Xiao Cai Cai

Xiao Cai Cai
Penyamaran.



Disepanjang perjalanan Ibunya melihat kagum indahnya Klan Daratan dari atas sini. Cai cai yang melihat wajah bebas ibunya tersenyum.


"Nak.. kita akan pergi kemana?" tanya Xiao mei yang baru ingat kemana mereka harus memulai perjalanan. Cai cai juga tidak tau lagian dia juga pernah turun ke sini tujuannya sudah jelas Akademi Zhang dan ini mereka pigi tanpa tujuan kemana dan dimana. Cai cai mengeluarkan petanya, ia melihat disana banyaknya Klan Klan di Daratan ini, Cai cai bingung harus kemana?


Mata Cai cai melihat tulisan Klan Lan adalah yang terbesar di peta yang ada di tangannya ia pun berpikir sejenak dan memutuskan.


Cai cai membawa ibunya terbang sangat jauh, Xiao mei tidak mengatakan apa apa ia hanya mengikuti langkah cai cai.


Cai cai mengambil dua helai kain merah di kantong penyimpanannya dan memberikan satu kepada ibunya, ibunya menerimanya "Untuk apa nak?" tanya Xiao mei melihat kain merah yang di pegangnya.


"Sebaiknya kita tutupi saja wajah kita bu, jangan terlalu mencolok" ucapnya dengan mengikat kain merah itu untuk menutupi wajah mereka sebagai cadar.


Xiao mei juga melakukan hal sama. Cai cai yang merasa mereka sudah tidak jauh dari Klan Lan turun. Mereka turun di perbatasan hutan dan penduduk, setelah turun mereka mulai berjalan memasuki perkampungan.


Cai cai dan ibunya memakai pakaian yang mewah dan cantik, itu membuat mereka sangat di perhatikan di dalam perkampungan ini. Ibunya memegang lengan Cai cai merasa tidak nyaman. Cai cai yang merasa begitu juga dia tetap tenang dia sudah biasa dengan tatapan tatapan seperti ini.


Merasa lelah karena jauhnya perjalanan Cai cai memutuskan untuk mengajak ibunya untuk istirahat di penginapan terdekat. Cai cai dan ibunya berjalan masuk ke penginapan semua orang yang berada disana mulai ricuh berbisik bisik. Cai cai dengan santai memesan kamar dengan penjaga penginapan, penjaga penginapan itu melihat Cai cai dan ibunya merasa gugup di hadapkan dengan dua wanita cantik ini. Cai cai sedikit kesal ia dengan cepat membayar lalu mangajak ibunya untuk naik kekamar.


Sudah berada di dalam kamar Cai cai membuka cadarnya dan baru bisa bernafas legah karena tidak ada yang menatap mereka lagi. Xiao mei berjalan ke jendela melihat keluar, Cai cai berjalan ke samping ibunya " Kita berada di wilayah Klan Lan bu.. " ucap Cai cai pada ibunya.


Ibunya melihat ke Cai cai " Lan? Rumah Lan yizhan?" tanya Xiao mei. Cai cai mengangguk "Kita akan coba mencaritahu kabarnya apakah dia masih hidup atau sudah tiada" guman Cai cai berwajah sedih.


Xiao mei memegang bahu Cai cai " Ibu yakin dia pasti masih hidup dan ayo kita istirahat ibu sudah lelah, besok kita akan pergi mencarinya" Xiao mei menarik lembut tangan putrinya dan beristirahat disana.


Cai cai melihat ibunya yang sudah tidur disampingnya, Cai cai beralih menatap langit langit kamar itu dan membayangkan wajah Lan yizhan jika masih hidup bagaimana sekarang? sudah 3 tahun tidak berjumpa apakah semakin tampan atau semakin sangat tampan karena usia yang sudah menginjak dewasa. Cai cai menghela nafasnya lembut dan mulai memejamkan matanya.


Pagi harinya Cai cai membuka kelopak matanya dan mencium aroma harum, ia mengedus ke arah tidak jauh darinya makanan yang sudah tersedia dimeja.


Cai cai bangkit dari tempat tidurnya dan melihat ibunya yang sudah menyiapkan makanan semuanya. " Cuci mukamu dan ayo kita makan" ucap Xiao mei. Cai cai mengangguk setelah selesai mencuci muka ia berjalan ke tempat duduk.


"Bagaimana ibu bisa mendapatkan makanan sebanyak ini? " tanya Cai cai yang penasaran, karena tidak mungkin ibunya memasak ini semua disini.


"Hehehe.. ibu tadi kebawah dan membeli semua ini, ibu lihat makanan disini sangat lezat dan ibu membeli semuanya" Jawab Xiao mei tersenyum.


Setelah semuanya selesai mereka pun bergegas pergi dari penginapan itu pandangan dan tatapan yang sama seperti semalam itu membuat mereka acuh tak acuh, Xiao mei juga sudah membiasakan diri di tatap seperti itu.


Mereka berjalan dan berjalan sampailah mereka di pintu gerbang Klan Lan. Cai cai sedikit gugup tangannya di pegang ibunya "Ayo nak, jangan ragu" ucap Xiao mei meyakinkan Cai cai. Cai cai mulai melangkah untuk masuk ke Klan.


Cai cai dan ibunya melihat sekeliling Klan ini dengan tatapan tak percaya Klan ini sangat besar dan indah tidak salah kalau Klan ini adalah yang terbesar di Daratan ini.


Cai cai dan ibunya melihat orang orang disini yang begitu rapi dan bersih, mereka berjalan untuk masuk. Klan Lan tidak membatasi orang orang dari Klan lain untuk kesini. Siapa pun boleh berkunjung jadi mereka bebas ingin melihat lihat bahkan sebagai pengunjung yang dari jauh ada tempat tinggal yang disediakan dan keperluan masing masing.


Cai cai ingin mencari informasi tentang Lan yizhan jadi ia mencoba untuk masuk ke Klan Lan utama namun yang masuk kesana harus melapor terlebih dahulu.


Cai cai mengurunkan niatnya untuk masuk kesana, ia berharap ada seseorang yang ditanyainya namun orang orang disini hanya sibuk dengan urusannya masing masing.


Cai cai memperhatikan sekeliling bagaimana cara dia untuk masuk kesana. Cai cai pun teringat oleh apa yang di lakukan Xiao shori untuk membebaskannya " Menyamar"


"Bu.. bagaimana kalau kita menyamar jadi pelayan Klan Lan?" ucap Cai cai kepada ibunya.


"Baiklah" ucap setuju ibunya. Cai cai pun mencoba mencari pelayan yang keluar dari sana.


Cai cai tersenyum tipis melihat apa yang dicarinya ada didepan mata. Ia berjalan ke pelayan itu dan dengan cepat membekapnya dan membawa pergi ketempat yang aman.


Cai cai dan ibunya sudah siap untuk pergi sebagai pelayan tetapi mereka menggunakan penutup wajah, pelayan Klan Lan tidak memakai itu tidak mungkin juga mereka membuka penutup wajah itu membiarkan wajah mereka terpampang. Itu sangat mustahil dan akan semakin curiga dengan pelayan yang begitu cantik seperti giok dan wajah mereka yang tampak asing.


"Sudahlah kita coba saja" ucap Xiao mei pantang menyerah, Cai cai juga mengangguk. Mereka berjalan dan masuk ke Klan Lan utama.


Terlalu mencolok menggunakan cadar mereka di datangin pengawal Klan Lan. " Kalian kenapa menggunakan penutup wajah?" tanya pengawal itu.


"Emm.. kami, kami,-


"Sedang flu dan juga muka kami salah memakai bedak jadi kami malu menunjukan wajah kami yang em.. parah ini" potong Xiao mei yang mengarang cerita.


Pengawal itu menyipitkan matanya dan menggelengkan kepalanya "Hmm.. masuklah cepat." ucap pengawal itu.