Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Arak I



Di pagi yang cerah ini Xiao mei membawa Lan Ziyan ke taman belakang, Lan Ziyan meminta neneknya ini untuk melatihnya.


"Nenek sangat hebat.." ucap Lan Ziyan terperangah melihat kehebatan neneknya.


Xiao mei menghentikan bermain pedangnya ia berjalan ke tempat Lan Ziyan " Er'Zi juga hebat " jawab Xiao mei tersenyum menyeka keringat di dahinya.


Xiao mei memegang bahu Lan Ziyan membawanya ke paviliun untuk duduk istirahat.


"Nek, kapan kakek kesini? " tanya Lan Ziyan.


"Hmm.. jika waktunya sudah tepat mungkin kakek akan kesini dengan paman juga" jawab Xiao mei yang berharap itu adalah kenyataannya, namun jika di lihat dari wataknya yang keras kepala itu tidak mungkin.


Xiao mei mendongak melihat ke atas langit "Sudah 2 tahun, bagaimana kabar mereka disana? Putraku ibu sangat merindukanmu" ucap Xiao mei di dalam hatinya, air matanya juga tidak di sadari mengalir dari sudut matanya.


"Nenek menangis, pasti nenek sangat merindukan kakek dan paman" guman Lan Ziyan melihat air mata yang mengalir di pipi Xiao mei.


Lan Ziyan bergeser semakin mendekat ke samping Xiao mei ia memeluk Xiao mei "maaf er'Zi buat nenek sedih.. " ucap Lan Ziyan merasa bersalah karena bertanya tentang kakek dan pamannya.


Xiao mei melihat ke Lan Ziyan " Er'Zi ga salah, nenek menangis karena bahagia " jawab Xiao mei membalas pelukan dari Lan Ziyan.


"Ekhemm..." guman Rounan yang datang membawa makanan ringan dan minuman dingin disana.


Xiao mei dan Lan Ziyan menoleh ke sumber suara " Ibu muda.. " sapa Lan Ziyan tersenyum ceria.


"Apakah ibu mengganggu?" tanya Rounan melihat ke Xiao mei dan Lan Ziyan yang masih berdiam diri disana.


Xiao mei tersenyum ramah "Rounan kemarilah" jawab Xiao mei tangannya terulur memanggil Rounan agar mendekat.


Rounan yang di panggil pun melangkah mendekat, ia menyerahkan makanan dan minuman di atas nampan ke Lan Ziyan dan Xiao mai.


Lan Ziyan menerima itu ia langsung mengambil makanan yang di bawa Rounan dan memakannya. "ini sangat lezat" guman Lan Ziyan.


"Benarkah, hmm.. er'Zi tau ini ibu sendiri yang membuatnya. Jika er'Zi suka ibu akan membuatnya selalu untuk er'Zi." ucap Rounan dengan semangat karena makanan yang di buatnya di sukai oleh Lan Ziyan.


"Benarkah bu, iya er'Zi mau" jawabnya juga tak kalah semangat dengan Rounan.


"Hmm.. sepertinya kalian semua melupakanku" ucap Cai cai yang baru datang melipat kedua tangannya di atas dada.


"Mama.. " panggil Lan Ziyan, Lan Ziyan melihat Cai cai yang disana baru datang berlari kecil menuju tempat berdirinya Cai cai. Cai cai melepas lipatan tangannya dan berjongkok melihat ke Lan Ziyan.


"Mama.. ibu muda buatkan er'Zi makanan ini, ini sangat enak" ucap Lan Ziyan menunjukan makanan yang tinggal separuh pada Cai cai.


Cai cai melihat itu " Wahh.. benarkah? apakah er'Zi sudah berterimakasih pada ibu muda? " guman Cai cai menyipitkan matanya melirik Lan Ziyan.


Lan Ziyan mengetuk dahinya " aku lupa ma.. " jawabnya. Lan Ziyan berbalik melihat ke arah Rounan "Ibu terimakasih untuk kue ini, ini sangat lezat" ucap Lan Ziyan membungkuk hormat.


Cai cai tertawa lucu melihat kelakuan Lan Ziyan ia mengusap usap kepala Lan Ziyan dengan lembut "Putra mama memang pintar.. " guman Cai cai.


"Er'Zi kamu sangat menggemaskan" ucap Rounan berjalan ke arah Lan Ziyan dan menggendongnya.


Cai cai dan Xiao mei melihat keakraban Rounan dan Lan Ziyan mereka hanya tersenyum bahagia.


__________________


"Jika tidak ada disana, aa.. mungkin dia di ruang kerja kamarnya? " guman Luo tian sambil berjalan ke arah kamar Lan yizhan.


Tok.. Tokk.. Tokkk..


Luo tian mendorong pintu kamar Lan yizhan yang tidak di kunci, melihat ke arah kasur tidak ada orang matanya melihat lagi ke arah tempat kerja Lan yizhan.



Luo tian melihat Lan yizhan yang sedang bekerja disana, ia tersenyum tipis mempunyai ide jahil.


Uhuuukk Uhukkk Uhukk...


Luo tian berbatuk kecil mengode Lan yizhan bahwasanya dia masuk ke dalam kamarnya, Luo tian yang melihat Lan yizhan masih fokus pada kerjaannya menghelah nafasnya pelan "Cihh dia tidak menoleh" gerutu kecilnya.


Luo tian yang merasa terabaikan ia berjalan masuk dan berdiri di dinding samping Lan yizhan sambil bersandar melihat kedua tangannya di dada dengan ekspresi kesal.


"Rajaku.. " panggilnya pelan.


Lan yizhan masih tidak bergerak ia tetap fokus dengan kerjaan yang di depannya.


"Hmm.. Rajakuuu" panggilnya sekali lagi dengan sedikit panjang.


Luo tian kesal iya menghempaskan tangannya kebawah dengan kesal, ia berjalan ke depan meja Lan yizhan.


Lan yizhan juga tidak melihatnya walaupun Luo tian sudah berada di depan matanya. Luo tian tersenyum tipis " Cai-jie.. kau datang? " ucap Luo tian berbalik badan pura pura Cai cai hadir disana.


Lan yizhan sontak melihat ke arah pintu, ia menyipitkan matanya dan melirik ke arah Luo tian. Luo tian yang dapat lirikkan tajam hanya menunjukkan giginya.


"Ada apa? " tanya Lan yizhan datar dan malas.


Luo tian menopang dagunya dengan tangan di atas meja kerja Lan yizhan "Begini. Emm.. aku bosan bagaimana jika Rajaku menemani aku minum? " ucapnya dengan rayuan maut.


Lan yizhan menggelengkan kepalanya dan matanya kembali membaca buku disana.


"Astagaa.. Ayo lah, agap saja ini ucapan terimakasih mu pada ku, karena setelah kau pergi aku yang menjaga Kerajaan ini, Bagaimana hemmm..? " ucap Luo tian sekali lagi dengan menaik turunkan alisnya.


Lan yizhan menatap Luo tian, ia berpikir sebentar " Hmm. Baiklah! Anggap ini ucapan terimakasih ku waktu itu. " jawab Lan yizhan menutup bukunya dan bangkit dari sana.


Lan yizhan sudah bangkit namun Luo tian masih duduk disana. "Kenapa kau masih duduk? " tanya Lan yizhan.


"Tidak ada, hanya merasa bahagia saja" jawab Luo tian ikut berdiri. Lan yizhan menghela nafasnya lalu berjalan duluan ke luar. Luo tian memandang Lan yizhan dari belakang " Aku akan membuatmu mabuk. heheheh" guman Luo tian pelan.


Luo tian mengajak Lan yizhan ke ruangan santai di Kerajaan, Luo tian sengaja mengambil 10 kendi arak yang berkualitas tinggi dan meletakannya di atas meja.


Luo tian juga tidak lupa dengan beberapa piring makanan "Bagaimana cukup kah? " tanyanya pada Lan yizhan yang masih berwajah datar duduk disana memperhatikan Luo tian.


Lan yizhan memijit alisnya melihat 10 kendi arak di depannya ini, "Kau habiskan semuanya." ucap Lan yizhan.


"Eittsss.. tidak bisa! kita bagi rata. Tenang saja jika kurang, aku sudah menyiapkan 10 kendi lagi disana" jawab Luo tian menunjuk ke atas meja yang tidak jauh dari mereka.