
Lan yizhan tersenyum canggung " apa yang harus ku katakan dengannya? " guman Lan yizhan dalam hati melihat ke putranya.
Lan Ziyan juga bingung ia ingin memeluk ayahnya ini namun ia malu malu mukanya juga sudah kemerahan. Lan yizhan memegang pundak Lan Ziyan " Emm.. hay " sapa Lan yizhan canggung pada anaknya.
Cai cai melihat kedua pria ini berintraksi ia merasa lucu, rasa canggung dimuka masing masing terlihat jelas.
Lan Ziyan melihat ke Cai cai, Cai cai menangkup pipi caby anaknya " Peluk ayahmu nak " ucap Cai cai lembut.
Lan Ziyan mendengar perintah ibunya ia memeluk ayahnya, Lan Ziyan memejamkan mata merasakan kehangatan yang berbeda di pelukan ayah kandungnya ini, kehangatan yang nyaman untuk di peluk ia tersenyum bahagia dan tak mau melepasnya.
Lan yizhan juga merasakan kehangatan pelukan seorang anak yang sangat ia rindukan dan sayangin, Lan yizhan mengeratkan pelukannya dengan berlinang air mata "anakku"
ucap Lan yizhan mengecup pucuk kepala Lan Ziyan.
Zhang han yang melihat antara putra dan seorang ayah ini ia menjadi sedih, berulang kali ia menghapus air mata dari pipinya.
Tabib Zhaolin dan istrinya juga menangis dengan perasaan yang campur aduk, disisi lain ia akan segera berpisah pada Lan Ziyan namun disisi lain dia juga bahagia penantian 7 tahun akhirnya Lan Ziyan bertemu dengan kedua orang tuanya.
Tabib Zhaolin dan Lingling sebenarnya sudah siap berpisah dengan Lan Ziyan namun itu perkataan dulu sebelum ini terjadi dan ini tepat di depan mata mereka, hmm.. rasanya sangat sakit jika harus beneran berpisah.
Setelah Lan yizhan dan anaknya selesai dari rasa kangen kangenannya Zhang han menyuruh semuanya mampir ke Klan Zhang, karena juga sudah sampai sini Lan yizhan dan Cai cai pun mengangguk setuju.
Mereka pun pergi menuju Klan Zhang, Lan yizhan yang ingin dekat dengan anaknya ia berjalan ke Klan Zhang memegang tangan Lan Ziyan dengan lembut mereka pun berjalan bersama. Cai cai tak habis habisnya ia tersenyum bahagia melihat ini, ia sangat bersyukur karena sudah menemukan anaknya dalam keadaan sehat dan juga takjub.
"Bagaimana kabar nyonya mei, nona? " tanya tabib Zhaolin pada Cai cai yang berjalan di sampingnya.
"Ibu baik tabib dan ibu juga sekarang sudah berada di Kerajaan Jingtian" jawab Cai cai.
"Kerajaan Jingtian?" beo tabib Lingling yang tidak tau kerajaan itu.
Mereka pun sampai di Klan Zhang, Zhang han menyiapkan tempat untuk para tamunya di ruangan khusus.
Semua sudah duduk di tempatnya masing masing, makanan dan minuman pun sudah terletak dimeja. Zhang han menyambut tamunya ini dengan istimewa " Bisa kau ceritakan semua apa yang sudah terjadi yizhan?" tanya Zhang han yang masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan Lan yizhan.
Lan yizhan mengangguk "Sebelum aku menjelaskannya aku ingin mengenalkan istriku terlebih dahulu guru " jawab Lan yizhan yang mendapatkan anggukan dari Zhang han.
Sebelum berbicara Lan yizhan tersenyum tipis "kurasa guru sangat mengenalnya? " ucap Lan yizhan.
Zhang han menaikkan sebelah alisnya menatap Lan yizhan serius.
"Xiao Cai Cai.." ucap Lan yizhan santai.
Karena ruangan ini tertutup dan yang berada disini juga orang orang terdekatnya Cai cai membuka cadarnya.
Zhang han melihatnya baru percaya apa yang dikatakan oleh Lan yizhan, Lan Ziyan juga mendongakkan kepalanya melihat wajah asli ibu kandungnya. Lan yizhan yang melihat anaknya terpukau dengan kecantikan ibunya ia mengangkat Lan Ziyan agar duduk di pangkuannya.
"Mamamu sangat cantik kan? " ucap Lan yizhan berbisik dikuping Lan Ziyan. Lan Ziyan mengangguk lalu ia juga ingin berbisik di kuping ayahnya, Lan yizhan memajukan wajahnya "Ayah juga sangat tampan" ucapnya dengan serius.
Lan yizhan tertawa "Tapi mamamu mengatakan kalau er'Zi lebih tampan dari ayah" ucap kembali Lan yizhan di kuping Lan Ziyan.
Lan Ziyan menggelengkan kepalanya "Mama salah lihat, ayah lebih tampan dariku" jawab Lan Ziyan kembali di kuping ayahnya.
Ekhemmm... guman Cai cai, melihat ayah dan anak ini yang sedang saling berbisik bisik.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Cai cai dengan raut wajah iri kedekatan ayah dan anak ini.
"Kata ayah mama sangat cantik" sahut Lan Ziyan melirik ayahnya. Lan yizhan yang merasa terfitnah dengan anaknya ia tertawa renyah "hmm.. kamu nakal ya.. " ucap Lan yizhan menoel pipi Lan Ziyan.
Mereka semua pun tertawa dengan bahagia. Lan yizhan menceritakan yang harus di ceritakan dengan Zhang han namun tidak semuanya, masalah dengan Klan Xiao tidak di ceritakannya disini karena ada Lan Ziyan yang tidak harus mendengar kebenaranya.
"Jadi bagaimana dengan Klan Lan? apakah kau akan kembali kesana?" tanya Zhang han setelah mendengar penjelasan dari Lan yizhan.
"Aku akan kembali guru, tapi ini belum saatnya" jawab Lan yizhan yang masih harus mengurus urusannya sendiri baru kembali ke Klan Lan.
Zhang han mengangguk paham kondisi Lan yizhan sekarang, bagaimana pun ia sekarang adalah Raja dari Kerajaan Jingtian jadi urusan kerajaan harus di selesaikan terlebih dahulu baru mengurus urusan pribadinya.
"Malam ini tinggallah disini dan istirahat dengan nyaman, aku sudah menyiapkan kamar khusus buat kalian. Aku pamit pergi.." ucap Zhang han lalu pergi dari sana.
Tabib Zhaolin dan Lingling ingin mengatakan sesuatu namun mereka tidak bisa mengatakan didepan Lan Ziyan, Lan yizhan yang tau tentang itu ia mengkode agar Cai cai membawa Lan Ziyan untuk beristirahat duluan. Cai cai membawa Lan Ziyan pergi dari sana, tinggallah Lan yizhan bersama kedua tabib ini.
"Sebelum kalian mengatakan apa itu, aku ingin mengatakan terlebih dahulu. Terimakasih karena sudah merawat putraku sampai sebesar dan hebat itu, mungkin ucapan terimakasih tidak cukup maka dari itu aku akan menjadikan kalian sebagai tabib kerajaan Jingtian." ucap Lan yizhan dengan tersenyum ramah.
Tabib Zhaolin dan istrinya saling memandang lalu melihat ke Lan yizhan " Terimakasih yang mulia, terimakasih.." ucap mereka bersujud syukur dengan meneteskan air mata, jika mereka menjadi tabib kerajaan berarti mereka masih bisa melihat Lan Ziyan setiap harinya.
Lan yizhan yang melihat mereka bersujud didepannya ia menarik bahu tabib Zhaolin dan istrinya " Jangan terlalu sopan denganku, bagaimana pun kalian lebih tua dariku. hmm.. dan panggil aku cukup tuan saja, karena aku tidak terbiasa di panggil yang mulia" jawab Lan yizhan yang merasa aneh dan tidak nyaman jika harus di panggil yang mulia.
"Baiklah, istirahat lah besok kita akan melakukan perjalanan jauh" ucap Lan yizhan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangan menuju kamarnya.