Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Xiao Shunxi



Semua orang di dalam Klan Xiao serius melihat Lan Yizhan dan Xiao Shunxi yang ingin bertarung, Lan yizhan sudah bersiap untuk menyerang matanya fokus pada lawannya, tangannya juga sudah mencengkeram pegangan pedangnya dengan kuat.


Xiao Shunxi melirik Lan yizhan yang sudah bersiap dan tidak ragu ragu mengarahkan pandangannya kedepan Lan yizhan, Lan yizhan menghindar ke samping " 95 ya?,, aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti denganku tetapi aku harus berusaha sekuat tenaga ku " guman Lan yizhan melihat kekuatan dari Xiao Shunxi.


Xiao Shunxi menyeringai dengan sepele berkata " Dengan kekuatan mu saat ini kau berani melawanku, bahkan dengan kekuatan anakku kau masih di bawahnya! aku akan melihat seberapa lama kau akan bertahan." ia menyerang lagi dan lagi dia berpikir lebih cepat lebih baik dari pada menunggu lama.


Lan yizhan menghindar dan sesekali membalas, kekuatan mereka memang sangat jauh berbeda namun kejeniusan dan taktik pertempurannya bisa membuatnya tidak tertinggal jauh.


Lan yizhan yang melihat Xiao Shunxi masih memperhatikannya dengan cepat mengarahkan pedang ke lengan Xiao Shunxi, Xiao Shunxi pun terkena goresan pedang Lan yizhan,


" Kau..! " Ucap Xiao Shunxi melihat darah yang keluar dari goresan pedang Lan yizhan.


Semua penonton terkejud melihat itu, Cai cai sedikit tersenyum ya walaupun ayahnya yang tergores namun itu tetap membuat sedikit kepercayaan di hatinya bahwa Lan yizhan tidak kalah jauh dengan kekuatan ayahnya.


Xiao Shunxi sudah malas bermain main lagi ia menjadi sangat serius mencengkeram pedangnya dengan tatapan ingin membunuh mengarahkan pedang ke depan Lan yizhan, Lan yizhan masih menghindar namun sebelum ia menghindari kaki Xiao Shunxi dengan kuat menendang Lan yizhan. Lan yizhan terjatuh, Xiao Shunxi berjalan ke arah Lan yizhan dan ingin menebasnya namun Lan yizhan dengan cepat menghalaunya dengan pedangnya. Xiao Shunxi mendorong pedangnya ke padang Lan yizhan dengan paksa, Lan yizhan merasa ini adalah posisi yang salah dan ia juga tidak tahan menerima kekuatan ini terus, Lan yizhan dengan sekuat tenaganya menyampingkan pedang Xiao Shunxi dan ia cepat berdiri melangkah sedikit menjauh, nafasnya terengah engah.


"Jika kau berpikir untuk kabur aku akan dengan senang hati menerima itu." ucap Xiao Shunxi tersenyum mengejek Lan yizhan.


"Aku tidak akan melakukan itu" ucap Lan yizhan dan terbang menyerang Xiao Shunxi, Xiao Shunxi yang merasa sudah bosan dengan kekuatan penuh menebas belakang tubuh Lan yizhan.


" Yizhan-Ge...!!!" panggil Cai cai khawatir.


Lan yizhan merasa sangat kesakitan ia jatuh kebawah dengan darah segar yang keluar dari belakang tubuhnya. Tidak tinggal diam ia berusaha untuk berdiri dengan pedang di tangannya.


"Tidak ku sangka kau masih bertahan!"


Lan yizhan hanya tersenyum melihat ke Xiao Shunxi walaupun wajahnya sudah pucat karena banyaknya darah yang keluar, dengan sekuat tenaga Lan yizhan menyerang kembali ke Xiao Shunxi dengan tenaga yang tersisa, Lan yizhan mengarahkan pedangnya dengan sedikit gerakan lambat, melihat lawannya sudah merasa melambat Xiao Shunxi menyerang Lan yizhan dan pedang yang di pegang Lan yizhan tercampak jauh, melihat kesempatan itu Xiao Shunxi menendang dada Lan yizhan, Xiao Shunxi membuang pedangnya dan berjalan cepat ke Lan yizhan ia mencengkeram kera baju Lan yizhan dan menghajarnya dengan kepalan tangannya Lan yizhan yang sudah tidak bisa apa apa ia pun tak menghindar menerima pukulan itu dengan pasrah.


Cai cai menangis histeris melihat Lan yizhan yang sudah babak belur di buat ayahnya ia ingin menghentikan namun tangannya di pegangin kakaknya dengan kuat agar tidak bisa menghampiri Lan yizhan.


"Ayah.. sudah hentikan ku mohon.. hiks... hiks... hiks"


"Ayah.. Aku mohon kepada mu ayah.. " Cai cai yang jauh dari sifat awalnya pun membuat orang yang melihatnya kasihan.


Xiao Shunxi menoleh ke Cai cai " Berjanjilah kau tidak akan pernah menemuinya lagi! " ucap ayahnya dengan tegas kepada Cai cai.


Lan yizhan dengan seluruh tubuh penuh dengan darah, wajah juga sudah memar bengkak, matanya berusaha melihat ke Cai cai walaupun pandangannya sudah tidak jelas tapi ia masih bisa merasakan kalau dia tidak akan salah melihat kekasihnya. Ia berharap Cai cai tidak mengatakan kata kata yang tidak ingin didengarnya.


Lan yizhan sedikit menggelengkan kepalanya melihat ke Cai cai, Cai cai yang sudah tidak sanggup melihat keadaan Lan yizhan sekarang yang sudah sangat memperhatinkan sangat sedih " Aku berjanji... Tidak akan menemuinya lagi. " ucap Cai cai dengan memejamkan matanya mengigit bibir bawahnya dan mengepalkan tangannya.


Lan yizhan mendengar itu hatinya menjadi panas " Cai cai.. " ucapnya dengan pelan


"Tapi kau harus berjanji ayah, kau tidak akan membunuhnya dan kau akan melepaskannya" ucap Cai cai.


Xiao Shunxi melihat ke Lan yizhan " Kau bisa mendengarkan itu kan! Jangan pernah temui putriku lagi, jika kau masih sayang dengan nyawamu! " ucap Xiao Shunxi melepaskan cengkeraman baju Lan yizhan dengan kasar.


Lan yizhan meneteskan air mata darah mendengar kata kata dari Cai cai. Ia sadar kekuatannya tidak ada apa apanya sekarang, ia bersumpah dalam dirinya bahwa setelah dia pergi dari sini ia akan berusaha agar menjadi kuat dan akan membalas dendam pada Xiao Shunxi yang telah menghinanya hari ini.


" Bawa dia pergi! buang dia dari Klan Xiao ini!!!" ucap Xiao Shunxi menepuk nepukan tangannya seperti menghilangkan kuman di tangannya.


Pengawal pun menyeret Lan yizhan keluar, Cai cai mendorong keras Xiao shori dan ingin berlari ke arah Lan yizhan namun Xiao Shunxi dengan cepat menarik tangan Cai cai membawanya pergi ke kamar Cai cai dengan paksa.


Lan yizhan melihat kepergian Cai cai yang di bawa ayahnya " Aku bersumpah akan membawa mu pergi dari sini. Meskipun itu akan membunuh ayahmu!!! " sumpah Lan yizhan melihat kekejaman dari ayahnya kepada dia mau pun Cai cai.


Pengawal itu menyeret Lan yizhan sudah sampai gerbang dengan kejamnya mereka yang masih melihat Lan yizhan tersadar mengeluarkan pedangnya dan menusuk perut Lan yizhan, Lan yizhan membelalakan matanya mencoba melihat ke arah tusukan pedang itu di perutnya tidak tahan merasakan sakitnya Lan yizhan mengeluarkan darah dari mulutnya dengan kesadaran yang masih sedikit lagi ia melihat wajah pengawal yang menusuknya sudah mengingatnya ia pun menutup matanya tak sadarkan diri. Pengawal itu yang memastikan Lan yizhan sudah tidak sadarkan diri lagi atau mati, mereka melemparkan Lan yizhan begitu saja seenaknya ke bawah seperti membuang sampah.