
" Ayo.. Cepat cari kayu bakarnya, kenapa kau menghayal saja" ucap penduduk desa yang sedang mencari kayu bakar di hutan.
" Kenapa kita tidak menebang pohon ini saja dari pada susah susah mencari kayu bakar" ucap penduduk yang sudah lelah seharian didalam hutan mencari kayu bakar.
" Jangan menebang pohon sembarangan, walaupun ini dihutan tapi kita harus menjaga hutan ini jika bukan dari kita sendiri jadi siapa lagi" ucap penduduk yang masih terus mengutip ranting pohon yang berserakan.
" Baiklah, baik.. "
" Aku akan mencari yang sebelah sana" ucapnya.
" Apa itu? " ucapnya mendekati sesuatu di balik pohon.
Ia terkejud melihat itu " Manusia!!! " dia mengambil ranting di bawahnya dan mencoba menusuk nusukan ranting itu ke manusia yang sudah tak berdaya didepannya.
"Tidak bergerak? Apa dia sudah mati? " ucapnya sedikit takut ia melihat sekeliling hutan, " Siapa yang membunuhnya disini? "
Temannya yang melihat dari sana penasaran apa yang di lakukan temannya ini disana.
" Apa yang--- Astagaa siapa itu! " ucapnya lebih terkejud dari pada temannya tadi.
Temannya menggelengkan kepalanya " Aku juga tidak tau, seperti dia sudah mati! "
Temannya yang penasaran menyentuh manusia yang tak berdaya di depannya " Dia masih hidup! "
Temannya mendengar itu juga menyentuh manusia di depannya. " Iya benar dia masih hidup "
"Ayo kita bawa dia ke Klan Mu!" ucapnya.
Mereka berdua pun membawa manusia yang tak berdaya itu pergi dari hutan.
Setengah jam pun berlalu akhirnya mereka sampai di depan gerbang Klan mu. Pengawal yang melihat dua penduduk itu menghentikannya.
" Pengawal, kami ingin melaporkan ini. Kami tidak mengenalnya, kami mendapatkan dia di hutan sepertinya dia masih hidup." ucap salah satu dari kedua penduduk itu.
Pengawal itu pun meriksa manusia yang mereka bawa. " Ini! " pengawal itu melihat gantungan giok yang ada di pinggang manusia itu.
" Kami akan membawanya masuk, kalian boleh kembali. " ucap pengawal itu kepada kedua penduduk.
Mereka pun membawanya ke dalam Klan. Pengawal itu melaporkannya kepada pemimpin Klan Mu yaitu Mu Minghou ayah dari Mu Shen. Setelah mereka melaporkannya Mu Minghou melihat manusia yang di bawa pengawalnya ia memegang gantungan giok di pinggang manusia itu " Lan.. " mata Mu minghou menyipit menyelidiki wajah menusia di depannya dengan penasaran karena wajah dan tubuhnya penuh dengan darah itu membuat sulit di kenalin tapi gantungan giok itu bertanda milik Klan Lan.
Mu minghou mengambil sapu tangannya dan mengelapkan ke muka manusia itu agar bisa mengenalinya dan benar saja matanya melebar sempurna " Lan Yizhan...! "
Mu minghou melihat ke pengawal dengan panik berkata " Panggil tabib, dan panggil juga Mu shen secepatnya!!"
Pengawal itu mengangguk dan pergi.
"Ada apa yah?" tanya Mu shen, mata Mu shen melihat ke arah depan ayahnya ia membelalakan matanya " Yizhan!!! Ada apa dengan dia yah! " ucap Mu shen berjongkok disamping Lan yizhan. Ayahnya menggelengkan kepalanya " Ayah juga tidak tau, penduduk mendapatkannya di hutan."
Tabib memeriksa seluruh tubuh Lan yizhan " Lukanya sangat serius, keadaannya kritis tuan Lan juga sudah kehilangan banyak darah." ucap tabib pada ayah dan anak ini.
"Aku mohon tabib beri dia obat apapun agar dia sembuh! Dia kehilangan banyak darah? Tabib ambil lah darahku, golongan darahnya dengan darah ku sama! Cepat lah cepat!!" ucap Mu shen panik tangannya sudah gemetaran melihat teman sejatinya terluka parah.
"Tenang lah nak, Yizhan akan baik baik saja" ucap Mu minghou memegang pundak anaknya.
" Tabib, beri dia obat apa pun agar dia cepat sembuh! " Perintah Mu minghou pada tabib, tabib itu pun mengangguk dan pergi mengambil obat yang di perlukan.
Mu shen meraih tangan pucat Lan yizhan. " Apa yang terjadi dengan mu, mengapa sampai seperti ini yizhan. " Mu shen meneteskan air matanya tak sanggup melihat teman sejatinya begini.
" Ayah akan melaporkan ini pada pemimpin Lan, kau jaga lah yizhan" ucap ayahnya lalu pergi.
Tabib pun datang dan langsung mengobati luka luka Lan yizhan. Mu shen menyipitkan matanya melihat tubuh Lan yizhan penuh dengan luka tebasan, tusukan pedang dan wajah yang sudah babak belur.
"Siapa orang yang melakukan semua ini! Aku berjanji akan membalas perbuatannya!!! " ucap Mu shen mengepalkan tangannya.
"Luka tuan Lan sudah selesai saya obatin tuan" ucap tabib
Mu shen mengangguk " ambillah darahku sekarang." ucap Mu shen menyerahkan tangannya pada tabib di sampingnya. Tabib itu sedikit terkejud mendengar ucapan tuannya. Mu shen yang melihat tabib masih ragu dia dengan sedikit nada tinggi berkata " Ku bilang cepatt!!! "
Dengan desakan Mu shen tabib pun segera memegang tangan Mu shen "A..a..iya baik tuan.. " tabib pun mengeluarkan peralatannya mulai mengambil darah Mu shen.
" Cepat lah sadar yizhan.. " ucap Mu shen dengan sedih.
Setelah selesai mendonorkan darahnya kepada Lan yizhan dan juga selesai mengobati Lan yizhan tabib pun pergi meninggalkan mereka.
Mu shen melihat ke Lan yizhan ia menghela nafas lalu mengambil kertas dan menulis surat kepada Gu Fangzi, Yan Li dan Ling Fan tentang keadaan Lan yizhan sekarang, ia menggulung surat itu memanggil burung merpati pengantar surat dan meletakan gulungan surat itu di kaki burung itu.
Malam pun tiba, Mu shen masih setia duduk menunggu Lan yizhan sadar ia melewatkan jam makannya dan tidak sedetik pun matanya teralihkan dengan yang lain, ia dengan serius memperhatikan Lan yizhan.
Pintu ruangan pun terbuka Mu shen yang serius masih memperhatikan Lan yizhan menoleh ke pintu. " Yizhan anakku... " ucap seorang wanita yang sudah menua namun tetap cantik dan anggun, ia segera berlari ke anaknya yang belum sadarkan diri, Lan Miyan ibu dari Lan yizhan tingkat kekuatan level 92.
Tangan lembut Lan Miyan menyentuh pipi dingin anaknya dan menangis dengan sangat sedih " Anakku...apa yang terjadi dengan mu nak"
Masuklah pemimpin Klan Lan, Lan Xuan ayah Lan yizhan ke ruangan bersama pemimpin Mu.
Lan Xuan tidak menyangka anak bungsunya sampai terluka parah seperti ini, kedua tangannya mengepal dengan kuat emosinya membuat wajahnya merah padam. " Siapa pun yang melakukan ini kepada anakku, aku menyatakan perang kepadanya!!! " ucapnya membuat orang orang di dalam ruangan terkejud namun mereka juga setuju dengan ucapan pemimpin Lan ini. Lan Xuan tingkat kekuatan level 97, dari semua Pemimpin Klan di dunia pemimpin Lan lah yang paling kuat. Jika dia sudah mengatakan itu semua Klan akan beraliansi ikut mendukung dan bertarung bersama sama dengan pemimpin Lan ini.
Mu Shen dan yang lainnya juga mengangguk, mereka juga merasa marah tentang kejadian ini.