adalah adat mereka. Setelah selesai Lan Ziyan menarik tangan Lan yizhan dan Cai cai. Lan Ziyan membawa kedua orang tuanya ke taman Klan Lan.
"Duduklah disini" ucap Lan Ziyan menarik ayah dan mamanya untuk duduk di paviliun. Setelah Lan yizhan dan Cai cai duduk Lan Ziyan mengambil pedang dan busurnya ia di depan orang tuanya menunjukan kehebatannya sesungguhnya kali ini Lan Ziyan sangat serius.
Cai cai dan Lan yizhan saling memandang merasa aneh tiba tiba Lan Ziyan seperti ini.
Lan Ziyan sekarang sudah tembus di level 25 itu di lihatkan ke orang tuanya. Cai cai dan Lan yizhan terkejut melihat kenaikan level kekuatan yang begitu cepat di tubuh Lan Ziyan.
Cai cai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke Lan Ziyan. Lan Ziyan memberhentikan latihannya melihat mamanya datang ia juga menghadap ke mamanya.
"level 25? " guman Cai cai melihat ke Lan Ziyan. Lan Ziyan menganggukan kepalanya lalu langsung memeluk mamanya dengan erat. Cai cai merasa tiba tiba yang di peluk Lan Ziyan merasa ada yang aneh, dari kejauhan Cai cai menoleh ke Lan yizhan. Lan yizhan yang tau arti tatapan Cai cai ia menggelengkan kepalanya.
Lan Ziyan tidak menjawab malah menangis di pelukan mamanya, Cai cai semakin heran ia melirik ke Lan yizhan mengkode agar ia kesana juga. Lan yizhan berjalan ke tempat mereka.
Cai cai mengendurkan pelukannya tangannya dengan lembut menyeka air mata Lan Ziyan yang sudah membasahi pipinya.
"Katakan apa yang terjadi nak? " tanya Cai cai dengan cemas.
"Tidak ada ma, aku hanya sangat ingin memeluk kalian" jawab Lan Ziyan dengan kedua tangannya memeluk kedua orang tuanya.
"Aku sangat menyayangi kalian" ucap Lan Ziyan di pelukannya orang tuannya.
"ayah mama.. Ziyan berjanji akan menjadi kuat dan hebat agar bisa melindungi kalian. Tidak ada orang lain lagi yang akan memisahkan kita" ucap Lan Ziyan dengan penuh semangat.
Lan yizhan memegang pipi Lan Ziyan " Putra ayah sudah dewasa, ayah juga akan berjanji tidak ada lagi yang akan memisahkan kita. " jawab Lan yizhan tersenyum melihat Lan Ziyan.
Lan yizhan melirik Cai cai yang masih terdiam.
Cai cai menghelah nafasnya lalu mengaggukan kepalanya " Setuju" jawab Cai cai ceria.
"Hiks... Hiks... Hiks.. " suara tangisan lebay yang tak jauh dari mereka.
Lan yizhan, Cai cai dan Lan Ziyan menoleh ke sumber suara.
Ling fan melambaikan tangannya, Yan li yang sedang melipat tangannya, Gu fangzi yang risih melihat Mu Shen menangis tersedu sedu.
Lan yizhan menghembuskan nafasnya " Hmm.."
gumannya datar.
Cai cai tersenyum ramah dan Lan Ziyan mengerutkan dahinya memperhatikan orang orang yang baru datang ini.
Mereka berjalan mendekat " Keluarga yang Harmonis" guman Yan Li tersenyum tipis.
Mu shen yang tidak tahan menahan rindunya ia langsung memeluk Lan yizhan " Yizhanku.. aku sangat merindukan mu" gumannya masih dengan tangisan bombainya.
Lan Ziyan yang melihat itu menaikan alisnya sebelah " Paman ini sangat lebay" gumannya pelan.
Gu fangzi yang mendengar itu berjongkok menghadap Lan Ziyan " Hei tampan, siapa nama mu? " tanya Gu fangzi pada Lan Ziyan.
Lan Ziyan membungkuk hormat " Hallo paman, namaku Lan Ziyan putra ayah Lan yizhan dan mama Cai cai" sapa Lan Ziyan ramah pada Gu fangzi.
Gu fangzi tersenyum tipis mendengar itu ia mendongakkan kepalanya melihat Lan yizhan "Putra mu sangat bijak" ucap Gu fangzi yang terpukau melihat Lan Ziyan.
Lan yizhan mendorong Mu shen "Merepotkan!" ucap Lan yizhan mendengus kesal pada Mu shen.