
Beberapa Bulan Kemudian.
Klan Xiao.
Hari ini adalah hari yang tepat untuk menjalankan recana Xiao Shori untuk membebaskan Cai cai dan ibunya.
Xiao Shori mencari hari ini karena Xiao Shunxi tidak berada di Klan ia sedang sibuk dengan urusannya, tetapi walaupun Xiao Shunxi tidak berada di Klan Penjagaan di Klan Xiao ini semakin ketat. Penjaga yang menjaga di pintu kamar Cai cai bertambah hingga 10 orang pengawal dan Penjaga di setiap sudut di tambah penjaga disetiap pintu bertambah berkali kali lipat. Bahkan pengawal yang menjaga Xiao Shori juga ada, Xiao shori sudah kesal dengan ini semua. Kemana pun ia melangkah pengawal itu selalu di belakangnya.
Xiao Shori memutar otak untuk berpikir bagaimana lepas dari pengawal ini. Xiao shori berjalan mondar mandir di dalam kamarnya
" Bagaimana ini, apa yang harus ku lakukan untuk mengecohnya? " guman Xiao Shori didalam kamar.
Cai cai dan ibunya tidak tau jika Xiao Shunxi sedang pergi jadi Xiao shori harus menemui Cai cai dan ibunya agar mengasih tau jika hari ini adalah hari yang tepat tapi bagaimana caranya agar ia bisa masuk kedalam kamar Cai cai, Xiao Shunxi sebelum pergi sudah berpesan agar Xiao Shori tidak boleh mendekati kamar Cai cai atau masuk kedalamnya.
"Hmm.. bagaimana? bagaimana? bagaima,-" ucapan Xiao Shori terhenti ia memiliki ide.
"Aaaaaaaaaa...... " teriak Xiao Shori dari dalam kamar.
Salah satu penjaga diluar kamar Xiao Shori masuk kedalam, Xiao shori yang sudah berada di samping pintu langsung menyergapnya. Xiao Shori memukul kepala pengawal itu dengan guci hiasan di dalam kamarnya. Pengawal itu pingsan atau sekarat juga tak tau yang terpenting pengawal itu sudah tidak sadar.
Xiao Shori melucuti pakaian pengawal itu sampai habis, Xiao shori juga membuka pakaiannya ia memakai pakaian pengawal itu dengan lengkap lalu pengawal yang sudah tidak sadarkan diri itu di pakaian pakaiannya dan mengeretnya naik ke atas kasurnya menidurkan pengawal itu dan menyelimutinya dengan rapi.
Xiao shori bersiap untuk keluar kamarnya berjalan dengan gagahnya sebagai salah satu pengawal. Sebenarnya ia juga sedikit takut ketahuan namun kesempatan ini tidak boleh terlewat.
Sudah keluar dari kamarnya pengawal asli yang satunya melihat ke Xiao Shori " Ada apa dengan tuan muda? " tanya pengawal itu dengan Xiao shori.
Xiao Shori yang mukanya tertutup dengan helm pengawalnya menjawab " Tuan muda tadi sedang bermimpi dan ini tuan muda sudah melanjutkan tidurnya kembali" ucap nya dengan suara penyamarannya.
Pengawal itu mengangguk. Xiao shori permisi pergi untuk kekamar mandi dan pengawal itu mengizinkannya. Setelah Xiao Shori pergi pengawal itu sedikit curiga ia membuka pintu kamar Xiao shori dan melihat tuan mudanya memang sedang tidur diatas kasurnya. Pengawal itu pun menutup kembali pintu kamar dan berjaga kembali.
Xiao Shori merasa risih mengenakan pakaian ini namun tidak ada pilihan lain, ia berjalan ke dapur mengambil nampan makanan dan potongan buah, ia membawa itu ke kamar Cai cai. Pengawal pengawal yang berada di depan kamar cai cai melihat ke Xiao Shori yang baru datang.
Cai cai dan ibunya yang melihat pengawal masuk kedalam kamarnya berwajah datar dan dingin, mereka tanpa menoleh ke pangawal itu sedikit pun.
Xiao Shori segera membuka helmnya " Bu.. " ucapnya pelan. Cai cai dan Ibunya menoleh ke sumber suara mereka melihat Xiao Shori yang ternyata menyamar jadi pengawal terkejud. Xiao shori berjalan ke Ibu dan Cai cai.
"Shori-ge.. kau? " ucap Cai cai masih tak percaya. Xiao shori yang takut ketahuan dengan cepat menjelaskan " Bu.. Cai cai, aku hanya ingin memberitahu kalau ayah sekarang tidak berada di Klan, tetapi penjagaan di tambah berkali kali lipat. Ini adalah kesempatan jika kita ingin kabur" ucapnya tanpa basa basih dan mengunakan waktu sebaik baiknya.
Cai cai dan ibunya mengukir senyuman ceria disana. "Bu.. " ucap Cai cai memegang ibunya. Xiao mei mengangguk, " Cai cai bawalah baju secukupnya dan keperluan kita di perjalanan nanti" ucap ibunya cai cai langsung pergi mengambil pakaian dan perlengkapan yang dibutuhkan nanti semua dimasukannya di dalam kantong penyimpanannya. Sudah semua selesai cai cai kembali ketempat Xiao Shori dan ibunya " Sudah selesai bu.. ".
Xiao Shori menganggukan ia pun menyuruh Cai cai dan ibunya bersembunyi di balik pintu agar semakin mudah untuk keluar. Xiao shori yang sudah memakai helmnya kembali berjalan keluar pintu.
"Sekarang!!!" ucap Xiao Shori dengan memberitahu Cai cai dan ibunya agar segera mendobrak pintu.
Xiao Shori mencoba menghalau pengawal pengawal disana dengan pedangnya, Cai cai dan ibunya juga sudah siap mengeluarkan pedangnya langsung berlari cepat. Cai cai tidak mau melukai pengawalnya sendiri maka dari itu ia menyerang dengan berhati hati Xiao mei juga melakukan itu.
Semakin banyak dan semakin banyak pengawal yang datang membuat mereka juga sedikit kelelahan. Cai cai sangat kesal dengan ayahnya yang menyiapkan pengawal sebanyak ini untuk menyerangnya. Xiao shori, Xiao mei dan cai cai sudah kabur sampai keluar rumah namun diluar pengawal yang berjaga semakin banyak.
Cai cai dan ibunya sampai membelalakkan matanya. " Hmm.. aku akan menghalau mereka semua kalian pergilah, aku akan menyusul kalian jika aku masih hidup" ucap Xiao Shori dengan tersenyum tipis.
"Bodoh.. jangan bicara seperti itu! kau harus ikut dengan kami" jawab Cai cai dengan kesal.
"Ahahahahaa.. percayalah mereka tidak akan membunuhku, bagaimana pun aku tuan muda disini. hmm.. kali ini aku serius. Kalian pergilah biar aku yang menghadang mereka. Cari keponakan ku, jika nanti ada waktu yang tepat aku akan mencari kalian." ucapnya dengan serius.
"Hmm.. anakku jaga dirimu baik baik, ingat janjimu untuk menemui kami. Kami akan menunggumu disana. " ucap Xiao mei dengan sedih melihat anak sulungnya. Xiao shori menganggukan kepalanya, " Ge... " ucap Cai cai yang tak tega meninggalkan kakaknya disini sendirian.
Pengawal itu semakin dekat kepada mereka Xiao mei menarik tangan Cai cai untuk pergi dari sana, Xiao shori tersenyum melihat kepergian mereka dan meneteskan air matanya.
"Aku akan segera menemui mereka" ucapnya meyakinkan dirinya sendiri, Xiao shori menghapus air matanya dengan kasar lalu ia bersiap untuk menyerang.
Cai cai dan ibunya juga diserang beberapa pengawal dengan masih kesalnya Cai cai ia menarik nafas mengeluarkan kekuatannya seutuhnya menyerang pengawal pengawal yang ada di depannya. Melihat pengawal pengawal itu sudah berjatuhan Cai cai dan ibunya lari dan menaiki pedangnya terbang ke bawah.