Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Matahari dan Bulan



Cai cai, Rounan dan Lan miyan sampai meneteskan air mata mendengar kata-kata Lan Ziyan yang penuh makna.


Rounan yang sangat terharu ia berjalan ke depan Lan Ziyan, kedua tangannya memegang bahu putranya " Hmm.. adik Yueyin tidak akan menjadi sempurna jika tidak menggandeng tangan kakaknya". Rounan melihat Lan Ziyan yang semakin lama semakin membuatnya merasa puas, ia bersyukur atas kehadirannya di Kerajaan Jingtian. Calon penerus Kerajaan Jingtian ini di masa depan akan maju dengan pesat. Di usianya yang muda sekarang saja sudah sebijaksana ini apa lagi jika dia dewasa nanti.


"Ayah.. ibu lihatlah calon penerus kerajaan ini, pasti kalian sangat bangga padanya jika masih ada di dunia ini. Pilihanku sangat tepat memberi kerajaan pada mereka. " guman Rounan dalam hati.


"Jangan menangis bu.. " Lan Ziyan menyeka air mata Rounan yang berjatuhan.


Lan Xuan mengambil alih cucu perempuannya agar Lan Ziyan bisa fokus pada Rounan.


"Ibu... " Lan Ziyan memeluk Rounan dengan kehangatan.


Rounan membalas pelukan Lan Ziyan "Putraku.. putraku.. " ucap Rounan berulang ulang kali di pelukan itu.


Cai cai yang di samping Lan miyan berguman "Banyak sekali yang sayang dengan ziyan.. "


Lan miyan merangkul bahu Cai cai "Tentu, jika Yueyin sinar bulan di malam hari, Ziyan adalah matahari di siang hari.


Cai cai menoleh ke ibunya.


"Matahari dan sinarnya adalah bagian alam semesta yang merupakan Anugerah Tuhan untuk manusia. Matahari terbit dari satu arah, tetapi sinarnya melengkapi segala arah. Terus bangkit dan selalu bersinar menyimbolkan pengharapan juga menjadi penegas bahwa setelah hujan dan badai pada akhirnya akan muncul hari yang cerah." jelas Lan miyan.


Cai cai paham maksud ibunya " Lan Ziyan akan selalu bersinar dan terus bersinar, Lan Ziyan adalah Anugerah dari Tuhan untuk kita semua." sahut Cai cai tersenyum hangat melihat putranya.


"Haruskah aku memanggilnya matahari dan yang satunya bulan" seloro Lan Cheyuan melirik Lan Ziyan.


Lan Ziyan menghelah nafasnya pelan " Cukup ziyan paman" sangga Lan Ziyan yang ia sudah nyaman dengan nama aslinya jadi tidak perlu ada nama panggilan lain.


"Hahahah.. bercanda keponakan paman tersayang" Lan Cheyuan mencubit pipi Lan Ziyan dengan gemas.


"Adik aku sudah punya, yang belum aku punya adalah kakak." guman Lan Ziyan mendongak melihat pamannya.


"Paman ziyan mau kakak.." ucap Lan Ziyan dengan wajah tanpa dosa.


Lan yizhan rasanya ingin tertawa keras namun karena imagenya sebagai Raja ia tahan itu. Tertawanya di lepaskan di dalam hati saja.


Lan Cheyuan memejamkan matanya merasa hatinya sangat kecut, tak tau harus menjawab dan ekspresi wajah seperti apa di hadapan semua orang disini.


Rounan berbisik pada Lan Ziyan "Paman mu sangat malu sekarang, jangan katakan lagi. Carilah pembahasan lain".


Lan Ziyan melirik Rounan dan mengangguk.


"Ohyaa.. aku lupa. Hari ini aku ada latihan dengan ayah.. " ucap Lan Ziyan mengalihkan pembicaraan. Ia berjalan ke depan ayahnya "Ayah.. " panggil Lan Ziyan.


Lan yizhan yang peka akan keadaan ia menganggukan kepalanya meraih tangan Lan Ziyan dan lekas pergi dari sana.


Lan Cheyuan melihat punggung ayah dan anak itu yang sudah pergi. Lan Xuan juga sebenarnya ingin tertawa namun di tahannya ia menyerahkan Lan Yueyin pada Rounan dan ikut pergi dari sana.


Lan Cheyuan merasa tersudutkan, terabaikan dan tidak memiliki teman. Tinggal dia laki laki seorang diri di dalam kamar.


Lan Cheyuan menghelah nafasnya "Baiklah aku juga akan pergi hmm.. " ucapnya lesu.


Perginya Lan Cheyuan akhirnya Cai cai, Rounan dan Lan miyan melepas tawanya yang mereka tahan dari tadi.


"Aku tidak menyangka ziyan akan berkata seperti itu" gerutu Cai cai yang juga sebenarnya merasa kasihan melihat kakaknya tersindir dengan ucapan putranya.


"Ibu malah senang ziyan mengingatkan pamannya seperti itu, selama ini ibu selalu menyuruhnya untuk mencari pendamping namun ia selalu menolaknya" guman Lan miyan yang merasa sedikit kesal juga pada Lan Cheyuan.


"Baiklah jika begitu aku akan membantunya mencari pasangan bu" sahut Cai cai semangat.


"Bagus itu. Bantu kakakmu itu memilih pasangan" lirih Lan miyan setuju dengan saran Cai cai.


"Siappp.. " jawab Cai cai.