
Pagi harinya Cai cai khawatir dengan putranya yang seharian sampai malam tidak keluar dari perpustakaan. Ia pagi pagi buta terbangun dan langsung keluar kamar melihat Lan Ziyan sudah kembali ke kamar apa belum.
Cai cai yang cemas melangkahkan kakinya dengan cepat, Cai cai melihat pintu kamar yang masih tertutup rapat berhati hati membukanya sedikit.
Cai cai melihat putranya yang sudah kembali ke kamarnya walaupun itu entah jam berapa. Cai cai membuka pintunya tanpa membuat suara sedikit pun. Ia masuk matanya tertuju dengan buku yang di pegang Lan Ziyan saat tidur.
Cai cai menghelah nafasnya ia mengambil buku yang ada di pelukannya itu dari tangan Lan Ziyan.
Cai cai meletakan buku itu di meja samping kasur Lan Ziyan, setelah meletakannya disana Cai cai menarik selimut yang tidak tertutup di tubuhnya.
Selagi Cai cai menarik selimut itu, Lan Ziyan yang masih tertidur pulas tangannya tiba tiba telulur menarik tangan Cai cai dan memeluknya dengan erat "mama... " ngigau di dalam tidurnya.
Cai cai tak bisa bergerak ia ingin mencoba melepaskan namun melihat wajah Lan Ziyan yang kelelahan ia pun tak tega. Cai cai sebaliknya malah memeluk Lan Ziyan dengan lembut, mengusap usap pucuk kepalanya.
Merasa sangat nyaman di pelukan mamanya Lan Ziyan tanpa sadar bibirnya tersenyum walaupun masih tidur ia bisa merasakan bahwa saat ini mamanya ada di dekatnya.
*****
Lan yizhan membuka kelopak matanya ia melihat ke samping tidak menemukan istrinya di samping. Lan yizhan langsung bangkit melihat sekeliling kamar namun tidak menemukan jejak istrinya berada disana.
Lan yizhan turun dari kasurnya, ia mencoba mencari di dalam tidak ada Lan yizhan memutuskan ingin mencari Cai cai di luar kamar.
Hanya satu tempat yang paling di curigai Lan yizhan ia berjalan ke arah sana.
Tap
Tap
Tap
Lan yizhan dengan sangat hati hati membuka sedikit pintu kamar putranya. "Sudah ku duga.. " batin Lan yizhan melihat Cai cai yang tidur memeluk Lan Ziyan.
Lan yizhan karena merasa cemburu ia juga masuk dengan pelan mendekat ke tempat mereka.
Tempat pukul tujuh Lan Ziyan terbangun ia merasakan kenyaman yang sempurna di pagi ini. Lan Ziyan terkejut melihat ia tidur di pelukan mamanya, Lan Ziyan menarik tangannya lalu berbalik menghadap kiri ia lebih terkejut melihat ayahnya juga tidur di kasurnya pagi ini.
Karena sangat kelelahan ia tidak merasakan kedatangan orang orang ini. Lan Ziyan tidak membangunkan kedua orang tuanya malah dengan menyeringai Lan Ziyan merosot turun,mengambil baju ganti lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih tertidur pulas.
Lan Ziyan menutup pintu dengan rapat pergi membersihkan diri.
Rounan yang sudah sepenuhnya pulih ia sudah mulai berjalan ke pinggiran jendela kamarnya dengan menggendong bayinya. Senyuman tak hilang dari bibirnya menatap wajah mungil putrinya.
Tok.. Tokk.. Tokk
Rounan menoleh ke arah pintu, ternyata Lan miyan dan Lan Ziyan yang datang.
"Ibu.. Ziyan... " sapa Rounan.
Lan Ziyan langsung berlari ke Rounan ia tak sabar ingin mencium pipi adik perempuannya.
Rounan menyerahkan bayinya agar Lan Ziyan menggendongnya. Lan Ziyan menerima itu dengan sangat bahagia.
"Dimana Cai-jie bu?" tanya Rounan yang pagi ini belum melihat kakak wanitanya.
Lan miyan menggelengkan kepalanya "Ibu juga belum melihatnya pagi ini".
Lan Ziyan yang mendengar percakapan antara nenek dan ibu mudanya tersenyum tipis, ia tau sekarang mama dan ayahnya sedang tidur bersama.
"Mungkin Cai cai sedang berlatih di taman belakang dengan yizhan" guman Lan miyan.
Rounan mengangguk "Baiklah aku nanti akan menghampirinya" sahut Rounan.