Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
END



Cai cai menundukan kepalanya ia merasa tak tau harus bersikap bagaimana rasa senangkah atau rasa sedih.


Xiao Shori berjalan menghampiri adik kesayangannya. Ia berjalan dengan takut takut melihat Cai cai.


"Cai cai.. " panggilnya pelan.


Cai cai menoleh.


"Maaf.. " Xiao Shori merasa sangat bersalah.


Cai cai tanpa aba aba langsung memeluk Xiao Shori dengan erat. Rasa rindu yang selama ini ia tahan akhirnya tercurahkan dari pelukan itu.


Xiao Shori menangis di pelukan Cai cai.


Lan Cheyuan menggelengkan kepalanya "Dasar tukang nangis" ejeknya pada Xiao Shori.


Lan Cheyuan melirik wanita kepercayaan Xiao Shori yang berada sedikit jauh darinya. "Siapa namanya" gumannya pelan yang masih penasaran siapa wanita itu. Ia berjalan sedikit demi sedikit sampai tempat berada di sampingnya.


Wanita itu melihat Lan Cheyuan sudah di sampingnya ia merasa gugup.


Lan Cheyuan melirik wajah wanita itu ia mendapati pipinya merona merah.


"Dia sangat lucu" guman Lan Cheyuan dalam hati.


"Siapa namamu? " tanya Lan Cheyuan pelan.


Wanita itu sedikit gugup namun karena di depan Lan Cheyuan ia berusaha tetap tenang.


"Nalan" jawabnya singkat padat dan jelas.


Wanita itu pun berjalan pergi melihat Xiao Shori memanggilnya.


"Nalann ya.. " guman Lan Cheyuan tersenyum tipis.


Lan miyan dan Rounan berjalan menghampiri Xiao mei yang keadaannya sangat memperhatinkan.


Lan miyan membantu Xiao mei untuk berdiri membawanya ke tempat sedikit jauh dari sini, Rounan mengobati luka luka di tubuh Xiao mei.


Xiao Shunxi yang masih berlutut di tanah mendongak melihat Cai cai yang sudah di depannya.


Tatapan penuh kerinduan di mata Xiao Shunxi melihat Cai cai. Cai cai ikut berjongkok di depan ayahnya.


"Dimana Ziyan.." ucap Xiao Shunxi memecahkan keheningan ia ingin memulai pembicaraan setelah 10 tahun sudah tak pernah sedekat ini dengan putri kesayangannya.


"Hmm.. ayah ingin berjumpa dengannya?"


Mata Xiao Shunxi berlinang air mata ia tersenyum lembut dan menganggukan kepalanya.


Cai cai menarik tangan ayahnya agar berdiri.


"Ziyan menunggumu ayah" Cai cai tersenyum lembut melihat ayahnya.


"Bawa aku menemuinya nak"


Cai cai menganggukan kepalanya ia pun mengajak ayahnya untuk pergi.


Xiao Shori dan Wanita kepercayaan juga mengikuti Cai cai.


Lan Cheyuan melihat wanita itu pergi ia membereskan keadaan disini, setelah semuanya beres ia juga kembali ke Kerajaan Jingtian.


"Maaf.. " ucap Xiao mei yang tak tau harus mengatakan apa lagi pada mereka.


Lan miyan memegang tangan Xiao mei "sudah lah, semua sudah berakhir kita jalanin ini seperti dulu" ucap Lan miyan ramah.


"Bu.. ayo kita kembali ke Kerajaan Jingtian" ajak Rounan pada Xiao mei.


Xiao mei menganggukan kepalanya setuju.


____________________



"Bagaimana mereka disana, mengapa belum kembali?" guman Lan Ziyan yang selalu melihat ke arah pintu menunggu ayah dan mamanya.


Lan Yueyin sangat akrab dengan Lan Ziyan jadi beberapa hari ini setelah terpisah dari Rounan Lan Yueyin tidak pernah menangis.


Lan Ziyan juga sangat menyayangi adiknya sampai sampai kemana pun ia pergi adiknya selalu di bawah pengawasannya.


"Yueyin tunggu sebentar lagi, ayah dan mama pasti akan kembali"


"Aku yakin mereka pasti kembali" gumannya yang mencoba ingin tetap bersikap tenang namun khawatir tetap terselip di dalam hatinya.


"Ziyan... " panggil Suara bariton dari balik pintu.


Lan Ziyan menoleh ia berdiri dan melihat terkejut. " Ayah... " ucapnya yang langsung berlari memeluk ayahnya dengan erat.


Lan Ziyan mengendurkan pelukannya ia melihat ke samping kanan kiri "Dimana mama?"


"Kalian baik baik saja?" Lan yizhan sengaja mengalihkan pembicaraan ia berjalan ke arah Lan Yueyin dan menggendongnya.


Lan Ziyan berbalik melihat ayahnya yang melewati dia begitu saja.


"Ziyan..." panggil suara lelaki dewasa dengan suara serak dan berat.


Lan Ziyan terdiam, ia dengan hati hati berbalik badan dan melihat mamanya dengan...


Lan Ziyan melangkah mundur ke samping ayahnya. Tangannya terangkat memegang pucuk baju ayahnya dengan tangan sedikit gemetar melihat orang tua yang di samping mamanya ini.


Xiao Shori juga disana melihat Lan Ziyan dengan tatapan penuh kerinduan di matanya.


Lan Ziyan mendongak melihat ayahnya. Lan yizhan menghela nafasnya pelan, ia pun mengangguk.


Lan Ziyan menoleh ke mamanya, Cai cai tersenyum bahagia.


"Pergilah kesana" ucap Lan yizhan yang kasihan dengan Xiao Shunxi.


Lan Ziyan merasa gugup ia dengan langkah kecil mulai berjalan maju.


Tepat di hadapan Xiao Shunxi. Xiao Shunxi langsung memeluk Lan Ziyan dengan penuh kasih dan sayang yang selama ini sebenarnya ia pendam. Xiao Shunxi merasa hari ini adalah hari terbahagiannya selama hidup.


Lan Ziyan yang merasa basah di punggungnya karena air mata Xiao Shunxi, tangannya terangkat membalas pelukan kakeknya itu. "Kakek.. " panggilnya pelan.


Xiao Shunxi, Xiao Shori dan Cai cai mendengar kata itu membuat mereka tak tahan lagi, air mata terus menyucur deras. Akhirnya semua telah berakhir, tidak ada kebencian dan ke angkuhan di diri Xiao Shunxi.


Xiao shori juga berjalan ke samping Lan Ziyan dan ayahnya.


Xiao Shunxi mengendurkan pelukannya ia memberi jeda untuk Lan Ziyan melihat Xiao Shori.


"Bagaimana dengan ku?" sindir Xiao Shori bertanya pada Lan Ziyan.


Lan Ziyan berjalan ke hadapan Xiao Shori dan memeluknya "Aku tau ini paman.. " ucapnya.


"Anak pintarrr" jawab Xiao Shori dengan lembut membelai rambut panjang Lan Ziyan.


Cai cai berjalan ke tempat Lan yizhan ia mengambil Lan Yueyin dari gendongan Lan yizhan dan membawanya ke hadapan ayahnya.


"Ini?" tanya Xiao Shunxi.


"Putri bungsuku Lan Yueyin" jawab Cai cai.


"Dia sangat Cantik" guman Xiao Shunxi menggendong Lan Yueyin.


Lan miyan, Rounan dan Xiao mei juga baru sampai. Xiao mei yang sudah rindu dengan cucunya pun langsung memeluknya.


Cai cai melihat keluarganya yang sudah kembali lagi tersenyum sangat senang. Cai cai menggenggam tangan Lan yizhan.


Lan yizhan menoleh melihat Cai cai.


"Aku mencintaimu.." ucap Cai cai pelan yang hanya bisa di dengan hanya Lan yizhan seorang.


Lan yizhan menghela nafasnya. " Kau senang?" tanyanya.


Cai cai tanpa ragu mengangguk cepat " sangat senang, terimakasih sudah memberi kesempatan untuk ayahku" jawabnya.


Lan yizhan berbisik di kuping Cai cai " Ini semua tidak gratis " gumannya.


Cai cai mengerutkan dahinya melihat Lan yizhan.


Lan yizhan kembali berbisik. " Nanti malam tidurlah di kamarku"


Wajah Cai cai merona malu.


"Baiklah.. " jawabnya setuju.


Lan Cheyuan yang baru datang dari belakang ia melihat wanita kepercayaan Xiao Shori hanya berdiam diri disana menariknya membawa ke tempat lain.



"Hey!!" berontak wanita itu.


Lan Cheyuan melepaskannya. "Jadilah istriku" ucapnya to the point.



Wanita itu merona, karena malu di lihat Lan Cheyuan ia memalingkan wajahnya kesamping.


Lan Cheyuan yang baru pertama kali ini menyukai wanita ia tanpa pamit dan izin langsung memeluk wanita di depannya ini.


Wanita itu terkejut ia sedikit memberontak ingin melepaskan pelukan Lan Cheyuan.


"Aku jatuh cinta padamu pada pandangan yang pertama, jadilah istri ku" ucapnya dengan penuh dengan keseriusan.


Wanita itu berhenti memberontak. "Bagaimana jika,-


"Tidak ada penolakan!" sela Lan Cheyuan.


"Dasar pemaksa" ucap wanita itu, namun karena ia juga suka dengan Lan Cheyuan ia membalas perasaannya Lan Cheyuan ia memeluk Lan Cheyuan dengan erat.


Ekheemmm...


Suara deheman Lan Xuan dari depan Lan Cheyuan. Lan Cheyuan melihat ayahnya, ia mengangkat jari berhuruf v tersenyum ke ayahnya.


Lan Xuan menggelengkan kepalanya " Dasar anak muda.."


...«««TAMAT«««...


***Alhamdulillah sudah selesai cerita ini 🙏


dan untuk kakak kakak yang sudah membaca, like, vote dan koment Terimakasih banyak sebanyak banyaknya yaa.. 🙏🙏🙏


Jika ada kesalahan dalam kata kata penulisan yang terkadang typo, terus kata katanya sulit di pahami maaf ya kakak 😭.


Tanpa dukungan kakak kakak cerita ini bukan apa apa, Terimakasih 😊😊***