
"Mulai!! " ucap wasit.
Tabib Zhaolin, tabib Lingling tidak henti hentinya berdoa agar anaknya tidak terluka dan terjadi apa apa disana, mereka sangat panik tubuh tabib Lingling sudah panas dingin melihat anaknya ingin bertarung.
"Tuan zhang bagaimana ini, apakah tidak bisa kalau kita mengalah saja?" ucap tabib Zhaolin cemas dan takut keringat sudah menyucur deras di tubuhnya.
"Kita harus percaya pada Ziyan, dia pasti akan menang." jawab zhang han penuh dengan keyakinan yang mantap.
Tim A berjumlah 20 orang yang tersisa dan tim B hanya tersisa satu, untuk memenangkan pertandingan ini tim B harus mengalahkan dua puluh anak itu.
Tim A yang pertama maju dan bertarung dengan Lan Ziyan hanya hitungan detik saja sudah kalah.
Tim A kedua maju masih sama tetap kalah semua orang yang berada disitu membelalakan matanya anak sekecil itu bisa dengan muda mengalahkan kedua anak yang lebih besar darinya dengan hitungan detik saja.
Sampai tim A yang ke sepuluh tetap Lan Ziyan pemenangnya. Semua yang berada disana ribut dan ricuh penasaran siapa anak ini? siapa orang tuanya? apa dia anak dewa, kenapa bisa sehebat ini? ucap mereka orang orang disana.
Waktunya istirahat pria berbadan kekar mendatangi anak anaknya dan berbisik "Kalian harus ingat, jika kalian kalah akan tau akibatnya!!" ancamnya.
"Mulai! " ucap wasit sekali lagi.
Sama terulang kembali anak anak tim A sudah berjatuhan di buat Lan Ziyan. Pria kekar itu tidak terima dengan hasil ini ia mengeluarkan busur dan mengarahkan pada Lan Ziyan yang masih bertarung.
Anak panah dibidikkan oleh pria berbadan kekar itu semakin dekat semakin dekat anak panah ke belakang Lan Ziyan, Lan Ziyan menoleh kebelakang ia membelalakan matanya dan sebelum mengenainya anak panah lain sudah menghalaunya.
Semua orang yang melihat itu teriak histeris, Lan Ziyan melihat kearah panah itu dialihkan lalu ia melihat kesumber busur yang menghalau panah yang akan menyerangnya.
Seorang wanita dewasa yang memakai cadar dengan mata yang indah penuh pesona namun tajam.
Semua orang disana melihat kesumber anak panah itu juga, orang baik mana yang sudah menghalau anak panah itu.
Pria berbadan kekar itu menarik anak busurnya lagi mengarahkan ke wanita itu namun dengan sigap suami dari wanita itu melemparkan pedangnya hingga busur yang ia pegang terbelah menjadi dua, pria berbadan kekar itu takut dan kabur bersama dua pria yang memakai baju hitam itu.
"Lan Yizhan?" ucap Zhang han yang melihat pria yang melempar pedang. Menyebut nama Lan Yizhan, tabib Zhaolin dan istrinya lingling melihat ke Zhang han, tidak asing dengan nama itu. Tabib Zhaolin membelalakan matanya segera melihat wanita yang memakai cadar itu "Nona.. Cai cai!" ucapnya pelan namun masih bisa di dengar oleh istrinya.
Tabib Lingling melihat kearah mata suaminya, ia menyipitkan matanya dan terkejut melihat wanita itu " Nona Cai cai... ".
Zhang Han berjalan mendatangi Lan yizhan, tabib Zhaolin dan istrinya berjalan ke atas arena menuju Lan Ziyan.
"Ayah.. ibu.." ucap Lan Ziyan yang melihat tabib Zhaolin dan Lingling naik ke arena berjalan kearahnya.
Cai cai melihat itu tangannya sedikit gemetar busur panah yang di pegangnya terjatuh kebawah. Lan yizhan yang melihat ekspresi berubah Cai cai merasa aneh ia mengerutkan dahinya "Ada apa sayang? " tanyanya melihat ke arah atas arena.
Zhang han juga melihat ke atas arena " Owh itu adalah orang tua dari anak hebat itu" ucap Zhang han pada pasangan suami istri ini.
Cai cai menoleh ke Zhang han " siapa nama anak itu guru? " tanya Cai cai.
Lan yizhan membelalakan matanya " Apakah nama yang kebetulan sama atau memang dia anakku? " ucap Lan yizhan dengan melihat serius ke Lan Ziyan.
Tabib Zhaolin, tabib Lingling menarik tangan Lan Ziyan dengan lembut turun dari arena berjalan ke arah Cai cai dan Lan yizhan.
Cai cai sudah meneteskan air matanya, dibalik masker bibirnya sudah bergetar.
"Nona.. " ucap tabib Zhaolin dan istrinya membungkuk hormat pada Cai cai.
Mata Lan yizhan serius menatap anak yang mereka bawa ini, Lan yizhan tidak mengenal tabib Zhaolin dan Lingling makannya ia masih belum yakin jika pikirannya itu benar.
Lan Ziyan yang melihat orang tua nya membungkuk hormat dia juga ikut membungkuk hormat, tidak tau kedua orang ini siapa? melihat kedua orang tuanya menghargai kedua orang ini ia juga ikut menghargainya.
Cai cai tidak tahan lagi dengan ini ia langsung memeluk Lan Ziyan " Lan Ziyanku " ucapnya memeluk erat Lan Ziyan. Lan Ziyan terkejut mendengar wanita asing ini menyebut nama aslinya, yang tau nama aslinya hanya kedua orang tuanya dan juga orang tua kandungnya, "siapa wanita ini? mengapa dia tahu nama asliku? apa wanita dan pria ini adalah orang tua kandungku?" ucapnya dalam hati.
Lan Ziyan melihat ke arah tabib Zhaolin dan Lingling, mereka menganggukan kepalanya dan berjongkok " Ia adalah ibu kandung mu" ucap tabib Zhaolin.
Lan yizhan dan Zhang han membelalakkan matanya. Zhang han melihat ke Lan yizhan mengerutkan dahinya "Kau sudah menikah?" tanyanya.
Lan yizhan mengangguk.
"Wanita ini istrimu? " tanya Zhang han sekali lagi.
Lan yizhan mengangguk.
Zhang han menghelah nafasnya pelan " Dan Ziyan? bukan, anak itu adalah anakmu Lan... Ziyan! " ucap Zhang han.
Lan yizhan mengangguk sekali lagi.
Zhang han sulit mempercayai ini semua, ia mendengar Lan yizhan kabur dari Klannya dan ini dia baru jumpa dengan muridnya malah lebih tak percaya kalau ia sudah menikah dan memiliki putra yang sangat hebat.
Lan Ziyan membalas pelukan Cai cai namun ia bingung memanggilnya apa, ia juga sedikit canggung karena ini sangat tiba tiba.
Lan yizhan ikut berjongkok melihat anak dan ibu ini yang saling merindukan, Lan yizhan tersenyum legah karena sudah menemukan anaknya. Lan yizhan berdiri dan melihat ke arah tabib Zhaolin dan Lingling ia membungkuk hormat " Namaku Lan yizhan" ucapnya mengenalkan diri pada tabib Zhaolin dan istrinya.
Tabib Zhaolin dan istrinya juga membungkuk hormat "Nama saya Zhaolin dan ini istri saya tuan, bernama Lingling " jawab tabib Zhaolin ramah pada Lan yizhan.
Cai cai mengendurkan pelukannya ia melihat anaknya yang sudah tumbuh besar begini, terakhir kali ia masih di dalam gendongan dan ini ia melihatnya lagi sudah mahir memegang pedang dan busur wahh sangat hebat.
Cai cai menarik tangan Lan yizhan agar berjongkok kembali, Lan yizhan menurut ia berjongkok disamping Cai cai.
" er'Zi sayang.. ini ayahmu nak " ucap Cai cai melihat ke Lan yizhan. Lan Ziyan menatap mata Lan yizhan dengan serius " Ayah kandungku sangat tampan " ucap Lan Ziyan didalam hatinya.